Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kami bukan orang baik yang hanya akan diam jika disakiti!


__ADS_3

Vio keluar ruangan Rian dengan wajah yang ditekuk


" Kukira akan sangat menyenangkan bekerja sebagai karyawan biasa. Ternyata bencana untukku malah baru dimulai setelah jadi karyawan biasa "


Batin Vio terus saja mengeluh


" Apa yang terjadi? Apa kamu mengenal direktur Rian? "


Tanya Leo yang sedang mengantar Vio ke meja kerjanya


" Aku hanya mengenalnya saja. Tapi setiap aku bertemu dengannya hanya bencana yang aku dapatkan " Vio berkata dengan pelan namun nada suaranya terdengar sedih


" Jangan berfikir negatif seperti itu. Mungkin itu hanya kebetulan, tapi siapa tahu setelah kamu dekat dengannya penilaian mu terhadapnya bisa berubah "


Leo menenangkan Vio dengan sangat lembut


" Sudahlah. Kamu akan jadi sekertaris barunya. Jadi kamu harus berusaha bekerja sama dengannya. Ini meja kerjamu, jika ada sesuatu yang tidak kamu mengerti bisa langsung ditanyakan padaku! "


" Terimakasih banyak kak Leo "


Leo hanya tersenyum dan kembali ke meja kerjanya yang berada diluar ruangan Rian dan terletak tidak jauh dari meja kerja Vio


Vio mulai mempelajari setiap dokumen yang diberikan Leo, untuk mengetahui jadwal proyek dan kegiatan yang selalu dilakukan direktur. Tak terasa waktu makan siang pun tiba. Rian menghubungi Leo untuk mengatur makan siangnya dengan Vio


" Halo Leo, tolong aturkan makan siangku dengan Vio. Kami akan makan bersama diruanganku "


Leo mengernyitkan dahi mendengar perintah Rian sebelum dia mengiyakan permintaannya


" Baik pak. Akan saya pesankan makanan untuk kalian berdua! "


Leo pun memesan layanan antar makanan untuk Rian dan meminta Vio yang mengantarnya ke dalam


" Vio, waktunya makan siang. Ini makan siang pak Rian, tolong kamu antar dulu keruangannya! "


Leo memberikan 2 kantong makanan kepada Vio


" Iya kak, tapi kenapa ada dua kantong? Sepertinya tidak ada tamu "


Tanya Vio sambil mengernyitkan dahi karena heran


" Satu lagi untukmu. Pak Rian ingin makan siang bersama denganmu, Aku tidak tahu makanan apa yang kamu suka, jadi ku pesankan yang menurutku enak "

__ADS_1


" Terus makan siang kak Leo bagaimana? Aku makan dengan kak Leo saja ya? "


Vio seakan memohon pada Leo


" Aku akan makan di kantin karyawan. Tidak perlu cemaskan aku. Sudah,, bawa ini masuk! Jangan biarkan pak direktur menunggu lama" Leo memberikan kantong makanan itu dan sedikit mendorong Vio masuk ke dalam ruangan Rian, lalu mengetukkan pintu kantor Rian


Tok tok tok


" Masuk! "


" Sudah jangan diam saja celat masuk sana! "


Setelah mengetukkan pintu Leo beranjak pergi menuju lift untuk pergi makan siang. Dan Vio masuk ke ruang Rian


" Ini makan siangmu. Kenapa kamu seenaknya saja menyuruhku makan siang denganmu? "


Kata Vio dengan nada sinis


" Apa salahnya? Kamu sekertaris ku, jadi wajar saja jika aku memintamu makan siang denganku " Rian berkata dengan tenang dan senyum khas menggodanya


" Sudahlah cepat makan dulu. Masih banyak hal yang harus aku pelajari " Kata Vio sambil mengeluarkan makanan untuk mereka dari dalam kantong plastik


" Kenapa kamu malah melamar pekerjaan di perusahaan orang lain? perusahaan keluarga mu adalah pemilik perusahaan besar. Mulai dari ibumu, ayahmu dan kedua kakakmu " Tanya Rian yang mulai duduk di sofa dekat Vio


" Kenapa kamu selalu bersikap sinis padaku? Sepertinya aku tidak memiliki masalah dengan mu? "


" Siapa bilang kamu tidak memiliki masalah denganku? Masalah ku dengan gadis bernama Stefi itu adalah karena mu. Bagaimana bisa kamu bilang tidak memiliki masalah denganku? "


Vio mulai kesal dan bicaranya sama sekali tidak menunjukkan seperti atasan dan bawahan


" Aku minta maaf untuk itu. Tapi apa kamu tidak bisa jika tidak bersikap seperti kedua kakakmu yang selalu bersikap seperti diktator? Karena kamu, kini Stefi dan keluarganya harus hidup susah dan stefi menjadi seorang pelayan restoran kecil " Vio langsung terdiam mendengar perkataan Rian kemudian mendelik dengan tatapan sinis


" Apa kamu menilai keluargaku seperti itu? Lantas bagaimana kamu menilai orang yang menyinggung dan mengganggu kedamaian kami? Kamu terlalu picik dalam menilai seseorang, pak direktur . Padahal kamu temannya kak Biru, tapi kamu tidak bisa mengerti kami , bahkan tidak mengerti kak Biru "


Vio terdiam sejenak tatapan matanya menatap tajam, dia mencibir dan tersenyum sinis. Kemudian melanjutkan perkataannya


" Kamu hanya menilai kami sebagai orang yang bisa menggunakan kekuasaan semau kami. Kamu tidak bisa mengerti bagaimana rasanya di tindas. Kamu lihat kak Bi dan Ji!Jika kami tidak membalas orang - orang yang berusaha menyakiti kami. Maka akan lebih banyak orang yang berusaha menyakiti kami karena mengira kami lemah"


" Kami tidak pernah mencari masalah dengan orang lain, dan kami juga tidak pernah sembarangan dalam menggunakan kekuasaan Papi. Kami hanya melindungi diri dan memberi mereka pelajaran atas apa yang telah mereka lakukan "


" Jika kami memang haus akan kehormatan dan kami keluarga diktator. Maka, aku sudah pasti akan langsung menghancurkan keluargamu, karena aku tidak suka dengan apa yang kamu katakan. Tapi papi tidak mengajarkan kami seperti itu! "

__ADS_1


"Kami tidak di izinkan menindas orang lebih dulu. Kami hanya membalas orang yang berusaha menyakiti dan menyinggung kami. Siapapu itu, jika mereka berani mengganggu ku atau keluargaku. Mereka sudah pasti akan lenyap. Masih beruntung jika kami yang mengambil tindakan. Jika sampai papi atau mami yang mengambil tindakan, sudah dapat dipastikan tidak hanya menjadi gelandang, bisa saja mereka kehilangan nyawa "


Tatapan Vio saat ini begitu menyeramkan, dengan senyum liciknya. Rian hanya terpaku mendengarkan setiap perkataan Vio


" Permisi, silahkan anda lanjutkan makan siang anda. Saya sudah selesai dengan makan siang saya, pak direktur! "


Vio yang kesal dengan cepat berdiri dari duduknya dan bergegas meninggalkan ruangan Rian. Dia menuju lift dan naik ke lantai paling atas


" Ach menyebalkan! kenapa aku harus bekerja disini? Kenapa malah ini jadi perusahan yang menghubungi ku pertama kali! Sial! Apa salah kami? Jika tidak ingin kami gigit kenapa lebih dulu menggigit kami. Kami bukan orang baik yang hanya akan diam jika disakiti! "


Vio berteriak karena kesal, kemudian memundukkan kepala bersedih, lalu mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang. Tak berselang lama terdengar suara dari ujung telepon


" Hallo Vio,,, "


" Kak Ji,,, "


Tanpa terasa Vio menitikan air mata mengingat penilaian Rian kepadanya


" Ada apa Vi? Apa ada seseorang yang melukaimu? "


Suara Ji terdengar khawatir


" Kak, bagaimana jika orang lain menilai kita sebagai diktator? Apa kita salah jika memberi pelajaran kepada orang yang menjahati kita dan menjadikan itu peringatan untuk yang lain? " Vio berkata dengan derai air mata


" Vi, setiap orang punya penilaian mereka sendiri. Kita tidak bisa memaksa mereka menilai kita baik. kita hanya melindungi diri agar tidak menderita seperti mami. Seperti kata papi, kita harus bisa melindungi diri kita sendiri dan mereka bisa mengambil pelajaran untuk tidak melakukan hal salah dan menyesali apa yang sudah mereka lakukan, agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama "


Ji berkata dengan begitu tenang dan membuat Vio juga merasa tenang


" Baik kak, aku mengerti! "


Kata Vio sambil menghapus air matanya


" Ya sudah, kamu hati - hati dan berusahalah yang terbaik sebagai karyawan biasa "


Ji berkata sambil tersenyum


" Sudahlah kak, berhenti menggoda ku. Waktu istirahat hampir habis aku harus segera kembali "


" Baiklah, sampai jumpa! "


Vio menutup panggilan teleponnya. Tak lama ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan ke arahnya

__ADS_1


" Hapus air matamu. Tidak baik jika orang lain melihat mu menangis dihari pertama bekerja sebagai sekretaris! "


__ADS_2