
Keesokan harinya
Ed sudah menunggu di apartemen Ji untuk mengantarkannya ke kantor. Sambil menunggu Ji dia memainkan tablet miliknya.
" Apa yang membuatmu begitu serius memainkan tablet? " Ji tiba - tiba masuk ke dalam mobil tanpa Ed sadari
" Ech tidak ada, hanya sedikit memeriksa perusahaan saja! "
Katanya sambil tersenyum. Ji mengernyitkan dahi mendengarnya
" Perusahaan siapa? Apa milik keluargamu? "
Aku memiliki beberapa saham di perusahaan besar. Termasuk di perusahaan keluargaku "
Ed mulai menjelaskan sambil menjalankan mobilnya
" Jadi selain sebagai Jendral muda, kamu juga seorang pengusaha? Ternyata tuan Jendral ini juga berjiwa bisnis ya? " Ji tersenyum menggoda Ed
" Sudahlah, berhenti menggodaku terus! O iya bagaimana dengan Vio? Apa adik manja mu itu jadi melamar pekerjaan sebagai orang biasa? "
" Entahlah, sepertinya jadi. Dia telah sibuk menulis CV semalaman dan katanya akan segera mengirimkannya " Kata Ji sambil mengangkat bahu
" Apa kamu yakin, kalau dia bisa? " Tanya Ed merasa tidak yakin
" Entah. Dia itu manja tapi juga pintar, untuk perkerjaan apapun aku yakin dia bisa. Sayangnya kalau untuk jadi orang biasa,,, sepertinya akan sulit, karena dia orang yang punya pendirian dan tidak akan mudah diatur oleh siapapun " Ji menjelaskan pada Ed
" Semoga saja dia bisa melakukannya dengan baik! "
*****
Yudha, Gina beserta Hendri sudah tiba dirumah sakit untuk menjemput Biru dan Mili.
" Biru, Mili, apa kalian sudah siap untuk pulang? " Tanya Gina lembut
" Iya mih. Kami sudah siap untuk pulang "
" Kalau begitu kita tunggu dokter untuk melakukan pemeriksaan terakhir padamu "
Yudha menimpali dengan lembut
Ceklek
Krieet
Terlihat Ed dan Ji dari balik pintu
" Apa kalian sudah siap pulang? "
Tanya Ji lembut
" Tentu saja, kami sedang menunggu dokter " jawab Biru
__ADS_1
" Paman Hendri kenapa tidak panggil dokter kemari? " Tanya Ji pada Hendri
" Baik nona. Saya akan memanggil dokter kemari " Hendri berjalan keluar ruangan Biru
" Pih setelah dari JB Companies aku dan Ed akan berangkat ke negara A "
" Tentu, kalian bisa gunakan pesawat pribadi papi "
" Terimakasih pih "
" Terimakasih om "
Tok tok tok
Ceklek
" Tuan, dokternya sudah datang! "
Kata Hendri yang datang bersama dokter
" Biar saya periksa terlebih dahulu "
Dokter pun langsung memeriksa Biru
" Keadaannya sudah lebih baik tapi anda harus menggunakan kursi roda untuk sekarang ini. Perlahan kita akan melakukan terapi untuk kesembuhan kaki anda, anda harus melakukan terapi setiap 2 minggu sekali " dokter menjelaskan setelah memeriksa Biru
" Baiklah kami mengerti dokter! "
Dokterpun menganggukkan kepala dan tersenyum " Permisi saya tinggal dulu. Selamat pak Biru, anda sudah bisa pulang! "
" Baiklah kita bersiap meninggalkan rumah sakit " dan semuanya mengangguk. Mili mulai membereskan barang milik Biru.
" Semuanya sudah selesai " katanya sambil tersenyum
Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal, mereka meninggalkan rumah sakit
" Bi aku minta maaf, aku tidak bisa ikut mengantarmu pulang kerumah. Aku akan ke JB Companies lalu berangkat ke negara A " wajah Ji seketika sedih saat mengatakannya
" Tidak apa Ji. Kamu harus jaga diri. Ed aku titip adikku. Kamu harus menjaga dia dengan baik "
" Tentu Bi. Aku pasti akan menjaga Jingga. Kalian tidak perlu khawatir "
Ed dan Ji bergegas ke JB Cimpanies dan yang lainnya ke rumah Biru
Ed berkendara dengan kecepatan normal. Setelah beberapa lama mereka tiba di JB Companies. Ed menunggu di dalam mobil dan Ji langsung menuju ruangannya untuk menemui Bina dan Adel.
Ji berjalan dengan anggun dan elegan menuju ruangannya. Setelah dia mendekati lift dia melihat ada dua orang karyawan yang sedang berbicara, salah satunya terlihat seperti karyawan baru
" Atasan kita itu seperti apa orangnya? Katanya mantan model ya? " Kata karyawan baru dengan polosnya
" Atasan kita itu seperti iblis berwujud seorang bidadari. Memang dia cantik, tapi dia itu kejam. Dia tidak pernah pandang bulu dalam mengambil tindakan. Dia juga tidak akan segan - segan menghancurkan orang yang berani mengganggunya " jawab karyawan lama
__ADS_1
"Itu bagus dong. Jadi dia pandai dalam mengambil sikap. Dan juga bersifat tegas dan tidak mudah di injak - injak"
Jawab karyawan baru, Ji mendengarkan mereka dan tersenyum
" Bagus sih bagus tapi menyeramkan juga kalau berada disekitarnya. Sedikit saja melakukan kesalahan, maka hukumannya seperti masuk neraka "
Kata karyawan lama dengan sikap melebih - lebihkan.
" Ehem,,ehem,, "
Ji berdehem di belakang mereka kemudian tersenyum melewatinya menuju lift
" Bu Jingga... " karyawan lama menyapa dengan tersenyum canggung. Ji menganggukkan kepala dengan senyum sinis
" Rupanya kamu bisa menilaiku dengan baik. Karena kamu sudah mengenalku dengan sangat baik, maka jagalah kinerjamu agar tidak masuk ke dalam neraka " Ji menasehati sekaligus memperingatkan dengan nada yang begitu dingin dan senyum sinis
" Ba,, baik bu. Maafkan saya " Karyawan itu tertunduk tak berani menatap Ji sedangkan sang karyawan baru tampak memandangnya bingung
" Kamu karyawan baru? Saya Jingga, semoga kamu bisa bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan saya " Katanya dengan senyum penuh makna kepada karyawan baru
" Baik bu. terimakasih " Karyawan baru itu mengangguk sopan kepada Ji. Ji menaiki lift dan menuju ruangannya
Ting
Tibalah dia dilantai ruangannya dan setelah berjalan tidak jauh dari lift terlihat Adel sedang duduk di meja kerjanya yang berada di depan ruangan Ji
" Adel, tolong masuk keruangan ku sebentar! " Kata Ji begitu tiba di meja kerja Adel
" Baik Ji " Adel berdiri dan mengikuti Ji dari belakang
" Del, kamu masih harus mengurus perusahaan ini sendiri. Aku akan ke negara A untuk sementara waktu "
" Apa kamu akan pulang kerumah orang tuamu? Kamu sudah siap mengambil alih usaha mereka? " Tanya Adel sedikit ragu
" Tidak, aku akan menemui keluarga Ed. Jadi kutitipkan perusahaan ini padamu. Aku tidak ingin ikut campur urusan pribadimu, tapi kapan kamu akan menyelesaikan masalah keluargamu. Apa hanya karena mereka akan menjodohkan mu dengan pria yang tidak kamu kenal, kamu terus saja melarikan diri dan tidak ingin kembali? " Ji yang telah duduk di kursi kerjanya berkata dengan tenang
" Aku masih belum siap menemui keluarga ku. Dulu aku menolak karena aku menyukai pekerjaan sebagai manajer artis. Kini aku tidak ingin pulang karena aku ingin selalu bekerja denganmu. Aku belajar banyak darimu Ji. Aku masih ingin belajar menyelesaikan masalah sepertimu "
" Hahaha,,, Jika itu masalahnya, kamu masih bisa tetap bekerja denganku meskipun kamu pulang kerumah orang tua mu " Ji terbahak mendengar alasan Adel
" Bolehkah Ji? Aku masih bisa terus bekerja denganmu? " Adel terlihat sangat antusias
" Tentu saja. Lagi pula belum tentu aku bisa menemukan asisten lain yang lebih cekatan dari kamu. Jadi aku tidak akan melepaskan mu begitu saja " Ji berkata sambil tersenyum
" Terimakasih Ji, karena telah mempercayaiku "
" Bagaimana dengan keluarga Sukmajaya dan Hardi? "
" Tentu semua berjalan sesuai rencana, Hardi dan keluarganya juga keluarga Sukmajaya keluar dari rumah itu dan jadi gelandangan. Entah mereka pergi kemana. Perusahaan Hardi di urus oleh anggota dewan dibawah nama perusahaan kita. Jadi kita hanya perlu mengawasi mereka. Sebelumnya pak Sukmajaya memohon kepada Bina untuk ikut bersamanya, namun Bina sama sekali tidak menghiraukan mereka " Jawab Adel dengan senyum tipis diwajahnya
" Bagus aku cukup puas mendengarnya. Kalau begitu aku harus pergi sekarang, Ed sudah menunggu ku di bawah. Laporkan padaku jika ada sesuatu yang penting! " Kata Ji sambil berlalu dari hadapan Adel
__ADS_1
" Tentu, hati - hati dalam perjalanan mu! "
Ji hanya melambaikan tangan mendengar perhatian Adel