Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
My love. Tunggu aku! aku akan kembali padamu


__ADS_3

Malam hari, Jingga sedang menatap keluar jendela apartemennya. Menikmati indahnya lampu malam dikota yang terlihat seperti bintang bertaburan. Ada keheningan dan kesunyian yang dirasakannya


Padahal ini baru saja satu hari, tapi aku sudah merasa ada yang hilang dari hidupku saat Jendral gombal itu pergi. Rasanya sepi dan aneh karena aku seperti sudah terbiasa mendengar gombalannya itu. Ed, apa kamu begitu sibuk hingga tidak bisa mengabariku?


Kuharap kamu dengan cepat kembali padaku!!


Disaat Ji sedang memikirkannya, Ed sedang mempertaruhkan nyawa di perbatasan kota Z yang selalu terjadi pemberontakan. Disini sering sekali terjadi bentrok antar kampung bahkan sampai menjatuhkan korban. Baik itu korban nyawa atau korban luka. Oleh sebab itu Ed dipilih untuk menjadi pemimpin disini sekarang, karena terdengar kabar akan ada pemberontakan yang di sebabkan perbedaan pendapat dan saling sindir saat pemiliihan.


" Kalian harus tetap waspada, jangan sampai lengah. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi! " Kata Ed dengan ketegasannya


" Siap, pak! " semua anak buahnya menjawab dengan serempak


" Kembali ke posisi kalian masing - masing. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan padaku! "


" Siap! " Kata mereka sambil berbalik dan meninggalkan Ed


Sekarang sudah pukul 1 malam. Apakah kamu sudah tidur Ji?


Gumam Ed sambil memperhatikan ponselnya, lalu dia menulis pesan singkat kepada Ji


My queen. Apa kamu sudah tidur?


Maaf aku tidak sempat memberimu kabar. Aku sangat sibuk disini. Jika semua berjalan lancar, aku akan kembali dalam waktu 10 hari


Ji yang memang belum tidur dengan segera membuka ponselnya ketika terdengar sda nada pesan masuk. Dia membalas dengan antusias

__ADS_1


Aku belum tidur. Apa kamu baik - baik saja?


Jangan pikirkan aku, kamu harus tetap berhati - hati dan menjaga dirimu


Ed tersenyum membaca pesan Ji yang sangat perhatian saat ini


*Aku baik - baik saja. Kami hanya mengantisipasi dengan berjaga disini. Disini semuanya aman. Kamu tidak perlu khawatir dengan keadaanku. Cukup dengan tahu kalau ada seorang gadis yang khawatir dan menungguku pulang, aku sudah sangat bahagia. My love, tunggu aku! aku akan kembali padamu!


Hmn,, aku akan menunggumu kembali padaku*


Jawab Ji dengan singkat dan mengakhiri pesan singkat diantara keduanya. Dan Ji pun tertidur karena telah mendapatkan pesan yang membuat hatinya merasa sedikit tenang.


Keesokan paginya Ji bersiap berangkat ketika Vio turun untuk sarapan


" Kak Ji sudah mau berangkat? Kak aku bosan, boleh ikut ke kantor lagi? "


" Tidak, sebaiknya kamu cari kesibukan sendiri. Jika tidak, pulanglah ke negara A. Kamu bisa belajar mengelola perusahaan disaat kamu libur kuliah! "


" Ish, kedua kakak ku memang menyebalkan. Tidak bisakah kalian sebentar saja membuatku bahagia? Kenapa kakak tidak mengambil alih dalah satu perusahaan papi atau mami saja. Toh perusahaan mereka sudah terkenal di dunia. Kakak tinggal meneruskannya saja, tidak perlu lagi membesarkan nama perusahaan "


Vio berkata sambil mengangkat bahunya


" Sebelum aku masuk dan memegang kendali perusahaan papi atau mami, aku harus mendapatkan pengakuan dari dunia terlebih dahulu, kalau aku ini pantas dan layak untuk jadi salah satu penerus keluarga Kusuma . Karena jika aku langsung masuk perusahaan keluarga kita begitu saja. Semua orang akan menganggap ku remeh karena aku hanya berlindung di balik ketiak papi dan mami "


" Tapi jika aku berhasil menaklukkan dunia bisnis terlebih dahulu, maka semua orang akan segan padaku dan tidak akan ada yang berani mengusik ku saat aku memegang kendali perusahaan Kusuma atau Sanjaya "

__ADS_1


Nada bicara Ji penuh ketegasan dan mengintidasi. Aura pemimpin terpancar dari dirinya saat mengatakan semuanya


" Oh begitu. Aku mengerti sekarang. Alasan kak Bi dan Kak Ji menyembunyikan identitas kalian adalah karena ini. Kalian ingin membuktikan sendiri kalau kalian adalah keturunan dari keluarga Kusuma dan sanjaya


" Baiklah, aku tidak akan mengganggu kakak dan kak Bi lagi! "


" Baguslah kalau kamu sudah mengerti. Sekarang aku mau berangkat ke kantor. Kamu! jangan buar masalah "


" Siap bos! "


Ji berjalan pergi meninggalkan Vio yang masih terdiam


Tak berapa lama Ji sudah sampai di perusahaan. Dia langsung melihat Bina dan Adel yang berdiri menunggu kedatangannya di dekat meja resepsionis. Begitu melihat Ji telah sampai di kantor, semua karyawan menyapa dan memberi hormat kepada Ji. Ji hanya menganggukkan kepala dan berjalan menuju ruangannya, diikuti Bina dan Adel yang berjalan dibelakang Ji


" Bagaimana informasi dari perusahaan keluarga Hardi? Apa kalian sudah mendapatkan sesuatu? "


Tanya Ji dengan nada dinginnya


" Mereka sedang mencari investor yang bersedia membiayai proyek mereka kali ini. Proyek itu dikatakan akan menjadi proyek yang sukses kedepannya. Karena itu biaya investasi yang dibutuhkan sangatlah besar "


Adel berkata dengan sangat tenang. Ji tersenyum penuh kelicikan setelah dia mendengar informasi itu.


" Bagus kalau begitu. Aku yang akan jadi investor mereka dan membuat mereka bangkrut dalam 1 hari, Bahkan mereka bisa saja masuk penjara karena hutang yang tak mampu ia bayar " Terlihat senyum dan tatapan yang begitu licik daei Ji. Aura yang dia tunjukkan sungguh menyeramkan


Hardi,, langkah pertamaku akan segera dimulai

__ADS_1


" Siapkan semuanya! aku tidak mau dia tahu lebih awal kalau kita adalah investor mereka. Biar itu akan jadi kejutan untuk mereka suatu hari nanti "


__ADS_2