Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Mobil baru Ji


__ADS_3

Keesokan harinya mobil yang dipesan Bi telah dikirim langsung ke apartemen Ji. Bi menghubunginya untuk memastikan kalau mobil itu telah tiba disana tanpa tergores sedikitpun


" Halo Ji, aku sudah memesan mobil yang kamu inginkan, dan meminta dealer untuk mengirinya ke apartemen mu. Apa mobilnya


sudah tiba di disana ? "


" Entahlah. Aku belum tahu! "


Ting nong ting nong


Terdengar suara bel pintu apartemen Ji di tekan seseorang


" Tunggu Bi, sepertinya ada tamu "


Ceklek


Ji membuka pintu dan terlihat 2 orang pria berdiri disana. Satu orang berpakaian seperti kurir lengkap dengan topi dan satunya berpakaian rapi dengan kemeja dan dasi


" Permisi, apa ini tempat tinggal nona Jingga? "


Katanya pria yang mengenakan dasi begitu melihat Ji membuka pintu


" Benar. Ada perlu apa ya? "


" Kami petugas dari dealer resmi mobil Sukajaya. Kami kesini untuk mengantarkan mobil yang dipesan bapak Biru atas nama bu Jingga "


" Oh,, silakan masuk terlebih dulu, kita bicara di dalam! " Ji mempersilakan 2 orang itu masuk.


" Bi sudah dulu ya. Petugas dealer datang untuk mengantarkan mobilku.. Terimakasih banyak saudara kembarku. Nanti kita bertaruh lagi ya? "


Ji mengakhiri panggilan teleponnya dengan Bi setelah mengejeknya


" Ini kelengkapan suratnya dan juga kuncinya! Silahkan tanda tangan disini dan juga disini sebagai tanda terima! "


" Apakah masih ada lagi yang harus saya tanda tangani? "


Ji bertanya setelah dia menandatangani semua dokumen yang diperlukan


" Tidak ada nona. Semuanya sudah selesai. Mobil anda terparkir dibawah. Mari kita lihat sama - sama. Anda bisa memeriksanya langsung! "


" Baik! "


Mereka berjalan keluar pintu menuju ke tempat parkir apartemen dan melihat mobil baru Bi


" Waah ini mobilku? Akhirnya mobil sport terbaruku telah tiba "


Ji terlihat antusias dan sangat senang


" Terimakasih ya "


" *Cantiknya "


" Ternyata kalau nona ini tersenyum ceria membuatnya terlihat begitu cantik** "


Ji yang tadinya memperlihatkan wajah yang ketus kini tersenyum ceria, dan senyumnya itu seketika menghipnotis kedua pria. Mereka menatap Ji dengan mata yang seakan berbinar

__ADS_1


" Iya,, sama - sama "


Jawab dua pria itu serempak dengan anggukan kepala berkali - kali. Kemudian mereka berjalan menjauh dari Ji dan sesekali kembali menoleh padanya


Drrt drrt drrt


Ponsel Ji kembali berdering. Dilihatnya layar ponsel tertulus nama " My Lord "


" Hallo "


" Hallo my queen. Apa yang sedang kamu lakukan? "


Tanya Ed dari ujung telepon


" Aku hendak mencoba mobil baru yang Bi belikan. Mobilnya baru saja tiba "


Jawabnya dengan riang


" Hati - hati dalam berkendara. Jangan lupa kenakan sabuk pengaman dan jangan mengendarai dengan kecepatan terlalu tinggi. My queen sekarang aku ada di bandara, aku sedang melakukan pemeriksaan boarding pass "


" Sekarang? Apa boleh aku menenuimu sebelum pergi? Aku akan kesana sekarang! "


" Tidak usah. Jika kamu datang menemuiku sekarang , maka aku tidak akan rela meninggalkan kamu disini. Jadi kamu tunggu aku pulang saja ya! Ingat, harus menunggu ku pulang! "


Ji mengernyitkan dahi merasa ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara Ed


" Tuan Jendral, apa sesuatu yang buruk telah terjadi? "


Nada bicara Ji berubah sendu


" Tidak ada. Hanya saja, aku takut kalau kamu tidak bersedia menungguku hingga aku kembali ke sisimu lagi "


" Kamu benar, ini hanya kecemasan ku saja. My queen sudah dulu ya, aku harus pergi sekarang. Pesawatku akan segera take off "


" Baiklah hati - hati dan jangan lupa mengabariku ketika kamu tiba disana! "


" Iya sayang. My queen. I love you "


Deg


Jantung Ji tiba - tiba berdetak dengan sangat kencang. Entah kenapa ini terasa aneh dia rasakan


" Love you too "


Ini pertama kalinya mereka saling mengucapkan cinta secara langsung. Namun Ji sama sekali tidak merasa senang. Dia terus menatap layar ponsel yang telah mati


" Perasaan aneh apa ini? Semoga tidak terjadi apapun padanya "


Pikir Ji dengan mengangkat kepala dan menutup mata


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di perusahaan Nugraha, Fabian tengah memeriksa dokumen ketika sekertarisnya masuk dengan membawakan teh yang biasa dimunum olehnya


" Permisi tuan. Saya membawakan teh untuk anda "

__ADS_1


Fabian mengalihkan pandangannya dari dokumen ditangannya dan mendongakkan kepala menatap wajah sang gadis


" Bawa kemari!" Katanya singkat


" Silahkan tuan! "


" Terimakasih! Panggilkan asistenku kemari! "


" Baik tuan! "


Sang sekertaris membalikkan badan dan berjalan meninggalkan ruangan Fabian.


Tak lama pintu kenbali diketuk dan terlihat asistennya yang masuk dari balik pintu


" Tuan memanggil saya? "


" Apa Leo sudah kembali? "


Tanyanya penuh wibawa


"Pengawalnya melaporkan kalau tuan muda Leo sedang dalam perjalanan kemari setelah sebelumnya pergi ke bagian barat "


" Baiklah, kalau begitu! Kamu boleh kembali ke ruangan mu! "


" Tuan, apa anda baik - baik saja? Wajah anda terlihat begitu pucat! "


" Aku baik - baik saja. Kamu hubungi Leo dan minta dia agar langsung datang kemari setelah dia tiba di kota ini! "


" Baik tuan akan segera saya laksanakan! "


Asisten Fabian pun meninggalkan ruangannya kemudian menghubungi Leo


Tuut tuut tuut


" Halo, pak Jek "


" Tuan muda, apa anda masih di kota bagian barat? "


" Saya sedang dalam perjalanan ke kota selatan. Ada masalah apa? Apakah sesuatu terjadi pada ayah? "


Leo terdengar panik


" Tidak tuan muda. Tuan besar hanya berpesan agar anda langsung datang ke kantor begitu tiba di kota ini! "


" Baik, aku mengerti. Aku akan langsung kesana! "


Jawab Leo dengan santai kemudian menutup telepon diantara mereka


" Kak, apa semua baik - baik saja? "


" Iya, tidak ada apa - apa. Ayah hanya memintaku untuk langsung datang ke kantor begitu kita tiba disana "


" Owh begitu "


" Tapi, aku merasa gelisah. Aku tidak tahu kenapa, tapi hatiku terasa tidak tenang "

__ADS_1


Nada bicara Leo terdengah penuh khawatir


" Semoga itu hanya perasaan kakak saja. Dan tidak ada apa - apa "


__ADS_2