Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
pernikahan Biru dan Mili


__ADS_3

Keesokan harinya Mili sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dokter sudah memeriksanya dan memberikan wejangannya untuk Mili. Mereka bergegas meninggalkan rumah sakit setelah semua barang Mili sudah selesai dirapikan.


" Bi, kita mau kemana? Apa kamu sudah memesankan hotel untukku? "


Tanya Mili karena dia tidak tahu kemana Biru akan membawanya


" Kamu tenang saja. Karena semua sudah aku atur! "


Biru berkata dengan tenang dan senyum yang menawan


Setelah berkendara cukup lama mereka akhirnya tiba di kantor KUA


" Bi, kenapa kita kesini?


Ini kan gedung KUA?


apa yang akan kita lakukan disini? "


Wajah Mili terlihat sangat terkejut dan juga penasaran


" Tentu saja kita disini untuk menikah. Apa lagi? "


Jawab Biru dengan sedikit menggoda Mili


" Kamu jangan bercanda Bi. Ini bukan hal yang bisa dibuat main - main "


" Tentu saja aku serius. Memangnya siapa yang sedang bercanda? "


Mili masih menatap Biru tak percaya


" Sudahlah, ayo kita masuk. Ji dan yang lainnya sudah menunggu didalam "


Biru keluar mobil lebih dulu, kemudian membantu Mili membukakan pintu mobil. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan menuju ke gedung KUA. Tangan Mili yang dipegang Biru, tiba - tiba terasa dingin dan gemetar


" Tidak perlu tegang seperti itu. Sebentar lagi kita akan jadi pasangan yang sah "


Biru mencoba menenangkan sambil berjalan memasuki gedung


" Apakah keluarga mu tidak masalah Bi jika kamu menikah denganku? "


Mili terlihat ragu - ragu saat ini


" Apa yang harus dipermasalahkan? Kita berdua sama - sama saling menyayangi. Itu yang terpenting menurut papi dan mami "


Mili pun menganggukkan kepala mengerti.


Betapa terkejutnya Mili ketika tiba di dalam ruangan, ada banyak orang yang telah menunggu mereka untuk menjadi saksi. Semua berkumpul disana. Papi Yudha, Mami Gina, Vio, Ji dan Ed juga bi Marni


" Bi bagaimana semua orang bisa berkumpul disini? "


Mili menatap Biru tidak percaya

__ADS_1


"Aku memberitahukan pada semuanya kalau kita akan menikah hari ini. Jadi papi, mami dan Vio langsung berangkat menggunakan jet pribadi kemarin "


Flash bach sehari sebelumnya


" Hallo pih "


Disaat Mili sedang tidur, Biru menghubungi Yudha


" Hallo Bi, Bagaimana kabarmu dan adikmu? "


" Aku dan Ji baik - baik saja pih. Pih,,, besok,,,, Mili keluar dari rumah sakit, aku ingin menikah dengannya besok! "


Yudha terdiam beberapa selama saat


" Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu? "


Tanya Yudha dengan serius


" Tentu pih. Aku tidak ingin menunda lebih lama lagi "


" Baiklah, papi dan mami akan berangkat sore ini menggunakan jet pribadi. Jadi nanti malam papi akan tiba disana "


" Benarkah pih? "


pih kenapa Ed dan Ji tidak menikah bersamaan saja? "


" Tidak. Biarkan Ed membawa Ji bertemu dengan tante Maria terlebih dahulu. Baru mereka akan menikah "


Flash back off


" Apa mempelainya sudah siap? "


Kata penghulu yang datang menghampiri ketika waktunya tiba untuk mereka menikah


" Iya pak, kami sudah siap! "


Bi berusaha tenang


" Bagaimana dengan wali dari mempelai wanita? "


Tanyanya lagi


" Maaf pak, kami ingin menggunakan wali hakim. Ayahnya sudah meninggal dan dia juga tidak memiliki saudara laki - laki lagi "


Penghulu menganggukkan kepalanya mengerti


" Baiklah, kalau begitu kita mulai saja. Silahkan duduk disini! Siapa nama lengkapmu dan nama mendiang ayahmu? "


Tanya penghulu pada Mili


" Nama saya Emiliana Andara, ayah saya Andrew Anggara "

__ADS_1


Mili menjawab dengan tenang dan penghulu menulis apa yanh dibutuhkan untuk buku nikah


" Nama kamu? "


Penghulu beralih kepada Biru


" Biru Anggara Putra Kusuma "


Jawab Bi dengan penuh wibawa


" Mas kawin yang digunakannya? "


Kata penghulu lagi


" Satu set perhiasan berlian "


Biru mengambil kotak perhiasan yang didalamnya terdapat satu set perhiasan berupa cincin, anting, gelang dan kalung bertahtakan berlian, yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Jingga


" Baiklah. Kita bisa mulai sekarang! "


Sang wali hakim menjabat tangan Biru kemudian mulai membaca ijab qabul. Terlihat semuanya mulai tegang dan panik terutama Mili


" Biru Anggara Putra Kusuma, saya nikahkan dan kawinkan saudara, dengan adinda Emiliana Andara Binti almarhum Andrew Anggara dengan mas kawin, satu set perhiasan berlian dibayar tunai "


" Saya terima nikah dan kawinnya Emiliana Andara binti almarhum Andrew Anggara dengan mas kawin tersebut, tunai! "


Biru melafalkan ijab qabul dalam satu tarikan nafas.


" Bagimana para saksi? Sah? "


Tanya penghulu


" Saaah!! "


Semua saksi menjawab dengan serempak


" Little girl setelah ini giliran kita "


Bisik Ed pada Ji dan sontak membuatnya terkejut


" Apa? Bukannya kita akan menikah di negara A setelah bertemu keluargamu? "


Ji yang terkejut membelalakan mata menatap langsung pada mata Ed


Ed terkekeh pelan melihat respon yang Ji berikan, lalu berkata " Iya, itu tidak akan lama lagi. Harusnya aku meminta restu papa dan mama saja secepatnya ya, supaya aku bisa segera menikah denganmu "


" Pak Jendral, apa orang tuamu akan menyukaiku? "


Tanya Ji dengan wajah penasaran


" Tentu saja. Karena kamu pemilik hatiku, mau tidak mau mereka harus setuju "

__ADS_1


__ADS_2