Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Aku harus merencanakan setiap detilnya dari tindakan yang akan aku ambil


__ADS_3

Ji menoleh dengan dahi mengkerut pada Ed yang berada di sebelahnya. Ed mendengarkan percakapan di antara dua saudara itu, tidak puas rasanya jika dia tidak memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkata manis pada Ji


" Tuan Jendral,, bisakah kamu tidak menguping pembicaraan kami? "


" Kamu berada di sebelahku, tentu aku bisa mendengar apa yang kalian bicarakan "


" Haish,, dasar Jendral gombal.. Bi kamu mengerti kan apa maksudku. Nanti kabari aku jika kamu sudah membantunya! Oke? "


Ji kembali melanjutkan percakapannya dengan Bi di telepon


" Baiklah, aku mengerti. Sekarang kamu bisa lanjutkan acara mesra - mesraan mu dengan Jendral yang sedang dimabuk asmara itu. Sampai jumpa lagi "


" Baiklah Bi, sampai jumpa! "


" Kamu ini ya dasar Jendral gombal.. "


Ji memukul tangan Ed karena kesal dan malu pada Bi


" Aduh,,


Kenapa kamu kasar sekali padaku Ji? "


Ting nong ting nong


" Aku buka pintu dulu! "


Ji berdiri dan berjalan ke arah pintu


Ceklek


Terlihat Vio yang baru saja kembali dari negara A


" Kak Ji,,, aku rindu kakak! "


Vio langsung berhambur memeluk Ji dengan erat


" Kamu tidak memberitahukan padaku jika kamu kembali hari ini! "


" Aku juga tidak berencana kembali dengan cepat. Tapi papi yang dengan tiba - tiba menyiapkan pesawat untukku, sepertinya papi sudah tidak sayang padaku. Dan ingin secepatnya menjauhkanku dari rumah "


Ji dan Vio bicara sambil berjalan masuk kedalam


" Eh,, rupanya ada kak Ed. Apa kabar ka? Apa kakak bolos dalam tugas lagi? "


Sapa Vio pada Ed sambil tersenyum


" Aku tidak bolos hanya sedikit mencuri waktu untuk bisa memandang langsung wajah ratuku "

__ADS_1


Jawabnya datat


" Cie cie,, kak Ji, kakak harus tanggung jawab jika Jendral kakak ini melanggar peraturan. Bisa - bisa kak Jendral malah masuk penjara! "


" Vio, si bungsu manja. Apa kamu tidak tahu jika aku sudah masuk ke dalam penjara hati kakakmu? Aku sudah tidak bisa keluar lagi dan menjauh dari hatinya "


Jawab Ed sambil memandang Ji. Ji berusaha menahan senyum atas bualan sang kekasih


" Sudah - sudah. Aku tidak ingin menjadi obat nyamuk untuk kalian berdua. Lebih baik aku ke kamar saja, lagi pula aku cukup lelah! "


Vio berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Ji dan Ed di ruang tamu


" Iiiiccchh... Lagi - lagi kamu membuatku malu! "


" Baik - baik, aku berhenti. Bisa beritahu aku apa yang kamu rencanakan saat ini? "


Ed kembali bersikap tenang


" Aku saat ini sedang, meretas komputer milik pak Arya juga komputer mengenai draf saham perusahaan. Kamu lihat ini? Aku sedikit mengacaukan sistemnya. Tidak akan ada yang menyadarinya kalau data ini palsu "


" Kamu bisa meretas komputer Ji? Jika draf mengenai harga saham ini turun, maka perusahaan mu akan merugi "


" Sudah ku bilang ini palsu. Aku membuat draf sendiri dan memasukkannya ke dalam situs perusahaanku. Mereka tidak dapat mencari draft harga saham yang asli di bursa saham, karena aku menutup akses mereka selama 2 minggu kedepan. Lagipula, IT diperusahaan itu hanya belajar sesuai dengan materi mereka saat kuliah. Mereka tidak belajar IT secara umum. Jadi aku yakin mereka tidak akan bisa meretas e-mail milikku! "


" Waah,, ternyata calon istriku ini begitu pandai mengatur strategi, kenapa kamu tidak masuk militer dan ikut mengatur strategi dalam berperang saja? "


" Tidak, aku tidak ingin mengorbankan nyawaku dengan sia - sia. Lebih baik aku berperang dengan orang - orang yang mencari masalah denganku. Sangat menyenangkan jika membuat mereka jatuh hingga ke titik terendah "


" Sadis.. Kamu sama sekali tidak berperikemanusiaan. Aku jadi bertanya - tanya, apakah kamu membutuhkan sosok lelaki yang bisa melindungimu? Karena yang aku lihat kamu sama sekali tidak membutuhkan perlindungan dariku "


Ed membuang muka seakan marah pada Ji


" Ternyata tuan Jendral begitu sensitif sekali ya? Bagaimana caramu melindungiku? Mungkin saja aku bisa mempertimbangkannya! "


" Hemn,, kurasa,,, aku akan melindungi mu dengan cara seperti ini! "


Ed kembali merangkul Ji dalam pelukannya


" Aaacchh,,, kamu selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan! "


" Aku harus kembali ke pangkalan militer sekarang. Tidak baik jika aku mencuri waktu terlalu lama "


" Hati - hati dalam perjalanan mu! "


" O iya, apa tante Gina sudah memberitahukan padamu mengenai persiapan pernikahan kita? "


" Mami bilang kalau untuk dekorasi dan tempat sudah dipersiapkan. Tante Maria juga sudah mulai merancang gaun pengantin yang akan aku kenakan nanti "

__ADS_1


Ji dan Ed bicara sambil berjalan menuju pintu


" Baguslah kalau bagitu. Kuharap semuanya berjalan lancar "


Ji menganggukkan kepala lalu tersenyum


" Nikmati liburanmu, jika kamu membutuhkan bantuan apapun dariku. Kamu bisa hubungi aku kapan saja! "


" Baik. Sampai jumpa, dan hati - hati "


Ed berjalan menjauh dari pintu dan meninggalkan apartemen Ji


Sementara dilantai dua, Vio sedang menghubungi Leo dengan melakukan vidio call


" Kak, aku sudah sampai. Apa kakak pergi kekantor? "


" Baguslah jika kamu sudah sampai. Aku dikantor, tapi aku masih bingung dengan apa yang harus aku kerjakan terlebih dahulu. Dokumen yang harus ku pelajari sangat banyak "


Leo menunjukkan tumpukan dokumen yang berada di atas meja kerjanya


" Jika saja aku jadi asisten kak Leo, pasti aku sudah membantu pekerjaan kakak "


" Maka dari itu, cepat selesaikan pekerjaanmu disana. Agar kamu bisa bekerja disini bersama denganku! "


" Aku dengar kak Ji sudah mengatur strategi untuk menjatuhkan kak Rian. Kita lihat saja bagaimana permainannya nanti! "


" Baiklah, kamu istirahatlah dulu. Aku harus kembali bekerja "


" Baik kak, sampai jumpa. Love you "


" Love you too "


Tok tok tok


" Apa aku boleh masuk? "


" Tentu saja kak! "


Vio mempersilakan Ji masuk setelah beberapa kali ketukan pintu


" Apa ada sesuatu yang ingin kak Ji bicarakan denganku? "


" Rian, kakak sudah membuat sebuah rencana untuknya. Apakah kamu sudah siap untuk berakting denganku? "


" Tapi bagaimana bisa dia percaya jika aku terlihat bersama kakak? "


"Kamu tenang saja, cukup kamu pakai earphone ini dan kita dapat berkomunikasi dengan lancar "

__ADS_1


" Tidak sia - sia kak Ji bertunangan dengan seorang tentara. Kak Ji jadi tahu hal - hal yang berguna seperti ini. Ini sangat membantu setiap rencana kita "


" Tentu saja.. Kamu tahu kan siapa aku? Jingga Riani Putri Kusuma, aku harus merencanakan setiap detilnya dari tindakan yang akan aku ambil. Tidak ada kata menyerah dan mengalah pada orang lain. Aku harus berhasil mendapatkan hasil yang aku inginkan! "


__ADS_2