
Biru dan Mili kembali pulang setelah dia tidak jadi makan steak dalam perjalanan pulang
" Stop Bi. Hentikan mobilnya sekarang! "
Tiba - tiba Mili meminta Bi menghentikan mobilnya
" Ada apa sunshine. Kenapa tiba - tiba memintaku berhenti? "
Biru terkejut karena permintaan Mili. Beruntung mobil canggihnya ini memiliki rem yang sigap, jadi tidak menyebabkan luka
" Bi tolong belikan itu untukku! "
Mili menunjuk pedang eskrim keliling yang berhenti dipinggir jalan
" Kamu kan tidak pernah makan es krim seperti itu sunshine. Kenapa tiba - tiba.... "
Biru kembali dikejutkan dengan keinginan aneh Mili
" Ayolah Bi, aku mau itu sekarang. Jika kamu tidak ingin membelikannya, maka aku bisa membelinya sendiri "
Mili hendak membuka pintu mobil sebelum Biru akhirnya mengalah
" Baiklah biar aku belikan, kamu tunggu saja disini! " Biru segera keluar dan berjalan dengan labgkah kaki cepat karena penjual eskrim akan kembali berkeliling
" Pak! Es krim! "
Biru berteriak agar penjual eskrim tidak pergi terlebih dulu
" Tolong Es kirimnya 2 "
" Baik pak,,! " dengan cepat dia membuat 2 eskrim pesanan Biru
" Ini silahkan! "
pedagang eskrim menyerahkan es yang telah dibuat kepada Biru
" Terimakasih "
__ADS_1
Bi meraih eskrim dan menyerahkan uang bayarannya " Kembaliannya ambil saja! "
Biru segera kembali ke mobil dan melihat ternyata sang istri tengah tertidur
"Bagaimana dia bisa tidur ketika aku hanya pergi membeli eskrim saja?? Sepertinya sikapnya ini akan bertahan cukup lama . Huuuifft "
" Sunshine. Ini eskrimmu. Makanlah dulu, nanti eskrimnya mencair! "
" Tidak mau, aku mengantuk. Simpan. saja untuk nanti! "
Mili menjawab dengan setengah sadar dan mata yang tertutup
" Bagaimana ini bisa disimpan untuk nanti? Bahkan sebelum tiba dirumah, kedua eskrim ini sudah pasti akan mencair. Biru Anggara putra Kusuma. Kamu pandai dalam bisnis dan sepertinya ini satu - satunya masalah yang tidak bisa kamu tangani. Mulai sekarang kamu harus bersiap selama beberapa bulan ke depan untuk kembali menghadapi bermacam - macam tingkah aneh sitri tercintamu ini "
Kata Biru yang berbicara pada sirinya sendiri
\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu di negara A bagian barat, semua orang tengah disibukkan oleh persiapan pernikahan Ji dan Ed yang tinggal menghitung hari. Apalagi Yudha berencana membuat pesta besar untuk memperkenalkan secara langsung Jingga dan Biru sebagai anak - anaknya. Karena selama ini mereka selalu menutup rapat perihal masalah itu.
" Tuan, berapa banyak tamu yang akan di undang dalam acara pesta? "
" Kita akan mengundang semua relasi bisnis kita dan juga para wartawan. Aku ingin acara ini juga disiarkan ditelevisi, agar seluruh dunia tahu kalau aku memiliki putra putri yang juga hebat dalam bisnis dan disegani semua orang "
Kata Yudha dengan sedikit senyum di bibirnya penuh kebanggaan
" Tentu. Saya akan atur semua sesuai keinginan tuan "
Jawab Hendri dengan ketenangannyaa
" Selalu saja memanggilku tuan! Padahal sudah sering juga ku katakan jika sedang berdua atau diluar jam kerja kamu tidak harus bertingkah sebagai asisten. Tapi sebagai adik sepupu "
" Maaf kak, karena aku sudah terbiasa dan itu lebih membuatku nyaman "
Jawab Hendri dengan sedikit salah tingkah
" Sudahlah terserah kamu saja. Anak dan istrimu juga harus hadir saat itu.. Kita semua akan berkumpul "
__ADS_1
" Baik, saya permisi dulu! "
Hendri kembali meninggalkan Yudha sendiri
Sementara calon pengantin kita sedang tidak bersama mereka hanya berkomunikasi Via telepon
" Halo, my queen... Apa kamu merasa kalau beberapa hari ini berlalu dengan lama? Karena kita sibuk mempersiapkan pesta, jadi kita tidak memiliki banyak waktu untuk bertemu. Padahal aku sudah sangat merindukanmu! "
Ed bicara dengan nada menggoda dan manja
" Tuan Jendral, apa kamu tidak bisa bersabar sebentar lagi? Hanya beberapa hari lagi maka kita akan selalu bersama. Kecuali kamu meninggalkan aku bertugas. Jadi berhentilah mengeluh seperti anak kecil begitu! "
" Kamu benar, bertugas. Sepertinya aku harus berhenti menjadi seorang tentara "
Ed bicara dengan begitu santai sedangkan Ji mengernyit heran karena perkataan Ed
" Apa maksudmu? Bukankah jadi tentara merupakan cita - citamu dari dulu? Kenapa kamu mau melepasnya begitu saja? Lagipula banyak tentara lain yang berusaha keras untuk mendapatkan pangkat yang sama sepertimu. Sedangkan kamu ingin melepaskan dengan mudah "
Suara Ji terdengar keras dan tegas. Dia tidak mengerti jalan pikiran tunangannya ini. Dia tidak dapat diatur, hanya mau melakukan apa saja sesuai keinginannya
" My queen. Jadi tentara memang cita - cita dan mimpiku tapi itu untukmu. Dulu aku ingin menjadi tentara agar bisa kuat dan melindungi mu. Aku juga bersedia bertugas dimana saja sebelum aku bertemu dengan mu. Tapi sekarang, itu tidak lagi jadi tujuanku. Yang aku inginkan sekarang hanya selalu berada di dekatmu. Aku tidak bisa membayangkan sehari saja tanpamu "
" Tapi tuan Jendral.... "
Ji berusaha melarang Ed mengundurkan diri
" My queen. Aku tidak peduli. Aku akan selalu berada disampingmu. Bahkan jika diperlukan aku akan mengikuti kamu kemanapun kamu pergi. Aku sudah mengajukan surat pengunduran diriku "
" Apa tidak bisa kamu merundingkan semua ini denganku terlebih dahulu dan tidak mengambil keputusan seenaknya? "
Ji terdengar mulai kesal dengan perbincangan diantara mereka
" Tidak bisa. Karena aku tidak punya jalan keluar untuk menahan rasa rinduku padamu jika aku masih bertugas sebagai tentara. Kamu tidak perlu takut kalau nanti aku tidak bisa mencukupimu. Kamu tahu aku sudah berinvestasi sejumlah saham di beberapa perusahaan besar. Bahkan jika kita tidak bekerja. selama perusahaan itu masih berdiri kokoh aku masih tetap memiliki penghasilan tetap "
" Tuan Jendral aku tidak takut jika kamu jadi pengangguran, karena aku juga memiliki perusahaan sendiri. Dan lagi papi memiliki beberapa perusahaan untuk diwariskan padaku. Untuk apa aku takut susah? Hanya saja aku takut kalau kamu menyesal melepas jabatanmu sebagai tentara "
" Daripada melepas jabatanku. Aku lebih takut jika aku hanya memiliki sedikit waktu yang kuhabiskan bersamamu. Setelah kita menikah, aku ingin menghabiskan setiap hari, setiap jam bahkan setiap menit bersama denganmu. Aku tak ingin lagi jauh darimu. Sudah cukup waktu kecil aku berpisah denganmu "
__ADS_1
Ji merasa tersentuh dengan setiap kata yang diucapkan Ed, hingga dia tersenyum tanpa disadarinya