Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Sebentar lagi hadiah terakhir akan dia dapatkan


__ADS_3

Gubrak...


Arya yang dari tadi berdiri tiba - tiba duduk lemas, wajahnya pucat pasi, dia termenung dalam diam


" Mereka adalah anak dari Yudha? Bagaimana bisa? "


Semua orang terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar. Mata mereka membelalak dengan mulut terbuka. Ruang rapatpun seketika menjadi hening, setelah itu mereka saling menatap satu sama lain seakan mencari kepastian dan untuk meyakinkan diri mereka sendiri kalau yang baru saja mereka dengar adalah sebuah kenyataan


Sreeet


Suara kursi yang di geser secara tiba - tiba memecah keheningan ruang rapat


" Bu Jingga saya minta maaf. Saya sama sekali tidak ada niatan untuk meragukan kemampuan anda dalam bidang bisnis. Kita semua tahu selama bu Jingga memegang kendali perusahaan ini, harga saham kita selalu naik dan menjadi salah satu perusahaan yang paling di akui "


Salah seorang anggota rapat yang tadinya memihak pada pak Arya tiba - tiba berdiri dan berjalan mendekati Ji. Dia menyatukan kedua tangannya dan memohon dihadapan Ji


" Kamu...? Bukannya kamu yang sebelumnya meragukan kemampuan ku ya? Sebelumnya kamu mengatakan kalau pak Arya bisa memimpin lebih baik dari pada aku! "


Kata Jingga dengan sikap acuh tak acuhnya


" Tidak tidak. Saya tidak bermaksud seperti itu. Pak Arya yang menghasut kami dan mengatakan kalau bu Jingga tidak dapat melakukan hal apapun. Bu Jingga hanya bergantung kepada asisten dan juga sekertaris bu Jingga saja "


" Menurutmu yang jadi bosnya itu asisten atau direktur? "


" Direktur Bu "


Jawabnya sambil tertunduk


" Yang mengambil setiap keputusan dan juga memberi perintah itu asisten atau direktur? "


" Direktur bu "

__ADS_1


" Yang bertanggung jawab dalam setiap masalah yang terjadi, asisten atau direktur? "


"Direktur Bu "


" Lantas bagaimana bisa aku bergantung pada asisten dan juga sekertarisku dalam menangani setiap masalah, hah? Jika memang mereka bisa menangani semuanya tanpa aku, kenapa mereka tidak memilih untuk membangun perusahaan mereka sendiri? Sebenarnya kalian bisa menggunakan otak kalian atau tidak? "


Kata - kata Ji dalam namun dia masih berkata dengan nada yang begitu tenang. Orang itu hanya bisa tertunduk tanpa mengatakan apapun lagi.


" Ji, sepertinya ada seseorang yang ingin mengatakan sesuatu padamu? "


Kata Biru sambil menoleh dan menatap pak Arya. Ji yang tadinya duduk bersandar dikursi dengan kaki disilangkan, kini tidak lagi bersandar dan tangannya diletakkan diatas meja dengan sebelah tangannya menopang dagu


" Untuknya,,,, kurasa kita tidak perlu membicarakan apapun. Sebelumnya sudah kukatakan kalau aku memberikan waktu padanya selama 2 minggu untuk menduduki jabatan direktur dan mengelola perusahaan agar harga saham kita terus naik. Namun bukannya mengalami kenaikan, harga saham kita justru terus saja mengalami penurunan. Jadi untuk apa kita pertahankan orang sombong seperti dia? "


Jawab Ji kepada Biru dengan sesekali sedikit melirik pada Pak Arya


Bruk!!


Arya dengan segera berlutut dan memohon dikaki Jingga agar di tidak dipecat


Ji sedikit membungkuk dan mendekatkan wajahnya pada pak Arya yang sedang berlutut dihadapannya sambil berkata


" Kamu bisa berjanji dan bersumpah bahkan berlutut semaumu. Tapi, kami tidak pernah memberikan yang namanya kesempatan kedua pada siapapun! "


Perkataannya yang tenang dan dingin membuat orang lain yang mendengarnya menelan paksa ludah mereka


" Mereka berdua seperti singa yang hendak memakan hasil buruan mereka! "


Bisik salah seorang anggota rapat kepada orang di sebelahnya


" Kukira hanya tuan Yudha yang bisa dengan mudah mengintimidasi lawannya. Ternyata mereka berdua juga sama. Aku menjadi lebih yakin kalau mereka benar - benar anak dari tuan Yudha "

__ADS_1


" Kamu benar. Tidak heran jika mereka memiliki aura tersendiri. Mereka terbukti memang putra dari tuan Yudha yang berhati dingin itu. Sikap mereka pun sepertinya begitu sama "


Mereka saling berbisik satu sama lain


" Dan untuk kalian semua. Jika memang ada yang tidak suka dengan pengaturan kami berdua, maka kalian diizinkan untuk mundur dari jajaran direksi dan jadi pemegang saham biasa ataupun menarik saham kalian! " Kata Biru dengan pandangan matanya yang menyapu kel setiap anggota yang berada diruangan


" Sepertinya sudah tidak ada yang merasa keberatan lagi dengan pengaturan kami? Diamnya kalian aku anggap sebagai tanda kalau kalian sudah mengerti. Jadi kedepannya tidak akan ada lagi hal yang seperti ini. Rapat kali ini selesai dan Ji akan kembali menduduki jabatannya sebagai direktur utama "


Semuanya hanya menganggukkan kepala tanpa mengatakan apapun.


Biru dan Jingga berjalan dengan penuh wibawa meninggalkan ruang rapat, juga membiarkan Arya yang masih dalam posisi duduk di lantai tanpa mengatakan apapun.


" Pak Arya bangunlah! Sudah tidak ada gunanya untuk anda berlutut seperti itu! Mereka berdua sudah pergi. Pak Arya beruntung karena mereka berdua tidak melakukan apapun pada pak Arya. Kita semua tahu kalau keluarga Kusuma tidak pernah membiarkan lawannya melenggang bebas begitu saja. Tapi kali ini mereka tidak melakukan apapun pada pak Arya. Pak Arya pastilah orang yang selalu diliputi oleh keberuntungan besar "


Salah seorang anggota rapat berusaha membujuk pak Arya. Yang lainnya pun ikut mendekat sebagai penghiburan bagi pak Arya


" Apa benar aku beruntung? Sepertinya akhir - akhir ini aku ditimpa kesialan. Istriku meminta cerai dan aku kehilangan jabatan di perusahaan ini. Aku harus mulai mencari kembali sumber pemasukan keuanganku! Karena sekarang hanya tinggal rumah itu satu - satunya harta yang aku miliki "


Pak Arya terus saja menundukkan kepala dan berfikir mengenai tindakan yang harus diambilnya setelah ini. Bahkan dia sama sekali tidak menghiraukan apa yang orang lain coba katakan padanya. Yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya membangun perusahaan sendiri dan membuat Biru dan Jingga bertekuk lutut dihadapannya dan mengakui kemampuannya dalam bisnis. Itu akan menampar langsung wajah mereka karena telah mempermalukannya di depan banyak orang


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Bi,, apa kamu lihat bagaimana wajah mereka tadi? Wajah mereka berubah menjadi begitu pucat seakan pasokan darah yang mengalir ke bagian kepala mereka tiba - tiba terhenti begitu mendengar kalau kita ini adalah anak papi. Hahaha... Ku kira akan ada yang mati berdiri setelah mendengar siapa kita "


Ji terlihat begitu semangat bicara dengan Biru


" Ji, apa kamu membiarkan pak Arya begitu saja? "


" Tidak,,, Dia sudah kehilangan pekerjaan diperusahaan ini. Istrinya juga meminta cerai darinya. Dan sebentar lagi hadiah terakhir akan dia dapatkan. Dia akan kehilangan harta bendanya. Sehingga dia tidak akan bisa bangkit lagi dari keterpurukannya. Barulah dia akan menyadari kesalahan yang telah dia perbuat "


" Kamu memang pebisnis kejam Ji, tidak pernah membiarkan lawanmu bangkit dari keterpurukan dan kembali mencoba melawanmu "

__ADS_1


__ADS_2