Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Masa lalu Gina


__ADS_3

Yudha menggenggam tangan Gina dengan erat dan mencoba menghiburnya " Itu semua masa lalu, sekarang kamu sudah memiliki kami sebagai kebahagiaan mu, sayang " Katanya lembut


" Iya, aku tahu. Dulu aku merasakan begitu banyak kepahitan. Kini aku memiliki begitu banyak kebahagian bersama kalian disisiku " Kata Gina dengan suara sendu dan mata yang mulai berlinang air mata


Gina menceritakan masa lalunya pada putra putri mereka dengan derai air mata dan tangan Yudha yang menjadi penguat untuknya menceritakan semuanya


" Aku dibesarkan oleh keluarga Atmaja yaitu keluarga ayahku. Setelah ayah dan ibu bercerai. Aku sangat jarang bertemu dengan mama. Kakek Atmaja seorang pengusaha terkemuka dan Ayah seorang tentara. Nenek yang tinggal denganku bukanlah nenek kandung, melainkan nenek tiriku" Gina tertunduk saat menceritakannya


" Nenek Arin selalu bersikap kurang baik padaku, bahkan sangat jahat karena dia tidak menyukai mama. Apalagi saat kakek dan ayah tidak ada dirumah. Dia akan selalu memarahiku dan kembali bersikap baik lagi ketika kakek pulang. Aku tidak pernah memberitahukan pada mama mengenai perlakuan nenek Arin. Karena meskipun nenek jahat padaku, aku masih memiliki kakek yang sangat menyayangi ku.. hiks hiks hiks.... " Gina bercerita dengan derai air mata


" Kakek telah menjodohkan ku sejak kecil dengan anak dari temannya yang bernama Riko. Aku harus selalu bersama dengannya. Mulai dari sekolah, bermain. dan jalan - jalan. Setiap waktuku harus selalu dihabiskan dengannya karena alasan kami telah dijodohkan dan akan jadi pasangan dimasa depan. Aku harus selalu bersikap baik dan perhatian padanya hingga aku mulai terbiasa dengan itu. Kami pun tumbuh bersama."


" Hingga saat aku menginjak usia remaja, kira - kira saat umurku menginjak usia 15 tahunan. Ayah membawa pulang seorang wanita dan anak gadis seumuranku, Namanya Riska dan anaknya Siska, katanya dia adalah anak ayah yang tidak diketahui. Ayah melakukan kesalahan ketika masih bersama dengan ibu. Dan Riska membesarkannya diluar negri. Riska kembali meminta pertanggung jawaban ayah karena mendengar ayah dan ibu telah bercerai.. "


" Hidupku semakin berantakan setelahnya. Nenek Arin yang merupakan teman lama dari ibunya Riska selalu membela Riska dan mendukungnya untuk bersikap buruk padaku. Agar hanya Siska yang baik dimata semua orang sebagai penerus Atmaja.


Aku berteman baik dengan Siska, karena didepanku, siska akan bersikap lembut dan baik hati, layaknya seorang teman dan adik, tanpa ku ketahui dibelakangku dia berusaha menjelekkan ku dan terus saja memfitnah ku

__ADS_1


Mereka selalu bersikap tidak adil padaku dan terus membela Siska. Bahkan mereka memberikan obat yang membuatku kehilangan akal sehatku. Perlahan lahan aku selalu berhalusinasi dan bersikap aneh. Hingga mereka memiliki alasan untuk membuatku masuk ke rumah sakit jiwa selama hampir 2 tahun.. hiks.. hikss hikss" Air mata sudah membanjiri mata Gina. Yudha terus menghapus air matanya dan menggenggam tangannya


" Setelah aku keluar dari rumah sakit jiwa, rumahku pernah dikatakan ada pencuri dan ketika pencuri itu hendak melukaiku dengan belati, Siska mendorong ku sehingga dia yang terluka. Karena hutang budi itu, aku harus selalu mengalah padanya. Bahkan Riko pun harus aku berikan padanya. Dia melakukan segala cara untuk mendapatkan Riko termasuk memfitnahku dihadapannya. Sehingga Riko mulai simpati dan jatuh cinta pada Siska dan membatalkan pertunangan kami "


" Hingga suatu hari aku mengetahui bahwa gaun baruku yang belum pernah dipakai dan akan ku berikan padanya untuk pesta telah robek, aku melihat dia merobeknya dan dia berkata aku yang merobeknya, karena aku tidak ingin dia memakai gaun baru itu. Dari situlah aku tahu kalau alasan semua orang mulai membenciku adalah Siska. Akupun memutuskan keluar dari rumah keluarga Atmaja


" Ku kira semua akan berakhir disitu. Ternyata tidak, mereka terus saja menggangguku. Mereka meminta saham perusahaan Atmaja milikku. Karena Siska telah berhasil memiliki Riko, mereka ingin aku menikahi pria yang seharusnya dijodohkan dengan Siska agar perusahaan tetap stabil karena orang itu merupakan anak dari keluarga terpandang yang bisa menjadi investor tetap perusahaan. hiks.. hiks.. hiks.. "


" Dari situ aku memberontak, aku melukai bahuku dengan pisau agar mereka tidak selalu mengungkit hutang budiku pada Siska dan aku menikahi Yudha yang sebelumnya ingin kakek Dirga jodohkan denganku, ayah dari mama Gadis. Kami memang tidak saling kenal meskipun aku bekerja diperushaan miliknya, tapi dia tinggal diluar negri. Hanya saja. Kakek Yudha dan kakek Dirga merupakan teman baik. Yudha selalu memperlakukan ku dengan sangat baik dan lembut. Rasa kehilangan yang pernah dia alami dan penderitaan ku membuat dia bertekad untuk selalu melindungiku


" Gina yang dulu adalah gadis pendiam dan juga penurut. Tapi setelah bersama Yudha aku berubah jadi wanita yang lebih berani dalam mengambil sikap "


" Aku tidak peduli orang mau mengatakan aku kejam atau berhati dingin. Yang pasti aku inginkan hanyalah melindungi orang - orang yang aku sayangi. Bagaimana pun caranya "Gina bercerita dengan air mata yang tak berhenti menetes


" Karena itu kami mengajari kalian agar pandai dalam mengambil sikap. Kami tidak ingin kalian memgalami apa yang mami kalian alami. Kami tidak ingin kalian kalah atupun mengalah. Kalian harus bisa membalas orang - otang yang menindas kalian. Kami tidak ingin kalian di tindas. Tapi kami juga tidak ingin kalian menyakiti orang yang tidak bersalah. "


Kata Yudha dengan tatapan dinginnya

__ADS_1


" Lantas pih dimana mereka? Kami tidak pernah mendengar berita mengenai orang - orang yang menyakiti mami? " Tanya Vio


" Mereka sudah tidak ada. Nyonya Arin meninggal setelah terkena struk. Riska meninggal setelah mengalami kecelakaan bersama Siska. Dan Siska terakhir dirawat dirumah sakit jiwa. Riko, setelah sekali melihatnya menjadi petugas parkir. papi tidak pernah lagi mendengarnya. Kakek Budi meninggal saat menjalankan misi kemiliteran " Jawab Yudha dengan tenang


Jingga yang mendengar kalimat terakhir Yudha, langsung menoleh pada Ed. Ed mengerti dengan kekhawatiran kekasihnya ini.


Dia pun menatapnya dengan senyum lembut dan berkata


" Kamu tidak perlu khawatir.Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Sudah ku katakan sebelumnya. Kemarin adalah misi terakhirku, dan mulai saat ini aku akan jadi tentara biasa yang hanya akan meninggalkan mu pergi kepangkalan militer saja. Jadi kamu tidak perlu memikirkan apapun! "


Jingga tersenyum mendengar penjelasan dari Ed..


" Aku juga ingin membuat sebuah pesta pernikahan yang meriah untukmu, agar semua orang tahu kalau kamu adalah gadis pilihanku! "


" Kalian akan menyelenggarakan pesta setelah Biru sembuh. Sebelum itu, tidak boleh! " Kata Yudha dengan tatapan dingin dan Biru membela Jingga


" Tidak apa pih. Biarkan Ji menyelenggarakan pesta pernikahan mereka lebih dulu Aku dan Mili masih memiliki masalah yang belum kami selesaikan dengan nyonya Sandra, ibu tiri Mili"

__ADS_1


__ADS_2