Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kamu tidak akan pernah bisa masuk keluarga Kusuma


__ADS_3

Asisten Fabian bergerak cepat dengan menyiapkan pesta dan juga menyebar undangan ke seluruh pebisnis dinegara A termasuk Yudha


" Tuan Nugraha mengadakan pesta? Sudah lama sekali dia tidak pernah terlibat dalam kegiatan apapun. kali ini dia akan mengadakan pesta penyambutan putranya? Apakah anak yang katanya hilang itu telah kembali? "


Gumam Yudha sambil melihat undangan dari Fabian yang berada ditangannya. Kemudian dia meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja kerja


Tuut tuuut tuuut


" Halo Sayang. Apa kamu menerima undangan dari tuan Nugraha? "


Tanya kepada Gina yang sedang berada di kantor Sanjaya


" Ya, aku sudah menerimanya. Pestanya akan diadakan beberapa hari lagi di kediaman Nugraha. Tapi masalahnya,, hari itu aku sudah memiliki janji dengan kak Maria untuk mengurus pernikahan Ji "


" Lantas bagaimana? aku tidak ingin pergi sendiri. Tapi jika aku tidak pergi, sepertinya terkesan kalau kita tidak menghormati undangan tuan Nugraha! "


Kata Yudha dengan nada suara terlihat bingung


" Bagaimana kalau ajak Jingga atau Vio? Biarkan salah satu dari mereka menemanimu pergi! "


"Jingga?


Hemmmm,,, anak itu tidak pernah sekalipun mau menemaniku menghadiri sebuah acara. Padahal aku juga ingin memperkenalkan dia pada semua kolega bisnis apalagi, sekarang dia juga seorang pebisnis muda yang cukup dikenal di negara F.


Kalau Vio,,, Jingga bilang dia sedang bekerja diperusahaan orang lain, apa jadwalnua bisa sedikit diganggu? "


Yudha sedikit berpikir dambil berbicara dengan Gina


" Kamu coba telepon mereka dulu saja! Siapa tahu salah satu dari mereka ada yang bisa menemanimu pergi! "


Saran Gina dengan suara tenang dan lembut


" Baiklah, aku akan coba menghubungi mereka sekarang. Sampai nanti sayang "


" Ya sampai nanti "


Yudha dan Gina pun mengakhiri panggilan diantara mereka


Yudha kembali mendial nomor di teleponnya


Tuut tuuut tuuuttt


" Halo, papi? "


" Jingga kamu sedang dimana? "


" Aku sedang dalam perjalanan menuju pangkalan militer untuk menemui Ed. Ada apa pih? "


Tanya Ji dengan suara tenang sambil mengemudikan mobil miliknya


" Apa kamu bisa kembali kesini dalam beberapa hari kedepan? "


Ji mengernyitkan dahi mendengar permintaan sang ayah


" Ada apa pih? Apakah ada hal penting? Tapi aku sedang mengurus beberapa hal dengan Bi dan juga dengan perusahaanku sekarang ini? "


" Ada apa dengan Bi dan perusahaan mu? apakah kalian dalam masalah? "

__ADS_1


Tanya Yudha dingin dengan kedua alis hampir menyatu


" Tidak ada apa - apa pih. Hanya saja aku dan Bi sedang melakukan permainan kecil dan saat ini perusahaan ku mengalami sedikit masalah dengan salah satu pemegang saham yang berusaha memprovokasi karyawan ku untuk membuat keributan. Tapi papi tenang saja, aku pasti bisa menyelesaikan masalah ini. Papi kenapa memintaku kembali pulang kesana? "


" Papi ingin mengajakmu untuk menghadiri sebuah pesta penyambutan putra salah seorang pebisnis terpandang di bagian selatan. Sekaligus papi ingin mengenalkanmu pada semua pebisnis. Sudah saatnya kan kamu menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya? "


" Nanti saja pih. Aku akan membuka jati dirimu bersama dengan Biru, ketika dia sudah kembali berjalan. Jadi papi ajak Vio saja, dia pengangguran lagi sekarang ini! "


" Apa dia berhenti bekerja lagi? "


Kata Yudha dengan nada yang terdengar heran


" Hemmm.. Lebih tepatnya dia diminta berhenti oleh atasannya "


" Kenapa? Apa Vi melakukan sebuah kesalahan? "


" Iya, kesalahan karena menjadi putra papi "


" Maksudmu? "


Yudha semakin heran dibuatnya


" Katanya,, putri seorang konglomerat tidak pantas jika harus menjadi seorang sekertaris direktur? "


"Siapa yang bilang? "


" Papi tahu teman Bi yang bernama Rian? "


" Iya, papi tahu dia. Dia merupakan teman biru dan Alex "


Yudha semakin mengernyitkan dahi


" Benarkah? Apa dia itu baik? "


" Aku tidak tahu, bahkan Bi saja tidak tahu betul bagaimana Rian. Tapi papi tenang saja, aku dan Bi akan menyelidikinya "


" Baiklah, papi serahkan dia padamu. Kalau begitu papi akan menghubungi Vio "


" Baik pih, bye! "Akhirnya Yudha menutup panggilan teleponnya dengan Ji. Kemudian Yudha menghubungi Vio


Tuuut tuuut tuuut


" Halo papi "


" Halo Vio, kamu sedang dimana sayang? "


" Aku sedang jalan - jalan di mall pih dengan kak Rian, temannya kak Bi. Ada apa pih? "


" Kamu pacaran dengan Rian? "


" Tidak papih, aku hanya dekat saja dengan kak Rian. Papi ada apa menghubungi Vio? "


" Papi mau minta tolong sama kamu untuk pulang ke negara A dalam beberapa hari ke depan! "


Vio mengernyitkan dahi mendengarnya


" Ada masalah apa pih? Apakah ada sesuatu yang penting? "

__ADS_1


" Iya papi butuh bantuan kamu, jadi kamu harus pulang. Nanti papi kirimkan jet pribadi untuk menjemput kamu disana! "


" Baiklah pih, besok aku pulang ke negara A "


" Terimakasih Vi, besok jet pribadi akan menjemput mu di bandara! "


" Iya pih. Bye papi "


" Bye sayang! "


Yudha dan Vio mengakhiri panggilan teleponnya


" Kamu mau pulang ke negara A Vio? "


Tanya Rian yanh sedang berjalan di sebelah Vio


" Iya papi bilang ada masalah penting, jadi aku harus pulang! "


" Tapi Vi,, kenapa kamu tidak bilang sama papi kamu kalau kita berdua ini sekarang pacaran? "


Tanya Rian dengan wajah heran


" Kita kan memang belum pacaran. Aku cuma bilang kita coba lebih dekat dan saling mengenal. Bukan berarti itu pacaran kan? "


" Ku kira maksud kamu kita dekat adalah kita ini akan pacaran "


" Aku hanya ingin lebih mengenal kak Rian. Jima memang kita seterusnya cocok dan saling nyaman ya apa salahnya pacaran. Tapi sekarang ini kita belum saling mengenal kan? " Jawab Vio dengan nada sinis


" Tidak apa Vi kalau begitu, aku akan buktikan kalau kita ini merupakan pasangan yang cocok satu sama lain "


" Apa kak Rian yakin? "


" Tentu saja, tidak ada pria yang lebih cocok denganmu selain aku "


Vio mengernyitkan dahinya


" Bagaimana kak Rian bisa seyakin itu? "


"Vi, kita ini sama - sama dari keluarga terpandang. Semua wanita selalu mengagumiku. Aku yakin kamu dan keluargamu tidak akan merasa malu jika kita ini berjodoh "


" Itu kalau kita berjodoh ya. Kita tidak tahu menahu menegani jodoh. yang pasti ketika aku menemukan pria yang akan menjadi jodohku. Kita harus melalui serangkainan tes dari papi dan juga kedua kakaku. Kamu tahu kan seperti apa kekuargaku itu? "


Vio berkata dengan senyum sinis. Menatap Rian yang pandangannya seakan menerawang


" *Om Yudha?


Ujian seperti apa yang kira - kira akan dia berikan pada calon menantunya? Bisnis, bela diri atau cara menyelesaikan masalah?


Jingga,, Meskipun dia seorang perempuan, tapi dia cukup sadis dan tidak ada belas kasihan pada lawannya, apalagi tunangannya adalah seorang tentara


Biru,,, meskipun sekarang dia cacat, tapi dia selalu bisa meminta Alex untuk melakukan apapun. Jika dia mengujiku, ujian seperti apa yang akan dia berikan? "


Rian mulai menerawang keluarga Vio satu persatu dalam bertindak, dia menelan ludahnya sendiri dengan membayangkan apa yang akan terjadi padanya


Vio tersenyum licik melihat reaksi Rian


" Pikirlah apapun yang ingin kamu pikirkan, yang jelas kamu tidak akan pernah bisa masuk keluarga Kusuma! "

__ADS_1


__ADS_2