Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kamu sungguh menyeramkan my queen


__ADS_3

" My queen, perkenalkan ini dokter Mitha. Dia sokter disini dan juga orang yang telah merawatku "


Ed memperkenalkan dokter mitha pada Ji


" Saya Jingga, terimakasih karena telah menyelamatkan nyawa Ed "


Ji mengulurkan tangan dan berkata dengan senyum tipia dibibirnya


" Saya Mitha, itu sudah kewajiban saya untuk menolong pasien "


Mitha menyambut uluran tangan Ji


" Aku juga belum memperkenalkan mu pada para nelayan yang telah menemukan dan menolongmu. Ikutlah dengan ku biar ku kenalkan pada mereka! "


Dokter Mitha berjalan lebih dulu ke arah tepian pantai. Ed dengan dipapah oleh Ji mengikutinya dari belakang. Paul dan nelayan masih berkumpul ditepian panyai karena mereka masih tidak dapat melaut.


" Edward ini Paul. Dia yang pertama kali menemukanmu! Ini Sam, Ron..... "


Dr Mitha memperkenalkan para nelayan satu persatu


" Terimakasih karena anda semua telah menyelamatkan nyawa saya. Saya Letnan Jendral Edward Joseph Krisnajaya dan ini tunangan saya Jingga! "


" Sepertinya wajah kalian berdua tidak begitu asing bagiku. Tapi aku tidak tahu pernah melihat kalian dimana ya? "


Kata Salah seorang nelayan


" Mungkin kalian melihat wajahnya di internet atau mungkin majalah? Karena tunanganku ini mantan model! "


Jawab Ed dengan tenang


" Benarkah? Ach aku benar -benar penasaran. Aku harus memastikan terlebih dahulu "


Katanya lagi sambil mengeluarkan ponsel dan mulai mencari nama Jingga.


" Ketemu! Kamu benar, tunanganmu adalah mantan model yang sekarang jadi salah satu pebisnis muda berpengaruh itu "


Semua nelayan menatap pada satu nelayan itu yang tengah menjelaskan siapa Jingga. Jingga hanya tersenyum mendengarkan mereka berbicara. Kemudian Ji mulai bicara


" Benar saya Jingga Riani Putri Kusuma " Semua nelayah mulai berbisik mendengar nama Ji


" *Bukankah Kusuma adalah nama keluarga pebisnis ya? "


" Kamu benar. Kusuma adalah nama keluarga dari si Raja bisnis yang sangat jarang di beritakan. Ternyata kita bosa langsung bertemu dengannya "


" Pantas saja wajah dan penampilannya sangat elegan. Ternyata benar kalau dia bukan dari keluarga sembarangan! Aku sama sekali tidak ada apa - apanya jika dibandingkan dengannya* "


Gumam dokter Mitha dengan terus menatap mereka berdua.


" Kalian benar - benar pasangan yang luar biasa. Stu tentara dan satu lagi pebisnis "


Kata Paul. Ji dan Ed hanya tersenyum


" Terimakasih karena kalian semua telah menolong Ed. Kami berhutang budi pada kalian semua. Apa kalian memerlukan sesuatu? Anggap saja sebagai balas budi dari kami "

__ADS_1


Ji menoleh pada Ed. seakan meminta persetujuan. Dan Ed membalasnya dengan senyum yang bagitu ramah


" Apa kamu berusaha menghina kami dengan uangmu? " Kata dokter Mitha sinis


" Kenapa kamu berkata seperti itu?


Aku tidak bermaksud merendahkanmu atupun yang lainnya . Hanya saja, aku tidak tahu bagaimana harus membalas budi pada kalian semua..Sedangkan kami tidak mungkin akan berada terus disini "


Kata Ji dengan tenang namun terdengar dingin


" Saat ini kami tidak memiliki menara pemantau. Bisakah kamu membuatkan menara pamantau disini agar kami dapat dengan mudah memantau kapal yang sedang berlayar? "


Kata Paul pada Ji


" Tentu, apakah disini dapat ditemukan bahan untuk pembuatannya? "


" Iya ada,, disana! "


Seorang nelayan menunjukkan arah untuk membeli bahan bangunan


Ji melambaikan tangan dan memanggil salah satu pengawal


" Kamu pergi bersamanya membeli bahan bangunan untuk mereka membuat menara. Pilih semua bahan yang bagus, jangan sampai ada yang terlewatkan! Pakai ini untuk membayarnya! "


Perintah Ji dan memberikan sebuah kartu kredit gold untuk membayarnya


" Baik nona! "


pengawal itu bicara dengan sangat sopan dan patuh


"Belum, tapi kami sedang melakukan persiapan dan sebentar lagi akan menikah "


Ji dan Ed saling menoleh dengan tatapan mesra. Sedangkan Mitha tertunduk mendengarnya


" Owh, Maaf kami membiarkan kalian berdiri lama seperti ini. Duduk lah dulu disini! "


Kata Paul


" Terimakasih! "


Ji dan Ed duduk bersebelahan. Tak lama pengawal Ji kembali dari toko bahan bangunan


Tak lama pengawal itu kembali


" Nona, saya sudah membeli semua bahan yang dibutuhkan. Nanti mereka akan membawa semuanya kemari "


" Apakah sudah tidak ada masalah? "


" Tidak nona, semua sudah selesai! "


" Tuan Jendral, apa kita bisa pulang sekarang? ibumu sangatlah khawatir padamu "


" Tentu saja My queen! "

__ADS_1


" Nama panggilan diantara kalian ini sungguh sangat mesra y. Hahaha "


Paul terbahak mendengar Ed dan Ji saling memanggil


" Saya memang seorang Letnan Jendral. Hanya saja Ji selalu memanggil saya Jendral. Dia adalah pemilik hatiku, karena itu aku memnaggilnya ratu "


Kata Ed dengan senyum. Semua orangpun menatap kagum kepada mereka


" Sekali lagi saya ucapakan terimakasih pada kalian. Kami hanya bisa membalas budi dengan ini !"


Kata Ed seraya berdiri


" Kami juga berterimakasih karena kalian mau membantu kami untuk membangun menara pengawas. Semoga kalian selalu bahagian dan berhati - hatilah dijalan! "


"Baik. Kami permisi "


Ji memapah Ed menuju helikopter yang telah menunggu mereka


Nguing nguing nguing


Suara di timbulkan membuat mereka tidak dapat mendengar lagi apa yang dikatakan para nelayan ari kejauhan.


Wush wush


Angin kencang yang berasal dari baling - baling membuat pasir pun beterbangan... dua orang pengawal menemani mereka pulang untuk bertemu dengan keluarga mereka


" My queen mulai saat ini aku tidak akan meninggalkanmu! "


Kata Ed setelah masuk ke dalam helikopter dan mulai terbang...


" Berhentilah berjanji manis padaku. Sebelumnya kamu berjanji tidak akan membuatku menangis, tapi nyatanya, kamu malah membuatku menangisimu selama berhari - hari "


Ji berkata dengan nada bicara yang dingin dan ketus


" Honey, sayang, my queen, my princess itu bukan kemauan ku. Aku sama sekali tidak ingin mengalami kecelakaan itu. Yaa, tapi aku bersyukur karena mengalami kecelakaan "


Ji mengernyitkan dahi mendengar perkataan Ed


" Kenapa kamu bersyukur? Bagaimana jika sampai nyawamu melayang dalam kecelakaan itu? "


" Karena,,, dengan aku mengalami kecelakaan, aku jadi tahu sebagaimana berartinya aku bagimu. Dan aku tahu kalau kamu snagat peduli padaku "


Ed tersenyum menggoda Ji


" Dasar bodoh, sudah kukatakan sebelumnya, jika kamu meninggalkan ku maka aku harus mencari mempelai pria lain untuk menggantikan mu dan itu sangat merepotkan! "


Ji sama sekali tidak mau mengakui perasaannya kepada Ed secara langsung


" Owh,, jadi begitu,, lantas bagaimana jika ada calon lain yang bersedia menggantikan aku menikah denganmu? "


" Aku akan menghabisi dia supaya dia tidak bisa menjadi pengantin pria "


" Kamu sungguh menyeramkan my queen "

__ADS_1


Penerbangan mereka terus diwarnai dengan perdebatan antara sepasang kekasih yang lama tak bertemu.. Bukan bermesraan layaknya kekasih pada umumnya tapi ditunjukkan dengan sikap acuh tak acuh sang gadis dan bualan sang pria


__ADS_2