Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Dalam bisnis tidak ada yang namanya teman atau rekan, yang ada hanyalah lawan


__ADS_3

" Halo Ji, Gawat! Harga saham perusahaan kita semakin anjlok setiap harinya "


Adel sedang bicara dengan Ji melalui telepon


" Tenang dulu. Ceritakan padaku pelan - pelan! "


Jawab Ji dengan nada santainya


" Aku membuka situs web perusahaan kita dan disana terlihat draft herha saham kita semakin menurun setiap harinya "


" Bagus kalau begitu "


" Kenapa bagus? Ji,,, bisa saja JB Companies mengalami kebangkrutan jika terus dibiarkan seperti ini "


" Santai saja. Kita tidak perlu mengkhawatirkan itu. Bagaimana dengan reaksi para dewan direksi? Apa kamu mendapatkan sesuatu? "


Ji duduk bersandar di sofa dengan kaki yang disilangkan


" Ku dengar mereka saat ini sedang panik dan terus menerus menekan pak Arya sebagai pemimpin sekarang ini "


" Lantas bagaimana dengan gadis yang aku minta untuk mendekati pak Arya dan Rian? Apa kamu sudah menemukannya? "


" Tentu saja. Mereka sudah berkenalan dan mendekati target masing - masing "


" Bagus, laporkan terus perkembangan diantara mereka! "


" Baik Ji.. Tapi bagaimana dengan perusahaannya Ji? Kamu tidak akan membiarkanya bangkrut kan? "


" Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan hasil kerja kerasku hancur begitu saja "


" Melihat dari sikapmu yang tenang, sepertinya kamu sudah memiliki rencana sendiri Ji? "


" Tentu, jadi kamu tenang saja. Tidak perlu panik! Cukup mereka saja yang panik! "


" Baiklah kalau begitu. Aku hanya akan memantau keadaan perusahaannya. Sampai jumpa Ji "


" Hemn,,, "


Ji mengakhiri panggilan telepon diantara mereka


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di kediaman Arya,,,


" Pah,, siapa gadis yang bersama denganmu?


Asistenmu bilang kalau kamu tengah menjalin hubungan dengan wanita lain? "


Istri Arya merasa geram setelah mendengar desas desus mengenai hubungan suaminya dengan wanita lain. Terlebih yang digosipkan adalah wanita muda nan cantik

__ADS_1


" Itu tidak benar. Kamu harus lebih percaya padaku daripada perkataan orang lain! "


Arya berusaha meyakinkan istrinya yang meruapakan keturunan dari keluarga terpandang


" Apa kamu berani bersumpah padaku? "


" Tentu saja aku berani bersumpah, karena aku memang tidak pernah bersalah. Hanya saja JB Companies sedang dalam masalah, jadi aku mencari investor baru dan kebetulan dia itu adalah seorang wanita "


" Bagaimana bisa dalam masalah? Kamu mengatakan kalau jajaran direksi perusahaan tempatmu bekerja yang ingin kamu menduduki jabatan direktur utama "


" Memang, dan itu tidak menjadi masalah. Namun beberapa hari ini, harga saham perusahaan terus saja tidak stabil, jadi aku harus berhasil menstabilkan kembali harga saham sebelum waktu kesepakatan ku dengan pendiri perusahaan itu berhasil. Jika aku gagal, maka dia akan kembali menduduki jabatan direktur utama "


" Tapi dia itu pemilik perusahaan. Kenapa kamu malah ingin merebut perusahaan miliknya? Itu tidak benar! "


Istri Arya berusaha menasehati suaminya


" Karena dia hanya seorang mantan model yang memaksakan diri terjun ke dunia bisnis dan mengambil alih perusahaan milik kakaknya. Dia tidak benar - benar membangun perusahaan itu sendiri. Sudahlah, tidak perlu membahas masalah kantor dirumah. Aku harus pergi menemui klien diluar. Kamu hati - hati dirumah ya! "


" Baik. Hati - hati dalam perjalanan! "


Aryapun berjalan keluar meninggalkan rumah


" Halo Dian cantik, bisakah kita bertemu sekarang? Aku akan mengajakmu shopping! "


Arya menghubungi seseorang setelah dia keluar dari rumah


Dia menutup panggilan teleponnya dan bergegas mengendarai mobil menuju mall yang telah dijanjikan.


Beberapa saat kemudian dia akhirnya tiba dimall. Dia memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju restoran dimana seorang gadis cantik tengah menunggunya


" Hai cantik? Apa kamu telah menunggu lama?


" Halo om. Aku juga belum lama tiba disini. Om mau pesan apa? "


Kata Dian dengan senyum ramah dan memikat


" Jangan panggil om dong! terkesan kalau aku ini begitu tua dan tidak pantas denganmu "


" Apa menurut Om perbedaan usia yang terpaut hampir 20 tahun diantara kita itu bukan masalah? Aku baru akan menginjakkan usia 30tahun sedangkan om sudah 49tahun. Aku merasa khawatir jika orang lain akan berfikir kalau aku gadis matre yang hanya numpang hidup dari sugar daddy saja "


Dian memasang wajah murung ketika berkata pada Arya


" Dian, bagiku usia tidak menjadi masalah. Apa salahnya juga jika aku membiayai semua kebutuhanmu? Kamu itu kekasihku yang cantik, tidak mungkin aku membiarkan gadis secantik kamu harus merasa kekurangan dan bekerja keras mencari uang! "


" Terimakasih sayang? "


Dian memeluk Arya dengan sangat lembut namun dibalik pelukan itu, Arya tidak tahu kalau senyum Dian berubah menjadi senyum penuh kelicikan


" Ayo kita keliling mall! Setelah itu aku harus kembali ke kantor "

__ADS_1


" Apa ada masalah om? Ops,, sayang? "


Dian menutup mulutnya dan mengganti panggilannya pada Arya


" Hanya sedikit masalah saja "


Dari kejauhan Adel memperhatikan pasangan selingkuh itu


" Pak Arya, kamu kira benar - benar ada gadis cantik yang mau dengan tua bangka sepertimu? Mimpi! Tapi itu bagus, jadi mudah bagi Jingga untuk membalasmu. Tidak tahu diri! "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara di kantor Biru, dia memiliki seorang tamu yang biasanya tidak pernah datang untuk mengunjunginya


" Halo Lex, apa Biru ada didalam? "


Tanya Rian pada Alex yang kebetulan tengah memberikan pekerjaan pada sekertaris Biru


" Hai Rian. Angin apa yang membawamu sampai kemari. Kamu tidka pernah datang ke kantor Biru selama ini? "


" Aku memiliki masalah yang harus ku bahas dengan Biru. Semoga saja dia bisa membantu menyelesaikan masalahku? Apa aku bisa bertemu dengannya? "


" Tentu saja, biar aku antar masuk ke dalam! " Alex berjalan lebih dulu menuju ruangan Biru, diikuti Rian yang berjalan di belakangnya


Tok tok tok


" Masuk! "


Setelah mendapatkan izin, Rian dan Alex masuk kedalam ruangan, dan mendapati Biru tengah sibuk dengan dokumen yang ada ditangannya


" Maaf pak Biru, pak Rian Sanggara datang untuk menemui anda "


" Hai Rian, silahkan duduk "


Biru mempersilakan Rian duduk, kemudian dia berjalan mendekat ke arah sofa


" Kamu sudah bisa jalan lagi Bi? "


" Seperti yang kamu lihat! Kini aki sudah sembuh dan bisa kembali berjalan seperti dulu "


" Ada apa hingga membuatmu datang kesini mencariku? "


" Sebenarnya aku memiliki masalah dengan perusahaan ku akhir - akhir ini, karena itu aku datang kemari untuk menawarkan kerja dengan mu! "


" Kerja sama seperti apa? "


" Aku membutuhkan investor baru untuk menyelamatkan perusahaanku. Tolong aku Bi. Kita kan teman, tentu saja kamu akan bersedia membantuku kan? "


" Rian sepertinya kamu tidak mengerti. Dalam bisnis tidak ada yang namanya teman atau rekan, yang ada hanyalah lawan untuk saling menjatuhkan atau memanfaatkan! "

__ADS_1


__ADS_2