
Biru tiba di kantor bersama Alex.. Alex datang ke Taeson Elektronik untuk membicarakan masalah yang ada di perusahaan besarnya yaitu ** Companies..
" Bagaimana disana? apa terjadi masalah hingga kamu datang kemari? "
Biru dan Alex berbicara sambil berjalan memasuki kantir Biru
" Aku kesini karena ada yang perlu ku bahas denganmu! "
Alex bicara dengan santai
" Ada masalah apa? Kalau tidak penting awas saja kau! "
Biru menatap tajam kepada Alex
" Slow down bro. Ada perusahaan baru yang ingin bekerja sama dengan ** Companies, sepertinya dia tahu kalau dengan bekerja sama dengan kita, maka saham perusahaan mereka bisa meningkat dan mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari perusahaan lain "
" Dia ingin mengatur jadwal bertemu denganmu! "
Alex dengan gayanya yang khas menjelaskan kepada Biru
" Perusahaan mana? selidiki terlebih dahulu. Baru kau bisa aturkan jadwal untukku. Dan mulai sekarang aku akan sangat sibuk diluar. Aku mau kau mengatur semua perkerjaan, jangan sampai ada pekerjaan yang menumpuk! "
Alex terpaku sesaat melihat seseorang yang duduk di meja sekertaris.
" Pak bos, aku sudah lama memperhatikan gadis itu. Apakah kita pernah bertemu dengannya. Aku selalu lupa untuk bertanya padamu.."
Alex bertanya pada Bi, menunjuk Bina heran kemudian memasang wajah seakan meminta penjelasan
"Iya, dia Bina gadis yang kita temui di pesta Seno! "
" Kenapa dia ada disini?
Apa pak bos yang mengatur semuanya supaya bisa bekerja bersama dengannya? "
Alex mengerutkan dahinya curiga
" Hei, tentu saja tidak! Jika aku menginginkannya, aku sudah pasti meminta mu mengatur semuanya agar aku bisa dekat dengan dia. Aku hanya ingin memiliki anak cabang perusahaan ** Companies dan kebetulan sekali dia bekerja disini!
Jangan berpikir yang bukan - bukan! "
" Lagi pula, sebelumnya kau yang mengatakan akan membantunya. Kenapa tidak mulai bergerak? "
Bi dengan tegas meminta penjelasan dari Alex
__ADS_1
" Itu,, aku belum mulai penyelidikan tentangnya "
Alex berkata sambil menggaruk kepala belakangnya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali
" Ish, kau lambat sekali. Jika kau ingin dekat dengannya, jangan menunda waktu terlalu lama! "
Bi berkata sambil berjalan meninggalkan Alex menuju ruangannya
" Hei,, kamu bicara seperti orang berpengalaman saja, padahal kan kamu juga sama sepertiku! "
Alex berjalan dengan cepat mengejar Biru yang hampir sampai di pintu ruangannya
" Selamat pagi pak! "
Bina menyapa Biru ketika dia hendak masuk ruangan
" Selamat pagi! "
Singkat dan datar, seperti itulah Biru menanggapi sapaan atau pertanyaan dari orang yang tidak terlalu dekat dengannya
" Selamat pagi sekertaris Bina "
Alex menyapa Bina dengan ramah dan senyum
Bina menjawab salamnya tapi dia tidak tahu siapa Alex
"Saya Alex, asisten sekaligus wakil dari pak bos! Maksud saya Pak Biru! "
Alex memperkenalkan dirinya
" Oh, selamat pagi pak Alex "
" Kalau begitu saya tinggal masuk dulu, selamat bekerja sekertaris Bina! "
Bina hanya mengangguk dan tersenyum. Dan Alex memasuki ruangan.
Betapa terkejutnya dia saat melihat Biru sedang melakukan panggilan telepon sambil tersenyum
" Kamu sudah sarapan? aku akan menjemputmu untuk makan siang bersama! "
Begitulah yang Alex dengar saat di ambang pintu kantor Bi
Oh my God,. Apa aku tidak salah lihat? Baru saja Biru tersenyum? ini mimpi atau bukan ya?
__ADS_1
Alex mengusap matanya berkali - kali dan menepuk - nepuk kedua pipinya. Bahkan dia mencubit pipinya sendiri. Tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
Biru tidak mudah untuk tersenyum atau berkata lembut pada orang lain. Dia hanya akan seperti itu kepada orang terdekatnya saja.
Tapi barusan dia benar - benar tersenyum dan wajahnya berubah menjadi lunak.
Alex mendekati Biru dengan langkah cepat. Tapi Biru telah selesai dengan panggilan teleponnya dan wajahnya kembali ke mode datar
Alex meraih kedua pipi Biru dengan kedua tangannya, kemudian menekannya dengan kuat hingga bibir Biru mengerucut. Dan memperhatikannya dalam - dalam.
Biru mengernyitkan dahi tak mengerti. kemudian dia berkata
" Hei, lepaskan! "
Alex tak juga melepaskannya. lalu Biru menepis tangan Alex yang berada di pipinya
" Sebenarnya apa yang kau lakukan?! "
Biru yang kesal, sedikit berteriak pada Alex
" Tadi,, tadi,, aku tidak salah lihat kan Bi? Kamu tersenyum? "
Biru semakin mengerutkan alisnya
" Dasar Gila! Kembali ke kantor dan kerjakan pekerjaan mu, sekarang juga! "
Biru kembali tenang tapi nada bicaranya kembali tegas. tanpa inhin ada bantahan, sambil menunjuk kearah Pintu.
" Baiklah baik.. Aku pergi sekarang, tapi nanti kenalkan padaku ya. Dewi yang beruntung itu! "
Alex meninggalkan ruangan Biru sambil tertawa sendiri, disaat yang bersamaan seorang karyawan masuk ruangan Bi dengan membawa dokumen
Sepertinya gunung es ini benar - benar sedang jatuh cinta. Tapi itu bagus, dengan begitu suasana kantor tidak akan begitu kaku dan canggung seperti biasanya. Hehehe.
Tapi setelah Alex keluar dari pintu ruangan Bi. terdengar suara Bi berteriak
" Bagaimana bisa seperti ini?!
Kamu bisa bekerja atau tidak sih?! "
Alex sangat tekrjut kemudian wajahnya kembali murung.
Sepertinya aku terlalu berharap lebih pada gunung es yang super tampan itu. Dia sama sekali tidak berubah, masih saja dingin dan kejam,. hikh. hiks hiks
__ADS_1