Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Apapun yang kalian lakukan, kalian tetaplah putra putri sang penguasa bisnis


__ADS_3

Semua orang begitu terkejut mendengar pertanyaan dari Yudha. Sebagian orang tidak menyangka bahwa kedua pengusaha muda yang baru saja mencatatkan nama mereka sebagai pengusaha muda berbakat dengan nilai saham perusahaan yang tinggi, ternyata merupakan anak dari Yudha sang raja besnis.


" *Jadi Biru pemilik Taeson Elektronik dan Jingga dari JB Companies adalah saudara kembar dan mereka anak dari Yudha? "


" Pantas saja mereka pandai dalam berbisnis, rupanya mereka mewarisi bakat orang tuanya "


" Tidak heran mereka bisa meraih posisi seperti sekarang. itu karena mereka cukup banyak belajar dari kedua orang tua mereka yang juga merupakan pebisnis "


" Yudha memang sang penguasa bisnis dan kini dia menurunkan bakatnya pada kedua anak mereka. Keluarga Kusuma akan selalu menjadi penguasa meskipun Yudha telah tiada nanti. Aku sangat yakin itu, melihat dari kemampuan putra putrinya yang pandai dalam berbisnis "


" Kamu benar, tidak akan ada yang bisa mengalahkan keluarga Kusuma* "


Suara Yudha kembali mengalihkan perhatian semua tamu


" Kalian berdua, kemarilah! "


Pinta Yudha kepada Biru dan Jingga. Mereka pun medekati sang ayah


" Hari ini saya Yudha Arya Kusuma mengumumkan secara resmi kalau Biru dan Jingga akan menjadi penerus dari sebagian perusahaan milik Kusuma juga Sanjaya.


Meskipun mereka sudah memiliki perusahaan sendiri tapi mereka tetap akan mendapatkan aset dari keluarga. Selama ini aku tidak membiarkan mereka menggunakan nama keluarga karena ingin mengetahui kemapuan mereka sendiri. Tapi sekarang aku tidak lagi meragukan mereka, karena mereka berdua telah membuktikan sendiri kemampuannya tanpa campur tanganku.


Jadi aku tidak khawatir jika harus menyerahkan jabatanku pada mereka. Tapi tentu mereka pasti tidak akan mau menerima tanggung jawab di perusahaanku untuk sekarang ini. Jadi aku akan membiarkan mereka memilih jalannya sendiri "


Prok prok prok

__ADS_1


Ruangan dipenuhi dengan riuhnya suara tepuk tangan dari para tamu yang kagum kepada mereka


" Sepertinya aku cukup lama menyita perhatian anda semua, jadi silahkan kembali menikmati pesta ini "


Yudha mengakhiri pengumumannya dan membiarkan para tamu kembali menikmati pesta..


Ruang aula yang begitu besar kini semakin dipenuhi banyak tamu dari berbagai kalangan. Teman terdekat Yudha juga berkumpul saat ini. Mulai dari keluarga kecil Hendri dan Risti. Jimmy dan Nadia. juga Satya dan Diandra. Ada juga Mario dan Steve bersama pasangan mereka. Pernikahan Ji dan Ed menjadi ajang untuk semua orang berkumpul, karena tanpa ada acara penting, mereka begitu susah untuk bertemu


Pesta berlangsung dengan sangat meriah hingga tanpa terasa pesta pun berakhir pada tengah malam.. Semua tamu undangan telah meninggalkan ruangan pesta. Kini hanya menyisakan teman dekat dan keluarga Yudha saja


" Sepertinya mempelai kita sudah sangat kelelahan sekali. Lihatlah wajah mereka yang mulai kusut! "


Ejek Mario pada Ji dan Ed


" Mereka bukan kusut karena lelah, melainkan karena mereka sudah tidak ingin kita mengganggu waktu mereka untuk bersama "


" Hentikan! Aku tidak ingin lagi mendengarkan ocehan kalian! "


Kata Ji yang kesal dan malu hendak berjalan pergi meninggalkan semua tamu, namun Yudha menahannya


" Jangan marah! Kalian kini telah memiliki keluarga kalian sendiri, papi harap kalian bisa lebih bertanggung jawab pada kewajiban kalian masing - masing. Dan kini semua orang telah mengetahui kalau kalian adalah anak papi. Papi harap kalian bisa tetap jadi diri kalian sendiri. Kalian tidak harus terbebani dengan status keluarga kita. Karena apapun yang kalian lakukan. kalian tetaplah putra putri sang penguasa bisnis "


Yudha berkata dengan dingin dan tenang


" Cih,, percaya diri sekali kamu? Tidak akan ada yang akan berani lagi kepada mereka. Karena tanpa kamu bertindak sekalipun, mereka sudah bisa melindungi dirinya sendiri " Kata Mario menimpali perkataan Yudha

__ADS_1


" Sudahlah. Ini sudah malam, kalian pasti lelah. Sebaiknya kita semua pergi istirahat! "


Akhirnya semuanya meninggalkan ballroom dan berjalan menuju kamar yang telah disiapkan untuk mereka masing - masing.


Ed berjalan dengan Ji menuju kamar hotel yang telah ditata untuk malam pengantin mereka.


" Aah!!


Apa yang kamu lakukan Ed? Turunkah aku! Aku bisa jalan sendiri "


" Aku meringankan bebanmu sayang. Aku yakin kamu lelah, karena itu aku menggendongmu menuju kamar kita. Lagipula sekarang ini aku telah menjadi suamimu. Tidak salah bagiku jika memperlakukan istriku dengan penuh perhatian "


Ed menjawab dengan lembut dan menggendong Ji menuju kamar mereka. Ji terlihat salah tingkah dengan perlakuan Ed padanya


" Istri? Benar, kami telah menikah dan dengan status kami sebagai suami istri, maka tidak ada batasan lagi yang akan menghalangi kami berdua "


Ceklek, mereka memasuki kamar tipe sweet yang memang identik dipesan oleh para pengantin baru. Ed membaringkannya perlahan diatas tempat tidur yang dipenuhi dengan kelopak bunga mawar berwarna merah yang dibentuk hati, kemudian Ed berbaring disebelah Ji


"My queen, akhirnya kita bisa bersama. Aku senang karena kamu adalah jodohku. Aku bertekad untuk menjadikanmu pendamping ku setelah pertama kali kita bertemu saat usiamu 10 tahun itu. Ternyata tuhan mendengar doaku dan kembali mempertemukan kita setelah dewasa. Aku akan berusaha untuk selalu membuatmu tersenyum. Menjadi sandaran mu ketika kamu lelah. Menjadi orang pertama yang ada disampingmu saat kamu senang atau sedih. Tidak akan kubiarkan siapapun membuat senyum itu hilang di wajah cantikmu "


Ed berkata dengan lembut dan senyum manis. sambil membelai lembut pipi halus Jingga dengan mata yang memancarkan penuh rasa cinta


" Tuan Jendral kuharap kamu tidak akan menyesal menjadikanku pendamping hidupmu. aku senang karena itu adalah kamu, kakak penakut yang sama sekali tidak bisa melawan ketika anak - anak komplek membullymu. Tapi aku yakin kalau sekarang kamu dapat melindungiku. Menjadi orang yang berdiri diposisi paling depan untuk selalu membela dan melindungi ku "


Ed mulai mencium kening Jingga, kemudian mata dan berakhir pada bibir. Sebuah ciuman lembut penuh kasih sayang. Hingga akhirnya ciuman itu berubah menjadi ciuman penuh gairah.

__ADS_1


Perlahan Ed mulai membuka gaun pengantin yang menutupi tubuh Ji. Membelai setiap bagian tubuh Ji yang kini tak tertutup sehelai benang pun. Ed mengagumi semua yang ada pada Ji, meskipun ada bekas luka ditubuhnya , itu tidak menjadi masalah. Bahkan Ed menciumi setiap bekas luka yang Ji miliki. Berharap dengan setiap ciuman lembut darinya dapat menghilangkan rasa sakit hati karena luka itu.


Pasangan pengantin baru itu mulai tenggelam dalam penyatuan raga mereka. Kamar pengantin yang cantik kini telah dipenuhi dengan suara desahan kemesraan mereka berdua. Menjadi saksi dimana saat ini tidak ada jarak dan batasan lagi diantara mereka. Kini tidak hanya cinta mereka yang menjadi satu, bahkan jiwa raga merekapun telah bersatu seutuhnya.


__ADS_2