Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Setelah ini kamu akan mendapatkan bayaran yang setimpal dari Jingga


__ADS_3

Tak berselang lama polisi datang setelah pak Bobi menghubunginya. Bayu dan kedua orang tuanya digiring ke kantor polisi beserta bukti rekaman CCTV dan dokumen kejahatan perusahaan Indrayasa.


Yudha tersenyum sinis sambil berbisik melewati Bayu dan orang tuanya sebelum dia memasuki mobil


" Ini tidak seberapa jika harus dibandingkan dengan apa yang telah kamu lakukan kepada putra dan juga menantuku. Hukuman yang Ji berikan masih terbilang ringan bagiku. Jika aku yang membalas kalian, tidak hanya patah kaki dan perusahaan kalian saja yang bangkrut, tapi sudah dapat dipastikan bahwa kalian juga akan lenyap perlahan dari muka bumi ini. Kalian harus bersyukur dengan keringanan hukuman yang diberikan oleh Ji"


Wajah orang tua Bayu seketika berubah pucat, mereka hanya bisa tertunduk dengan tubuh gemetar karena aura mengintimidasi yang berasal dari Yudha.


Yudha dan Jingga akhirnya pergi meninggalkan gedung beserta semua anak buahnya.


" Apa kamu sudah merasa senang? Sudah puas bermain? "


Tanya Yudha penuh selidik seperti sedang mencurigai sesuatu


" Ehm,, sebenarnya aku masih punya 1 lawan untuk bermain pih. Aku memang sudah memulai langkahku padanya. Tapi apa boleh buat. Karena terjadi sesuatu pada Biru dan dia tidak dapat bermain dengan lawannya, jadi aku yang bermain dengan lawannya. Setelah ini aku akan kembali bermain dengan lawanku! "


Kata Ji dengan nada yang begitu tenang dan senyuman licik


" Dia,,,,, laki - laki atau perempuan? "


" Dia seorang laki - laki, namanya Hardi. Awalnya aku berencana mengikuti lelang tender yang diadakan perusahaan miliknya. Tapi dia malah mencoba peruntungannya dengan memberikan sebuah kartu hotel dan ingin tidur denganku, sebagai imbalannya aku akan mendapatkan tender itu. Bukankah itu gila namanya pih!? "


Jingga terlihat kesal ketika membicarakan Hardi, emosinya mulai meluap ke udara seperti polusi udara


Yudha hanya diam mendengarkan cerita Jingga tapi sorot matanya berubah gelap dan penuh bahaya


Hardi berani sekali dia merendahkan putriku dan menganggapnya seperti seorang gadis murahan. Kita lihat permainan apa yang akan Ji mainkan!


Jingga dan Yudha kembali berkendara menuju rumah sakit. mereka terus bercengkrama selama perjalanan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dirumah sakit, dokter memindahkan Mili ke ruangan yang sama dengan Biru. Betapa hancurnya hati Biru ketika dia melihat Mili didorong masuk menggunakan tempat tidur dorong, dan diletakkan di sebelahnya . Seluruh wajahnya diperban hingga ke leher. Bagian tangan dan kaki kanannya juga terlihat diperban semua. Mulutnya masih ditutup dengan alat bantu pernafasan dan di tangannya masih menempel selang infus


Biru terus memandanginya dengan lekat. Hingga air matanya menetes


" Mili, My wife. maafkan aku, karena aku tidak bisa melindungimu. Aku tidak bisa jadi suami yang baik untukmu. Aku malah membuatmu celaka. Mili, Ku mohon sadarlah. Aku membutuhkan mu. Kita baru saja menikah dan kita sudah merencanakan akan bulan madu. Bagaimana semua bisa jadi seperti ini? bangunlah sayang, ku mohon "

__ADS_1


Mili masih belum sadarkan diri, tapi setelah setiap kata yang diucapkan Biru, Mili menitikan air matanya. Mungkin dia mendengar dari alam bawah sadarnya, setiap kata yang diucapkan Biru dan merasa bersedih juga dengan apa yang telah menimpa mereka.


Vio yang memperhatikan itu berjalan mendekati ranjang Mili dan menghapus air matanya


" Kak Bi, sudah hentikan.... Jangan bersedih lagi. Aku yakin kalian berdua akan baik - baik saja. Papi pasti mencarikan dokter terbaik untuk mengobati kalian berdua. Setelah ini, kalian pasti bisa hidup bersama dan bahagia selamanya "


" Kak Bi, apa kakak tahu saat ini apa yang sedang kak Ji lakukan? "


Vio menatap Biru dengan penuh teka - teki


" Kak Bi dan papi sedang menemui orang yang menyebabkan kecelakaan kalian. Aku rasa, sekarang dia sudah menerima hadiah dari papi dan kak Ji "Kata Vio dengan senyum yang terlihat polos tapi penuh dengan isyarat.


Bi pun tersenyum dan bertanya " Bagaimana Ji bisa tahu orang itu? "


" Tentu saja kak Ji meminta seseorang untuk menyelidikinya dan itu berhasil. Semua bukti juga sudah kita dapatkan. Jadi,,,, kurasa papi dan kak Ji pergi bermain dulu sebelum orang itu tidur dibalik jeruji besi. hehehe "


Senyum Vio terlihat begitu polos, namun sebagai keturunan Kusuma, tentu saja dia sudah mengerti semua peraturan keluarganya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Adel dan Bina pergi menemui Hardi ke perusahaannya. Bina tampil dengan sangat cantik elegan dan tidak seperti biasanya yang hanya membuatnya terlihat biasa - biasa saja


Kata Bina ketika dia memasuki kantor milik Hardi


" Bi,, Bina,,, "


Hardi terkesima melihat penampilan bina saat ini, hingga mulutnya menganga tidak dapat mengatakan apa - apa


" Selamat siang pak Hardi. Perkenalkan, ini nona Sabrina, mulai hari ini dia adalah salah satu bagian dari investor perusahaan ini. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik "


Kata Adel dengan lembut namun penuh wibawa


Hardi semakin dibuat tak percaya dengan apa yang telah dikatakan Adel.


" Te,, tentu,, tentu saja! "


Bagaimana bisa aku harus tunduk pada perempuan ini?

__ADS_1


Perempuan yang bodoh dan tidak tahu mengenai apapun .


Jika saja yang duduk disini adalah Jingga. Aku akan dengan senang hati menyambutnya untuk bergabung didalam perusahan.


" Pak Hardi.. pak Hardi,,, sepertinya pak Hardi sedang memikirkan sesuatu?"


Panggilan Adel padanya membuyarkan lamunan Hardi


" Ah,, tidak ada, hanya saja saya sedikit penasaran. Bukankah harusnya nona muda Kusuma yang menjadi investor diperusahaan saya? Kenapa sekarang hanya kalian berdua yang datang? "


" Nona muda sedang ada urusan penting, jadi dia meminta saya dan Bina yang mewakilkan beliau. Tapi jika waktunya sudah tepat, anda juga bisa bertemu langsung dengan beliau "


Kata Adel dengan senyum penuh makna


"Ya sudah kita langsung bahas saja mengenai investasi yang akan anda lakukan!


Kurasa lebih cepat lebih baik. Apalagi ini adalah bentuk kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak "


Kata Hardi dengan menampilkan senyum liciknya


" Tentu saja ini saling menguntungkan antara kita "


Kata adel kemudian dia meneruskan perkataannya dalam hati dibarengi senyum sinisnya


" Terutama bagiku. Karena aku bisa melihat langsung bagaimana cara Ji memberikan pelajaran pada orang yang membuatnya tidak senang. Aku sungguh menantikannya! "


Adel dan Bina cukup lama melakukan perundingan investasi dengan Hardi. dan se5elah mereka sepakat. Adel menyerahkan surat perjanjian investasi diantara Mereka


" Anda bisa memeriksanya lagi jika anda tidak percaya pada saya. Disini saya sudah cantumkan setiap detail perjanjian kita "


Adel berusaha meyakinkan Hardi


" Tentu saja saya percaya, saya tidak perlu lagi membaca surat perjanjian ini. Penawaran jumlah investasi kalian sangat besar dan penting bagi perusahaan saya. Bagaimana bisa saya masih meragukan niat baik kalian?"


Kata Hardi dengan senyum penuh keyakinan


Adel hanya tersenyum mencibir

__ADS_1


" Tentu saja kami tidak akan mengecewakan anda! "


Karena setelah ini kamu akan mendapatkan bayaran yang setimpal dari Jingga


__ADS_2