
Keesokan harinya mobil yang dipesan Bi telah dikirim langsung ke apartemen Ji. Bi menghubunginya untuk memastikan kalau mobil itu telah tiba disana tanpa tergores sedikitpun
" Halo Ji, aku sudah memesan mobil yang kamu inginkan, dan meminta dealer untuk mengirinya ke apartemen mu. Apa mobilnya
sudah tiba di disana ? "
" Entahlah. Aku belum tahu! "
Ting nong ting nong
Terdengar suara bel pintu apartemen Ji di tekan seseorang
" Tunggu Bi, sepertinya ada tamu "
Ceklek
Ji membuka pintu dan terlihat 2 orang pria berdiri disana. Satu orang berpakaian seperti kurir lengkap dengan topi dan satunya berpakaian rapi dengan kemeja dan dasi
" Permisi, apa ini tempat tinggal nona Jingga? "
Katanya pria yang mengenakan dasi begitu melihat Ji membuka pintu
" Benar. Ada perlu apa ya? "
" Kami petugas dari dealer resmi mobil Sukajaya. Kami kesini untuk mengantarkan mobil yang dipesan bapak Biru atas nama bu Jingga "
" Oh,, silakan masuk terlebih dulu, kita bicara di dalam! " Ji mempersilakan 2 orang itu masuk.
" Bi sudah dulu ya. Petugas dealer datang untuk mengantarkan mobilku.. Terimakasih banyak saudara kembarku. Nanti kita bertaruh lagi ya? "
Ji mengakhiri panggilan teleponnya dengan Bi setelah mengejeknya
" Ini kelengkapan suratnya dan juga kuncinya! Silahkan tanda tangan disini dan juga disini sebagai tanda terima! "
" Apakah masih ada lagi yang harus saya tanda tangani? "
Ji bertanya setelah dia menandatangani semua dokumen yang diperlukan
" Tidak ada nona. Semuanya sudah selesai. Mobil anda terparkir dibawah. Mari kita lihat sama - sama. Anda bisa memeriksanya langsung! "
" Baik! "
Mereka berjalan keluar pintu menuju ke tempat parkir apartemen dan melihat mobil baru Bi
" Waah ini mobilku? Akhirnya mobil sport terbaruku telah tiba "
Ji terlihat antusias dan sangat senang
" Terimakasih ya "
" *Cantiknya "
" Ternyata kalau nona ini tersenyum ceria membuatnya terlihat begitu cantik** "
Ji yang tadinya memperlihatkan wajah yang ketus kini tersenyum ceria, dan senyumnya itu seketika menghipnotis kedua pria. Mereka menatap Ji dengan mata yang seakan berbinar
__ADS_1
" Iya,, sama - sama "
Jawab dua pria itu serempak dengan anggukan kepala berkali - kali. Kemudian mereka berjalan menjauh dari Ji dan sesekali kembali menoleh padanya
Drrt drrt drrt
Ponsel Ji kembali berdering. Dilihatnya layar ponsel tertulus nama " My Lord "
" Hallo "
" Hallo my queen. Apa yang sedang kamu lakukan? "
Tanya Ed dari ujung telepon
" Aku hendak mencoba mobil baru yang Bi belikan. Mobilnya baru saja tiba "
Jawabnya dengan riang
" Hati - hati dalam berkendara. Jangan lupa kenakan sabuk pengaman dan jangan mengendarai dengan kecepatan terlalu tinggi. My queen sekarang aku ada di bandara, aku sedang melakukan pemeriksaan boarding pass "
" Sekarang? Apa boleh aku menenuimu sebelum pergi? Aku akan kesana sekarang! "
" Tidak usah. Jika kamu datang menemuiku sekarang , maka aku tidak akan rela meninggalkan kamu disini. Jadi kamu tunggu aku pulang saja ya! Ingat, harus menunggu ku pulang! "
Ji mengernyitkan dahi merasa ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara Ed
" Tuan Jendral, apa sesuatu yang buruk telah terjadi? "
Nada bicara Ji berubah sendu
" Tidak ada. Hanya saja, aku takut kalau kamu tidak bersedia menungguku hingga aku kembali ke sisimu lagi "
" Kamu benar, ini hanya kecemasan ku saja. My queen sudah dulu ya, aku harus pergi sekarang. Pesawatku akan segera take off "
" Baiklah hati - hati dan jangan lupa mengabariku ketika kamu tiba disana! "
" Iya sayang. My queen. I love you "
Deg
Jantung Ji tiba - tiba berdetak dengan sangat kencang. Entah kenapa ini terasa aneh dia rasakan
" Love you too "
Ini pertama kalinya mereka saling mengucapkan cinta secara langsung. Namun Ji sama sekali tidak merasa senang. Dia terus menatap layar ponsel yang telah mati
" Perasaan aneh apa ini? Semoga tidak terjadi apapun padanya "
Pikir Ji dengan mengangkat kepala dan menutup mata
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di perusahaan Nugraha, Fabian tengah memeriksa dokumen ketika sekertarisnya masuk dengan membawakan teh yang biasa dimunum olehnya
" Permisi tuan. Saya membawakan teh untuk anda "
__ADS_1
Fabian mengalihkan pandangannya dari dokumen ditangannya dan mendongakkan kepala menatap wajah sang gadis
" Bawa kemari!" Katanya singkat
" Silahkan tuan! "
" Terimakasih! Panggilkan asistenku kemari! "
" Baik tuan! "
Sang sekertaris membalikkan badan dan berjalan meninggalkan ruangan Fabian.
Tak lama pintu kenbali diketuk dan terlihat asistennya yang masuk dari balik pintu
" Tuan memanggil saya? "
" Apa Leo sudah kembali? "
Tanyanya penuh wibawa
"Pengawalnya melaporkan kalau tuan muda Leo sedang dalam perjalanan kemari setelah sebelumnya pergi ke bagian barat "
" Baiklah, kalau begitu! Kamu boleh kembali ke ruangan mu! "
" Tuan, apa anda baik - baik saja? Wajah anda terlihat begitu pucat! "
" Aku baik - baik saja. Kamu hubungi Leo dan minta dia agar langsung datang kemari setelah dia tiba di kota ini! "
" Baik tuan akan segera saya laksanakan! "
Asisten Fabian pun meninggalkan ruangannya kemudian menghubungi Leo
Tuut tuut tuut
" Halo, pak Jek "
" Tuan muda, apa anda masih di kota bagian barat? "
" Saya sedang dalam perjalanan ke kota selatan. Ada masalah apa? Apakah sesuatu terjadi pada ayah? "
Leo terdengar panik
" Tidak tuan muda. Tuan besar hanya berpesan agar anda langsung datang ke kantor begitu tiba di kota ini! "
" Baik, aku mengerti. Aku akan langsung kesana! "
Jawab Leo dengan santai kemudian menutup telepon diantara mereka
" Kak, apa semua baik - baik saja? "
" Iya, tidak ada apa - apa. Ayah hanya memintaku untuk langsung datang ke kantor begitu kita tiba disana "
" Owh begitu "
" Tapi, aku merasa gelisah. Aku tidak tahu kenapa, tapi hatiku terasa tidak tenang "
__ADS_1
Nada bicara Leo terdengah penuh khawatir
" Semoga itu hanya perasaan kakak saja. Dan tidak ada apa - apa "