Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kedatangan Ji kerumah Ed


__ADS_3

Gadis itu terlihat anggun dan cantik, dia berjalan dengan elegan dan cara bicaranya juga terbilang sopan dengan senyum tersungging indah di bibir indahnya


" Dia siapa Ed? Kamu tidak mengenalkannya padaku? " Kata gadis itu dengan nada bicara yang tenang tapi terkesan sinis dan tatapanmya penuh kelicikan dan sombong


" Ini Jingga, dia kekasihku. My queen, ini Laura, dia anaknya om Bram, teman lama ayahku " Ed berkata lembut pada Jingga


Jingga mengulurkan tangan dan tersenyum menyapanya sambil berkata " Jingga "


" Laura, senang bisa bertemu denganmu " Laura menyambut uluran tangan Ji dan tersenyum. Tapi setelah itu dia mendekati Ed dan melingkarkan tangannya pada tangan Ed


" Apa kamu tahu Ed, aku selalu berkunjung kemari. Aku berharap kamu akan pulang dan aku bisa bertemu denganmu, tenyata hari ini feelingku benar, kamu pulang " Laura berkata dengan sangat manja dan tersenyum manis. Ji mengernyitkan dahi melihat pemandangan di depannya, Ed sama sekali tidak menepis tangan Laura yang melingkar mesra pada lengannya


Ji yang kesal mengerucutkan bibir dan melingkarkan tangan di dada


" Awas kamu tuan Jendral, jika tidak bertindak. lihat saja nanti! "


Gerutu Ji yang sedang cemburu.


Perlahan Ed melepaskan tangan Laura


" Lepaskan tanganmu. Tidak baik jika kamu bersikap seperti ini. Aku kesini bersama kekasihku " Kata Ed yang berkata dengan nada dingin kepada Laura. Setelah itu dia kembali meraih tangan Ji yang berdiri dibelakangnya


" My queen, ayo ku kenalkan pada orang tuaku. Kebetulan sekali, sepertinya semua sedang berkumpul disini " Kata Ed lagi yang berkata dengan sangat lembut dan senyum manis. Kini dia melingkarkan tangan di pinggang Ji dan menuntunnya mendekati keluarga yang sedang berkumpul , meninggalkan Laura yang masih terkejut melihat sikap Ed pada Ji.


Aku harus bisa mendapatkan Ed, sudah lama aku ingin memilikinya. Mana mungkin aku menyerah begitu saja pada wanita yang tidak jelas dan belum lama dia kenal. Papa pasti bisa membantuku mendapatkan Ed. Karena jika keluarga Ed tidak setuju. Aku akan membuat Ed di tendang dari jabatannya dalam militer


Gumam Laura sambil mengepalkan kedua tangannya di samping


" Selamat Sore semuanya! "


Suara Ed membuat orang - orang yang berkumpul disana seketika menoleh secara bersamaan ke arah Ed


" Ed kamu sudah pulang sayang? "


Seorang wanita paruh baya dengan senyum lembut menyambut kedatangan sang pria, dia pun mendekati Ed dan memeluknya erat


" Bagaimana kabar ibu? "

__ADS_1


" Ibu baik - baik saja sayang. Sepertinya kamu terlihat lebih kurus? "


Maria memperhatikan Ed dengan tangannya yang masih berada di tangan Ed


" Eh, siapa gadis cantik yang bersamamu ini? " Tanya Maria saat menyadari ada seorang gadis di belakang Ed


" Kenalkan bu, namanya Jingga. Dia kekasih ku " Kata Ed sambil kembali menghampiri Ji dan merangkulnya


" Namanya seperti tidak asing " Maria seakan berpikir. Hingga Ji menyapanya " Halo tante, nama saya Jingga " Katanya dengan sopan. Maria pun langsung mendekati Ji dan memeluknya " senang bisa bertemu dengan mu. Terlebih lagi, akhirnya dia menunjukkan kalau dia pria normal "


" Tentara ayah sudah pulang rupanya. Tapi kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu? Kami bisa saja menjemputmu di bandara! " Ayah Ed mendekat dan memberikan pelukan pada putranya. Dia terlihat gagah dan penuh wibawa


" Yah, aku hanya ingin memberikan sebuah kejutan pada kalian. Maka dari itu aku sengaja tidak memberitahukan kepulangan ku kali ini "


" Apa ini calon yang ingin kamu perkenalkan pada kami? Ternyata ada juga ya gadis yang bisa meluluhkan hatimu dan mengalihkan perhatianmu dari militer? " Sikap Ayah Ed terlihat begitu lembut dan hangat kepada Ji yang baru ditemuinya , berbeda dengan Ed yang akan bersikap acuh tak acuh terhadap orang baru


" Iya yah, namanya Jingga Riani Putri "


Ed menyebut nama lengkap Ji tanpa menyebutkan nama keluarganya. dia berharap orang tuanya sadar siapa Ji


" Apa dia anak Yudha? "Ed mengangguk mendengar pertanyaan sang ayah


" Ternyata kalau jodoh tak akan kemana. Ayah dan Yudha berniat menjodohkan kalian. Tapi kalian sudah lebih dulu menjalin hubungan. Hahaha "


" Jadi ayah tahu siapa Jingga? Baguslah kalau begitu. Jadi aku tidak harus mengikuti rencana gila om Yudha! "


Kata Ed dengan senyum sinis


" Orang itu, semakin tua malah semakin kejam saja. Dia pasti ingin mengerjaiku dan ibumu. Jika aku tidak mengingat nama ketiga anaknya, bisa - bisa dia menghancurkan perusahaan ku begitu saja hahaha " Ayah dan anak itu saling terbahak


Ji dan Maria terlihat bingung melihat sikap ayah dan anak ini.


" Apa yang kalian bicarakan antara ayah dan anak? Kenapa sepertinya seru sekali? Hei Ed? Apakah ini calon istrimu? " Kata Mario yang muncul dari balik keramaian keluarga bersama dengan istri cantiknya


" Hai om lama tidak bertemu " Ed menyapa dan memeluk Mario


" Perhatian - perhatian.. Jendral muda kita kali ini kembali dengan membawa calon istrinya.. Kemari cantik, siapa namamu? "Mario mengumumkan kepada semua keluarga dan seketika Ji tersipu malu, wajahnya berubah menjadi sangat merah

__ADS_1


" Saya Jingga om "


Kata Jingga dengan senyum lembut, dibalik itu Laura semakin geram karena keluarga Ed menyambut Ji dengan baik. Matanya memancarkan kemarahan dan kelicikan


" Nama yang cantik, seperti nama dari putri sahabatku " Mario terlihat berpikir


" Sudah - sudah, kalian teruskan saja acaranya. Aku akan mengajak Ji naik ke lantai atas agar dia bisa istirahat. Perjalanan kami sungguh melelahkan "


Katanya sambil menggandeng Ji berjalan ke lantai atas


Maria masih menatap tak percaya pada sikap putra semata wayangnya yang selama ini tidak pernah bersikap lembut pada wanita, kini bisa sangat lembut memperlakukan Ji


" Tuan Jendral, apa tidak masalah jika kita meninggalkan keluargamu begitu saja "


Tanya Ji khawatir sambil sambil berjalan ke lantai atas


" Tenang saja, tidak akan terjadi apapun. Kurasa orang tuaku juga tidak masalah denganmu! Ternyata ayahku masih mengingatmu, meskipun sudah lama tidak bertemu. Dia tahu identitas mu sebenarnya "


Ed menjelaskan sambil tersenyum lembut


" Benarkah? Apa ayahmu tidak masalah denganku? " Ed menggelengkan kepala perlahan samabil berkata


" Tidak, tadi ayahku malah tertawa setelah mendengar namamu. Ayah bilang kalau jodoh tak akan kemana. Sebelumnya ayah dan ibu ingin menjodohkan kita, ternyata kita sudah menjalin hubungan terlebih dulu sebelum mereka memperkenalkan kita berdua. Semoga hubungan kita selalu berjalan lancar, "


" O iya Ed, apa hubungannya kamu dengan Laura itu? Sepertinya dia menyukaimu! "


Ji sedikit curiga pada gadis itu


" Kami tidak memiliki hubungan apapun. dia hanya anak dari teman ayah dan dia sering datang kemari bersama ayahnya. Tapi kamu tenang saja my queen, karena aku tidak memiliki perasaan apapun padanya "


" Dan lagi,,, hatiku ini terlalu kecil, hanya cukup untuk namamu seorang. Sudah tidak ada lagi tempat untuk gadis lain "


Ed menggoda Ji dan berakhir mendapatkan dengan cubitan di pinggangnya dari Ji


" Aw!! Ini sebuah KDRT my queen "


" Huh,, Kamu selalu saja bermulut manis Jendral "

__ADS_1


__ADS_2