Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Tidak ada masalah yang tidak bisa aku selesaikan


__ADS_3

" Hallo, mami. Aku akan kembali sekarang dari kota bagian selatan. Tapi aku akan langsung menuju rumah Ed "


Ji menghubungi Gina dalam perjalanan menuju rumah di selatan untuk mengambil barang miliknya


" Bagaimana dengan masalah Leo dan Vio? "


Tanya Gina pada putrinya


" Mami tidak perlu khawatir. Tidak ada masalah yang tidak bisa aku selesaikan. Aku sudah menyelesaikan masalah besarnya. Biar Leo yang belajar menangani sendiri sisanya "


Jawab Ji dengan santai


" Baiklah kalau begitu. Hati - hati dalam perjalanan dan sampaikan salam mami pada orang tua Ed "


" Baik mih. Akan aku sampai kan pada om Erik dan tante Maria "


Ji dan Gina mengakhiri panggilan telepon diantara mereka berdua


Ji akhirnya tiba dirumah diselatan, dia langsung berjalan menuju kamar untuk mengambil barangnya. Kemudian memanggil bi Sani


" Bi Sani! "


" Iya nona. Ada yang bisa saya bantu? "


Bi Sani dengan cepat berada dihadapan Ji


" Bi, hari ini aku akan kembali ke kota barat. Bi Sani tolong jaga rumah dan juga jaga Vio. Tolong urus dia dengan baik. Dia itu gadis yang sangat manja "


Ji berpesan pada bi Sani


" Tentu nona, saya akan menjaga non Vio. Nona tidak perlu khawatir "


Jawab Bi Sani dengan sopan


" Baiklah bi, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi! "


Ji berjalan keluar di ikuti Bi Sani yang mengantar kepergian Ji


" Hati - hati nona. Nona harus mampir kesini lagi! "


Teriak bi Sani dengan melambaikan tangan pada Ji yang sudah berada dalam taksi


" Jalan pak! "


Katanya pada supir taksi. Kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi Deby.


" Halo Deby, kamu sudah sudah bekerja keras. Sekarang kamu bisa masuk rumah sakit untuk rehabilitasi. Aku akan mentransfer sejumlah uang ke rekeningmu "


Katanya begitu Deby menerima panggilannya

__ADS_1


" Baik nona Jingga. Terimakasih banyak . Saya akan kirimkan nomor rekening saya "


" Hemn,,, "


Ji mengakhiri panggilan teleponnya setelah


Tring


Deby mengirimkan nomor rekening miliknya dan Jingga mentransfer uang keoada Deby sebesar 1 milyar


" Akhirnya selesai. Aku bisa fokus mempersiapkan pernikahan ku dengan tuan Jendral "


Gumam Ji dengan menatap keluar jendela, kemudian tanpa tersa dia tertidur karena kelelahan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu Roni telah sadarkan diri. Dia terlihat bingung dan menatap orang - orang sekelilingnya. Dia terkejut ketika pandangannya berakhir pada Leo


" Tuan muda,,, anda,, anda sudah sadar? "


Kata Roni dengan terbata - bata karena gugup


" Tentu aku sudah sadar. Roni, bagaimana mungkin kamu tega mengkhianati ayahku? Selama ini ayahku selalu baik kepadamu. Dia membiarkanmu bekerja dengannya selama belasan tahun, bahkan menjadikanmu sebagai pengawal pribadinya. Kenapa kamu tega melakukan ini padanya? Bahkan kamu bersekongkol dengan paman Sandy untuk mengbunuh ayahku! "


Leo yang tadinya bersikap tenang, kini mulai kesal


" Anda bertanya kenapa? Bagaimana anda tahu kalau tuan besar memperlakukan saya dengan baik? Selama ini dia hanya bersikap baik pada Jek. Dia sama sekali tidak menganggapku ada. Padahal aku yang selalu melindungi dia. Dia sama sekali tidak bersikap adil pada kami. Padahal aku dan Jek bekerja dengan tuan besar diwaktu yang hampir bersamaan. Tapi tuan besar sangat membedakan ku dengan Jek. Dia memang selalu mengatakan percaya padaku. Tapi tatapannya padaku selalu menatap curiga. Karena itu aku membuat kecurigaannya menjadi kenyataan dan bersekongkol dengan tuan Fabian "


" Kamu sungguh picik Roni. Alasan tuan besar menjadikan mu sebagai pengawalnya adalah karena kamu pandai beladiri. Sedangkan aku bisa membantunya hanya dengan kemampuan ku dalam pekerjaan. Kamu tidak seharusnya berfikir seperti itu! Tuan besar tidak peenah membedakan kita. Apa yang dia berikan padamu, kamu juga mendapatkannya. Harusnya kamu bersyukur karena tuan besar membawamu dari jalanan. Kamu harusnya ingat, bagaimana nasibmu sebelum bertemu tuan besar. Kamu sangat serakah dan tidak tahu terima kasih Roni! "


Jek berkata dengan luapan emosi dalam setiap kata dan tatapan matanya.


Roni tertunduk mengingat kembali saat dia belum bertemu Fabian. Dia hanyalah pemuda jalanan yang tidak punya pekerjaan. Setelah tanpa sengaja menolong Fabian. Dia di ajak pulang dan dijadikan pengawal pribadi olehnya. Namun saat dia mulai menatap iri pada Fabian dan Jek yang selalu menghabiskan waktu bersama. Sandy meracuni pikirannya dengan hasutannya


" Harusnya aku tidak terhasut oleh perkataan tian Sandy! Harusnya aku selalu melindungi tuan besar seperti saat pertama aku menjaganya.. hiks.. hiks.. hiks... "


Roni meneteskan air mata dan menyesal dengan apa yang dia lakukan selama ini


" Tuan muda. Hukumlah aku, bunuhlah aku agar aku membayar hutangku pada tuan besar. Aku pengawal kurang ajar yang lupa statusku. Aku tidak pantas hidup karena aku telah membuat orang yang paling berjasa dalam hidupku mati begitu saja.. Hiks.. hiks... hiks... "


Roni bersujud di kaki Leo dengan derai air mata dipipinya


" Sudahlah. Semua sudah terjadi. Meskipun aku menghukum mu sekalipun, ayahku tidak dapat hidup lagi..Kamu menyerahkan diri saja dan akui semua kesalahan yang kamu lakukan "


Kata Leo dengan tenang dan penuh wibawa


" Baik tuan muda. Saya akan mengakui semua kesalahan saya pada keluarga Nugraha "


Kata Roni yang air matanya kinibtelah berhenti

__ADS_1


" Jek apa jenazah paman Sandy telah dibawa pulang? "


Kata Leo beralih pada Jek


" Benar tuan muda. Jenazahnya kini telah tiba dirumah tuan Sandy "


" Kita kesana sekarang! "


" Tapi kak Leo, apa kak Leo baik - baik saja? "


Tanya Vio khawatir


" Aku tidak papa gadis kecil. Seperti yang dikatakan kakakmu. Aku koma karena rencana kakakmu, aku tidak papa karena saat kecelakaan itu aku menggunakan alat pelindung. Mulai dari rompi, pelindung siku juga lutut. Jadi aku tidak papa "


Jawab Leo lembut dengan sebelah tangan mengusap kepala Vio


" Syukurlah kalau begitu. Tapi Apa kak Ji marah padaku ya? Sepertinya aku sudah bersikap tidak tahu terimakasih padanya "


Vio terlihat berfikir


" Kamu pastika saja! Hubungi dia sekarang. Katakan terimakasih ku padanya! "


Leo tersenyum manis


" Baiklah! "


Vio pun menghubungi Ji, namun tidak diangkat lalu dia menelepon kerumah


" Halo, kediaman Jingga Kusuma. Eh Vio Kusuma "


terdengar suara bi Sani dari ujung telepon


" Halo bi Sani, ini aku Vio. Kak Ji mana? Apa dia ada dirumah? "


Tanya Vio langsung pada bi Sani


" Oh non Vio. Nona Jingga sudah berangkat. Katanya akan pulang ke kota barat "


Jawab bi Sani sopan


" Apa? Kapan? Apa dia menitipkan pesan pada bibi? "


Tanya Vio panik


" Nona Jingga hanya berpesan pada saya untuk menjaga dan melayani nona Vio dengan baik! "


" Baiklah bi. Terimakasih "


Vio mengakhiri panggilan teleponnya

__ADS_1


" Ternyata meskipun dia selalu mempermain ku. Kak Ji juga perhatian dan sangat menyayangi ku! "


Gumam Vio sambil tersenyum dan menatap ponsel ditangannya


__ADS_2