
Saat Leo berada didalam kantor dan supir juga pengawal lain sedang makan siang. Seorang pengawal mendekati mobil Leo dan dengan cepat dia memotong salah satu kabel rem mobil, tanpa ada seorang pun yang melihat.
Ketika jam pulang kantor tiba Vio hendak pulang bersama Leo seperti biasanya, namun Leo melarangnya
" Vi, sebaiknya hari ini kamu pulang sendiri ya. Aku tidak bisa mengantarmu pulang. Lagipula, kakakmu pasti telah menunggu dirumah "
Leo berkata dengan lembut sambil membelai rambut Vio
" Memangnya kenapa? Biasanya juga kak Leo mengantar ku terlebih dahulu. Lagipula aku tidak bawa mobil. Sungguh merepotkan jika aku harus menunggu taksi pada jam pulang kerja seperti sekarang "
Vio berkata dengan nada manjanya
" Tidak ada apa - apa. Hanya saja lebih baik kamu langsung pulang karena kakakmu pasti menunggu. Aku juga masih memiliki sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan "
" Tidak papa. Aku akan menunggu kak Leo sampai selesai. Kak Ji juga buka. anak kecil yang tidak dapat melakukan apapun sendiri. Malah dia bisa melakukan semua yang dia inginkan "
" Kamu ini sungguh keras kepala ya? Ya sudah, tunggu aku sebentar lagi "
" Oke "
Leo kembali melanjutkan pekerjaannya dengan beberapa dokumen yang harus ditanda tangani Vio kembali duduk di sofa menunggu Leo selesai dengan pekerjaannya
" Akhirnya selesai "
Kata Leo yang kemudian berdiri dan meraih jas yang di kaitkan dibelakang kursi
" Apa sudah selesai semua kak? "
Tanya Vio begitu melihat Leo berdiri
" Iya, sudah selesai. Ayo kita pulang! "
Ajak Leo yang kini mendekat ke arah Vio dan mengulurkan sebelah tangan
" Baik "
Vio berdiri dan menyambut uluran tangan Leo. Kemudian mereka berjalan dengan bergandengan tangan membuat semua mata karyawan lain memandang iri kepada mereka berdua
" *Mereka berdua sungguh pasangan serasi "
" Benar. Pak Leo pria yang tampan dan nona Vio gadis yang cantik. Aku sama sekali merasa kecil jika dekat dengan mereka "
" Apalah dayaku yang hanya karyawan biasa dengan wajah pas - pasan seperti ini "
" Tidak ada yang dapat menandingi pesona mereka berdua. Mereka begitu bersinar hingga menyilaukan mata saat berjalan bersama* "
Semua saling berbisik ketika Leo dan Vio melewati mereka
" Aku tidak mengerti kenapa mereka semua menatap ke arah kita dengan tatapan seperti itu? "
Vio bertanya pada Leo dengan suara kecil dan hampir berbisik
" Mungkin karena kamu cantik dan mereka iri " Jawab Leo dengan senyum
" Kurasa mereka iri bukan karena aku cantik. Melainkan karena aku bergandengan tangan dengan kak Leo "
" Entahlah. Mungkin juga "
Leo tidak memperpanjang pembicaraan mereka. Hingga akhirnya mereka tiba di luar gedung dan supir telah menunggu dengan pintu mobil yang telah dibuka
" Silahkan tuan muda, nona Vio "
Kata sang supir kepada Leo dan Vio
" Terimakasih "
__ADS_1
Supir berjalan kembali kearah pintu mobil depan dan duduk di depan kemudi
" Kita antar Vio kerumah barunya "
" Baik tuan muda "
Supir langsung menyalakan mesin mobil begitu mendapat perintah dari tuan mudanya. Dan berkendara menuju rumah baru Vio
Namun ketika setengah perjalanan dan melewati jalan menikung juga sedikit turunan. Ada sebuah mobil truk besar dari arah yang berlawanan berusaha melewati mobil didepannya, disaat yang bersamaan mobil yang Leo naiki lewat. Truk dan mobil Leo hampir bertabrakan
" Pak Awas! "
Leo berteriak dan pak sopir yang mencoba menghindari mobil truk membanting stir ke kiri mereka berhasil selamat dan kembali ke jalur namun
tek tek tek
" Ada apa pak? Kenapa mobilnya semakin kencang? "
Leo bertanya dengan panik, supir pun terlihat panik
" Tuan muda, remnya sama sekali tidak berfungsi! "
Jawab supir yang juga panik
" Kak Leo, apa yang terjadi? Bagaimana ini? Ini jalan menurun"
Tanya Vio yang hampir menangis
" Tenanglah, lepas sabuk pengaman dan kita lompat ke samping! Pak bersiaplah untuk lompat. Jika kita menabrak dengan kecepatan ini, mobil pasti akan meledak! "
Leo berkata sambil membuka sabuk pengaman miliknya juga Vio dan membuka pintu untuk lompat, namun sebelum mereka lompat tiba - tiba
Bruuaakk
" Aaaaccch!!! "
Mobil yang mereka tumpangi menabrak mobil lain didepannya hingga berguling berkali - kali. Leo memeluk Vio dengan erat
" Vi,,, apa kamu,,, baik - baik saja? "
Tanya Leo begitu mobil berhenti berguling
"Aku tidak papa karena kak Leo memelukku. Tapi kak Leo sendiri.... "
" Syu.. kur.. lah... "
" Kak Leo, kak Leo,, bangun kak! Tolooong... toloooong... "
Vio berusaha membangunkan Leo yang kini pingsan diatas tubuhnya
" Pak, pak supir! Apa bapak baik - baik saja? " Vio menanyakan keadaan supir yang telah berlumuran darah dan terluka sangat parah
" Aku harus segera keluar dari sini, sebelum mobil ini meledak. Tapi bagaimana caranya? Kemana para pengawal bodoh itu. Kenapa mereka tertinggal begitu jauh? "
Kata Vio sambil berusaha menarik tubuhnya sendiri keluar
" Uuucchh,, uucch. Kenapa kak Leo berat sekali? Uuuccch... Akhirnya aku bisa keluar. Sekarang aku harus menarik kak Leo "
" Eeeeeehhhh, tolooooong.. tolong aku... disini ada kecelakaan!
Kenapa tidak ada mobil yang lewat? "
Tak lama mobil pengawal tiba
" Tuan muda! "
__ADS_1
" Nona Vio! "
Pengawal berteriak setelah melihat mobil Leo sudah berada dipinggir jalan
" Cepat bantu aku keluarkan Leo dan pak supir! "
Kata Vio kepada pengawal dan mendapatkan anggukan kepala dari mereka. Dengan ceoat mereka dapat mengeluarkan Leo dari dalam mobil. Dan pengawal memeriksa denyut nadi Leo dan pak supir untuk memastikan mereka selamat atau tidak
" Tuan muda masih hidup. Tapi pak supir telah meninggal! "
Kata pengawal yang memeriksa denyut nadi mereka
" Sial, kenapa dia masih bisa selamat? "
Kata pengawal yang berusaha membunuh Leo.
" Cepat panggil ambulance! "
Teriak Vio
" Nona, apa anda terluka? "
Tanya pengawal itu berusaha membuat Vio tidak curiga
" Aku tidak papa, ini hanya luka kecil. Yang penting sekarang adalah keselamatan kak Leo "
Jawab Vio tegas
" Saya telah menghubungi ambulance. Sebentar lagi mereka akan tiba disini "
Vio menganggukkan kepala dan tak lama kemudian 2 ambulance datang ke lokasi kejadian
" Nona, apa anda terluka? "
Tanya salah seorang tim penyelamat
" Tidak, biar saya ikut bersama kak Leo! "
Vio langsung naik ke dalam ambulance dimana Leo dibawa.
" Permisi, apa boleh aku pinjam ponselmu? "
" Tentu nona, silakan! "
Tim penyelamat yang ada di dalam ambulance memberikan ponselnya pada Vio
" Terimakasih! "
Vio mengingat nomor Bi, Ji juga ayahnya. Namun kali ini dia hanya menghubungi Jingga
Tuuut tuuut tuut
" Halo, siapa ini? "
" Kak Ji, ini Vio. Vio dan kak Leo mengalami kecelakaan. Vio tidak terluka parah tapi,,, kak Leo,,,hiks.. hiks... hiks.. dia terluka kami sedang menuju rumah sakit terdekat "
Vio berkata dengan air mata yang mulai mengalir
" Rumah sakit mana? Kakak kesana sekarang! " Ji mengakhiri panggilan telepon diantara mereka
" Ternyata mereka bergerak lebih cepat dari dugaanku! Aku harus meminta dokter Frans untuk segera kerumah sakit itu "
Tuut tuuut tuut
" Hallo, Frans.. Kamu harus bergerak sekarang! Mereka dibawa kerumah sakit X. Kita harus lebih cepat dari mereka. Kini aku punya alasan untuk langsung turun tangan "
__ADS_1