
" Benarkah mereka berdua adalah kakakmu? Bagaimana bisa tidak ada yang tahu mengenai identitas asli mereka? "
Tanya Leo dengan wajah terkejut dan tak percaya
" Tentu saja! Nama lengkap kak Ji adalah Jingga Riani Putri Kusuma. Dulu dia seorang model, namun karena ada orang jahat yang mencelakainya dan menyebabkan cacat pada kulitnya, sehingga dia memutuskan untuk berhenti jadi model dan terjun ke dunia bisnis. Itu adalah berita bahagia sekaligus menyedihkan. Sedangkan kak Biru memiliki nama lengkap Biru Anggara Putra Kusuma. Kak Bi juga saat ini sedang sakit dan harus menggunakan kursi roda. Mereka menghilangkan nama Kusuma karena ingin mendapat pengakuan sendiri dari dunia luar. Mereka tidak mau jika dikatakan mondompleng nama papi. Karena itulah mereka menyembunyikan identitas asli mereka "
" Sama sepertimu? Kamu juga menghilangkan nama Kusuma di bagian belakang namamu agar tidak ada orang yang dapat mengenalimu , Iya kan? "
Leo tersenyum lembut sambil menyentuh sedikit ujung hidung Vio
" Benar, tapi karena aku selalu ikut papi dan mami dalam acara perjamuan bisnis, jadi orang - orang bisa mengenal ku dengan mudah daripada kak Bi dan kak Ji. Dan itu menyulitkanku dalam bergaul, karena semua orang akan takut untuk menunjukkan wajah aslinya dihadapanku. Mereka akan bersikap sangat baik dihadapanku "
" Lalu yang kamu maksud kak Rian itu, dia direktur Rian kan? "
" Benar. Dia juga memiliki niat lain mendekatiku. Dia ingin menikah dengan ku dan menggunakan nama keluarga Kusuma untuk menaikkan harga saham dan kepercayaan klien mereka "
" Ternyata itu yang dia rencanakan. Tapi,,, bagaimana dia bisa tahu identitas mu? "
Tanya Leo yang heran
" Dia adalah temannya Biru, aku tidak tahu kalau dia adalah putra keluarga Sanggara. Jadi aku memasukkan lamaran kerja ku ke perusahaannya "
" Lantas, apa yang kakakmu rencanakan? "
" Entahlah. Aku tidak pernah bisa menebak rencana kak Ji "
Jawab Vio dengan pandangan sekan menerawang
\=\=\=\=\=\=\=\=
" Bi, sepertinya kamu harus segera memesan mobil sport keluaran terbaru untukku! Karena kali ini aku benar, Rian memang memiliki niat tak baik pada Vio "
Kata Ji yang kini sedang menghubungi Biru
" Apa kamu sudah punya buktinya Ji? "
" Tentu saja. Aku mengatakan ini padamu karena aku sudah yakin. Kini, kamu mau bermain dengan ku atau aku main sendiri? "
" Kamu main sendiri saja. Aku akan jadi penonton ketika dia jatuh "
" Baiklah. Bi bagaimana urusanmu dengan bu Sandra itu? Sepertinya kamu terlalu lama bermain dengannya. Buang - buang waktu saja! "
" Kamu tenang saja. Perusahaannya kini sudah mengalami kemunduran. Aku akan segera mengambil alih perusahaan itu dan memberikan kejuatan "
" Kejutan? Apa kamu memiliki sesuatu yang menyenangkan? "
Ji terdengar sangat penasaran
" Tentu saja. Kamu bisa datang langsung ke perusahaan Anggara milik meluarga Mili. Kita akan bertemu disana sebentar lagi! "
__ADS_1
" Baiklah. Aku akan bersiap untuk pergi kesana. Sampai jumpa nanti! "
Bi dan Ji mengakhiri panggilan teleponnya .
Kemudian Ji bersiap untuk pergi ke perusahaan Anggara milik Sandra. Hari ini Ji sudah mulai berlibur dari JB Companies jadi dapat dengan bebas pergi kemana saja "
Diperusahaan Anggara sedang diadakan rapat yang membahas anjloknya harga saham mereka. Dan akan segera dinyatakan bangkrut
" Bu Sandra, bagaimana dengan ini? Apa anda tidak memiliki rencana untuk menyelamatkan perusahaan ini? "
" Benar, jika anda tidak mengambil tindakan hingga besok, maka perusahaan ini akan disita bersama harta benda yang anda miliki untuk menutupi hutang - hutang perusahaan kita pada bank "
Anggota dewan saling mengeluarkan pendapat dan menyudutkan Sandra
" Baiklah, aku mengerti. Aku akan berusaha mencari bantuan lain untuk mendapatkan uang. Rapat ini kita sudahi sampai disini saja! "
Semua anggota rapat mulai meninggalkan ruang rapat
"Bagaimana aku bisa mendapatkan uang yang banyak dalam waktu 1 hari? "
Sandra terlihat sangat bingung dan memegangi kepalanya karena merasa pusing
" Sepertinya anda sedang mengalami kesulitan yang cukup berat bu Sandra? "Kata Mili yang datang dengan mendorong kursi roda Biru, dia berkata dengan senyum tersungging di bibirnya
" Kamu? Ada perlu apa kamu disini? Sepertinya kamu sendiri yang berkata tidak ingin terlibat dengan masalah perusahaan ini? " Kata Sandra dengan senyum sinis
Sandra menunjuk Biru dan terlihat berpikir
" Apa kamu sudah melupakan ku, mama Emili? Lebih tepatnya mama tiri Emili "
Kata Biru dengan santainya
" Owh iya, aku baru ingat. Kamu adalah Biru, pria yang dekat dengan Emili. Sekarang kamu cacat ya, jadi Emili meninggalkanmu? hahaha "
Sandra tertawa mengejek Biru
" Emili tidak pernah meninggalkanku. Tentu dia selalu ada di sampingku "
Biru tersenyum tipis
" Jika memang dia selalu setia padamu. Maka dimana dia saat kamu sakit seperti ini. Oops lebih tepatnya cacat! hahaha "
" Tentu saja aku ada disini mama. Apa mama tidak bisa mengenali putrimu sendiri? "
" Kamu? Emili? tidak mungkin! "
Sandra terlihat sangat terkejut dan tak percaya
" Iya mama. Ini aku, Emili yang paling mama sayangi karena bisa jadi boneka mama, sekaligus Emili yang mama benci karena mengingatkan mama pada papa dan ibu kandungku "
__ADS_1
Mili tersenyum manis dan Sandra gemetar ketakutan
" Jadi kamu Mili? Rupanya kamu sengaja mengubah wajahmu untuk. bisa membalasku? Anak haram tak tahu diri dan pria cacat. Kalian memang pasangan serasi "
" Anda ini, bukannya bersikap baik pada mereka, tapi masih saja bersikap sombong. Padahal mereka bisa membantu anda dalam menghadapi masalah yang anda hadapi "
Biru, Mili dan Sandra menoleh pada sumber suara yang datang dari belakang Biru
" Siapa kamu? "
" Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Lagipula urusanmu bukan dengan ku, tapi dengan mereka. Harusnya kamu memohon padanya agar bisa membantumu melewati krisis, apa kamu tidak tahu kalau Taeson Elektronik sedang berada dipuncak kejayaan? "
Kata Jingga yang langsung duduk di salah satu kursi. Sandra terdiam seakan berpikir
" Aku tidak sudi memohon pada mereka berdua "
" Kalau begitu, kamu harus siap - siap angkat kaki untuk tinggal di jalanan "
Sandra terlihat sangat kesal dan dia berdiri mendekati Biru
" Pria ini, pria tidak berguna yang hanya bisa duduk dikursi roda. Bagaimana mungkin dia akan berhasil menjadi pebisnis sukses. Dia hanya akan menjadi pebisnis cacat selama - lamanya "
Sandra berkata dengan nada sinis
" Jangan merendahkan orang seperti itu. Anda belum tahu kemampuan pria cacat ini seperti apa. Meskipun kaki saya cacat, tapi saya masih memiliki tangan untuk saya gunakan. Bahkan dengan hanya menjentikkan jari tangan ku saja, kamu bisa hancur saat ini juga "
Biru tersenyum tipis dan bicara dengan santai
" Kamu? Apa yang bisa kamu lakukan jika aku seperti ini pada kakimu?
Buk buk buk
Bahkan kakimu tidak merasakan apapun! hahaha "
" Mama! Hentikan! "
Mili berusaha menghentikan Sandra yang kini memukul dan menarik kaki Biru dengan cara menahan tangan Sandra
" Biarkan saja Mili. Aku ingin tahu seberapa kuat ibu tirimu ini "
Biru berkata dengan tenang dan senyum tipis kemudian dia bangkit dari kursi rodanya
Dug
" Ah!! "
Biru menendang Sandra hingga dia jatuh ke belakang
" Waah pertunjukan yang menarik! "
__ADS_1