
Di negara A, Vio sedang sarapan pagi bersama Yudha di restoran hotel
" Vi, setelah ini papi akan pulang. Papi harus pergi ke kantor untuk menyelesaikan urusan papi "
Kata Yudha sambil mengesap kopi miliknya
" Tapi pih,,, apa kita tidak bisa lebih lama tinggal disini? "
Vio berkata dengan nada manja sambil memakan sandwich miliknya
"Urusan kita disini sudah selesai. Papi tidak memiliki alasan untuk terus berada disini "
" Tapi aku kan punya alasan untuk lebih lama disini papi. Aku ingin lebih lama bersama kak Leo "
Batin Vio sambil terus mengunyah
" Selamat pagi om! Pagi Vio! "
Kata Leo yang muncul dari belakang Vio, seketika Vio menoleh dan menatap Leo
" Pagi kak Leo "
Vio menjawab dengan semangat sedangkan Yudha hanya menganggukkan kepalanya
" Duduk kak! Apa kakak sudah sarapan? "
Tanya Vio pada Leo yang kini telah duduk disebelahnya
" Aku sudah sarapan bersama ayah, terimakasih! "
Jawab Leo sambil tersenyum lembut pada Vio kemudian dia beralih menoleh pada Yudha
" Om, apa boleh aku membawa Vio jalan - jalan hari ini? Aku belum lama kembali kesini, jadi aku ingin Vio menemaniku untuk berkeliling kota. Nanti aku akan antar dia pulang! "
Leo meminta izin pada Yudha
" Jarak dari sini ke bagian barat cukup jauh. Aku tidak mau kalau kalian kelelahan nantinya, jadi kamu harus membawa supir jika ingin mengantarkan Vio pulang! "
" Baik om! "
" Leo, aku ingin bertanya sesuatu! Menurutmu, orang seperti apa Sandi Nugraha? "
Yudha berkata dengan tenang, Leo terlihat terkejut dan heran dengan pertanyaan Yudha
" Maksud om, paman Sandi? "
__ADS_1
" Benar, bagaimana pendapat mu tentang dia? "
" Entahlah om, tapi aku merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan. Aku dan ayah pernah berfikir kalau dia orang yang dulu mengirim pembunuh bayaran untuk menyerangku, tapi kami tidak punya bukti kuat untuk menjebloskannya ke dalam penjara "
" Vio, kenapa kamu tidak meminta bantuan kakakmu Ji untuk menyelidiki pamannya Leo !
Jingga adalah seorang hacker handal, dia juga pandai dalam mengatur strategi. Sepertinya dia bisa membantu Leo,,, "
Kata Yudha dengan santai
" Sebenarnya, kak Ji sedang membantuku untuk membereskan kak Rian. Lebih tepatnya dia dan kak Bi menjadikanku bahan taruhan untuk sebuah mobil sport keluaran terbaru.."
Vio berkata dengan nada manjanya. Yudha tersenyum mendengarnya. Dan Leo terlihat sangat bingung
" Kenapa papi malah tersenyum seperti itu?
Sepertinya papi senang jika aku dipermainkan oleh mereka berdua? "
" Tidak, hanya saja julukan pebisnis berhati dingin sepertinya lebih cocok untuk Ji daripada Bi. Mungkin karena Ji lebih sering merasakan yang namanya tertindas, jadi dia lebih sigap daripada Bi. Bi sangat lamban dalam menangani masalah. Bahkan dia masih terus bermain dengan ibu tiri Emili tanpa berniat menyelesaikannya dengan cepat "
" Papi tahu masalah yang dihadapi kak Bi dan kak Ji? "
" Tentu saja papi tahu. Tidak ada yang dapat luput dari pandangan dan pengetahuan papi. Termasuk kalian berdua "
Kata Yudha dengan nada sombongnya
Vio terlihat salah tingkah dan menoleh kepada Leo dengan wajah merah
" Papi tahu kalian dekat ketika di negara F. Papi juga tahu kalau kamu terkena masalah dihari pertama kamu kerja. Dan Leo yang membawamu ke klinik "
Vio dan Leo saling menatap heran satu sama lain
" Kalau papi tahu, kenapa papi tidak bertindak saat aku terkena masalah dan hampir saja celaka? "
Kata Vio yang kini sudah kesal dengan sikap papinya yang acuh tak acuh itu
" Kamu bilang sendiri kalau kamu ingin mandiri! Jika papi turun tangan juga, maka kamu tidak akan pernah belajar bagaimana caranya mengambil sikap. Lagipula sudah ada Alex yang membantumu membalas perbuatan mereka. Meskipun menurut papi pelajaran yang dia berikan itu tidak seberapa, paling tidak mereka merasakan apa yang kamu rasakan "
Kata Yudha menerangkan dengan cara bicaranya yang acuh tak acuh
" Apa papi juga tahu kalau kak Leo adalah putra dari om Fabian? "
" Kalau itu papi tidak tahu. Papi tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai latar belakangnya Leo. Tak disangka kalau dia adalah putra tuan Fabian " Yudha tersenyum sambil menatap Leo
" Om, apa anak om benar - benar bisa membantuku mencari setiap informasi mengenai paman Sandy dan putrinya Melia? "
__ADS_1
Leo terlihat ragu ketika bertanya pada Yudha
" Tentu saja, itu bisa dilakukan Bi dan Ji dengan sangat mudah. Anak kembar ku memang pandai dalam ilmu komputer. Mereka juga pandai dalam menangani masalah yang mereka hadapi. Tapi Ji dapat bergerak lebih cepat dari pada Bi. Bi cenderung lebih santai dalam menangani masalah. sedangkan Ji, dia tidak suka bermain lama - lama dengan lawannya "
Yudha tersenyum penuh kebanggaan
" Sepertinya aku harus banyak belajar dari putra putri om! "
" Kamu tidak memiliki waktu banyak untuk belajar dari mereka. Kamu harus dapat bergerak lebih cepat untuk menangani pamanmu. Jika tidak kamu akan sangat menyesalinya! "
" Aku mengerti om! "
" Vi, papi akan kembali ke kamar untuk membereskan barang papi! Leo kamu temani Vio menghabiskan sarapannya! "
Kata Yudha sambil berdiri dari duduknya. Leo dan Vio menganggukkan kepala mereka perlahan
" Kak Leo, apa rencana kakak sekarang? "
Tanya Vio setelah Yudha meninggalkan mereka berdua
" Aku tidak memiliki rencana apapun. Hanya saja aku dan ayah harus lebih waspada, itu saja! "
" Apa kak Leo tidak bisa mengambil tindakan lebih dulu? "
" Aku tidak bisa menyerang mereka begitu saja. Mereka bisa saja menjadikan itu sebagai bumerang untuk melawanku! "
" Kira - kira kalau kak Ji di posisi kakak, apa yang akan dia lakukan ya? Dia selalu pandai menganalisa sesuatu dan menyelesaikan setiap masalah dengan cepat dan mudah "
" Benarkah? Aku sungguh ingin mengenal kedua kakak kembar mu itu! "
" Apa kamu tahu perusahaan JB Companies dan Taeson Elektronik? "
Tanya Vio dengan penuh antusias dan sebelah tangan menyanggah dagu
" Tentu saja aku tahu. Performa dua perusahaan yang berada di negara F itu semakin menanjak sekarang ini. Harga saham mereka selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Dan kini kedua perusahaan itu masuk dalam daftar perusahaan dengan keuntungan tinggi. Dikatakan bahwa pemimpin perusahaan itu masih terbilang muda, namun mereka tidak terlalu suka untuk menunjukkan diri mereka didepan umum, tidak banyak orang yang tahu mengenai mereka. Dan ku dengar juga bahwa pemimpin dari kedua perusahaan itu merupakan pebisnis yang tidak bisa disinggung sama sekali. Mereka bisa dengan mudah menjatuhkan lawannya. Sama seperti papamu! "
Jawab Leo antusias
" Tentu saja mereka sama kejamnya seperti papi. Karena pemimpin kedua perusahaan itu dididik langsung oleh papi "
Kata Vio dengan senyum tipis
" Apa maksud kamu Vi? Mereka belajar langsung dari om Yudha? Apa om Yudha sebaik itu? "
Leo terlihat sedikit tidak percaya dan memicingkan mata menatap Vio
__ADS_1
"Kedua perusahaan itu adalah perusahaan yang dibangun oleh kedua kakak kembarku! "