Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kita lihat saja apa kekacauan yang Ji timbulkan


__ADS_3

Rian cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Biru


" Jadi dia tidak ingin membantuku? Lantas aku harus meminta bantuan pada siapa lagi? " Rian terlihat merenung setelah mendengar apa yang Biru katakan


" Tapi, karena kita sudah berteman lama. Maka aku bisa meminjamkan sedikit uang padamu "


Kata Biru setalah melihat ekspresi Rian


" Benarkah? "


Rian terlihat tekejut dan juga senang.


" Apa kamu benar - benar bisa dipercaya karena ini? Aku memdengar kalau kamu masih suka main perempuan? Apa kamu tidak akan menghamburkan uang ini untuk bersenang - senang dengan wanita? "


" Tentu saja Bi. Perusahaan ini sangat penting bagi keluargaku. Aku tidak mungkin melakukan hal yang dapat menghancurkan keluargaku. Jadi kamu tenang saja, tidak perlu memikirkan hal yang tidak - tidak mengenai perusahaanku. Aku yakin setelah mendapatkan pinjaman pasti perusahaanku akan kembali normal seperti sebelumnya "


" Baiklah. Alex tolong bawakan surat perjanjian yang harus dia tandatangani "


" Baik pak! "


Alex berjalan keluar dan meninggalkan ruangan Biru


" Bi, apa kamu begitu tidak percaya padaku? " Tanya Rian setelah Alex keluar dari ruangannya


" Bukan begitu, hanya saja 15 miliyar bukan uang sedikit "


" 15 miliyar? benarkah kamu meminjamkanku uang sebanyak itu? "


" Tentu saja. Apakah itu masih kurang? "


Tanya Biru dengan santainya


" Tidak, tidak.. itu sudah cukup "


" Baiklah kalau begitu "


Tak lama Alex kembali masuk keruangan dan membawa surat kontrak perjanjian


" Ini pak surat kontraknya! "


Bi kembali ke meja kerjanya dan membuka laci kerjanya untuk mengambil cek


" Bacalah dengan teliti kontraknya terlebih dahulu "


" Sudah Bi, aku tidak masalah dengan isi perjanjiannya. Jika memang dalam waktu 1 tahun aku tidak bisa membayar kembali uang ini, kamu bisa mengambil alih perusahaanku "


" Baiklah "


" Kalau begitu g pergi dulu "


" Dengan sebagian uang ini aku bisa pergi jalan - jalan dengan Yuanita. Biar saja ku bilang pada papa kalau Biru hanya meminjamiku 5 miliyar"


Pikir Rian ketika dia telah keluar dari ruangan Biru

__ADS_1


" Bi, apa 15 miliyar itu benar - benar pilihan bagus? Dengan uang itu dia bisa menstabilkan kembali anggaran perusahaannya! "


Kata Alex setelah Rian keluar dari ruangan Biru


" Kamu tenang saja. Orang yang suka foya - foya seperti Rian itu tidak akan melewatkan sedikitpun celah. Aku yakin kalau dia hanya akan memberikan sebagian uang itu kepada ayahnya "


" Apa kamu dan Ji sudah merencanakan semua ini? "


" Kata Ji dia hanya merencanakan seorang gadis cantik untuk mendekati Rian. Untuk masalah perusahaan, sepertinya memang perusahaannya Rian sudah lebih dulu mengalami kekacauan. Kita lihat saja apa kekacauan yang Ji timbulkan"


" Baiklah, aku akan kembali kerja "


" Alex, Jingga sudah memberitahuku hubungan kamu dan Bina "


Bi berkata dengan senyum manis


" Jangan menggodaku, aku tidak akan menceritakan apapun padamu "


Alex tetap berlalu meninggalkan ruangan Biru


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Halo, kak Rian? Aku sudah kembali ke negara F. Apa kakak sedang sibuk? "


Vio sedang menghubungi Rian untuk mengajaknya bertemu


" Maaf Vi, hari ini aku sangat sibuk. Jika waktuku kosong, aku akan langsung menghubungimu "


" Maaf Vi karena aku sudah ada janji dengan Yuanita hari ini "


" Baik kak. Tidak masalah "


" Bagaimana Vi, apa kamu gagal bertemu dengan Rian? "


Ji bertanya pada Vio setelah melihat adiknya itu mematikan sambungan telepon dengan Rian


" Katanya dia sedang sibuk kak "


" Oh ya? Bagaimana kalau kita hubungi seseorang untuk memastikannya? "


Ji mraih ponsel yang tergeletak diatas meja lalu menghubungi seseorang


Tuuut tuuut tuut


" Halo, Yuanita. Apa kamu ada janji dengannya hari ini?


" Benar, nona. Dia memintaku bertemu dengannya sebentar lagi. Dia bilang sekarang masih ada urusan dan akan bertemu di mall dalam waktu 1 jam "


" Bagus, kamu bisa minta apapun yang kamu inginkan darinya "


" Benarkah? Anda tidak akan melarang saya? "


" Tentu saja. Aku justru akan sangat senang jika kamu bisa menguras semua uangnya sampai habis. Kalau perlu dengan harta bendanya sekalian "

__ADS_1


" Tentu saja nona. Saya senang jika bekerja dengan anda. Dengan ini saya bisa mendapatkan keuntungan 2 kali lipat. Bayaran dari anda dan apa yang saya inginkan bisa saya dapatkan. Ini sungguh menyenangkan. Tapi nona, bagaimana jika dia melapor kepada polisi? "


" Kamu tenang saja, aku akan mencari jalan agar kamu tetap aman selama bekerja sama denganku! "


"Baiklah nona, saya mengerti. Saya akan mengerjakan semuanya sesuai dengan keinginan nona "


" Kak Ji, kakak benar - benar mencari gadis materialistis untuk menjebak kak Rian? "


" Tentu saja. Aku sudah bilang kalau akan menghancurkan dia dengan kebiasaannya bermain wanita. Jadi kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti "


" Kak Ji, apa itu tidak keterlaluan? "


" Apa kamu mau jika dia menggunakan mu sebagai alat untuk memajukan bisnisnya? tapi dia juga bermain dengan wanuta lain dibelakang mu? "


" Tentu saja aku tidak mau. Lagipula, aku tidak ingin bersama dengannya. Akunsudah memiliki kekasih "


wajah Vio memerah ketika dia mengatakannya


" Benarkah? Siapa pria itu? Dia berasal dari mana? "


" Kalau dia hanya seorang asisten, apa tidak masalah kak? "


" Memangnya kenapa? Justru kalau dia itu seorang asisten, dia pasti memiliki pola kerja yang cepat dan rapi. Karena asisten itu selalu menjadi tangan kanan dari atasannya. Sudah pasti dia akan sangat cekatan "


" Yang kakak katakam iti benar. Dia memang pandai dalam menangani masalah kantor. Tapi sekarang dia harus menangani masalah dengan keluarganya. Pamannya sudah berkali - kali mencoba untuk mencelakai dia, bahkan ibunya meninggal karena melindunginya "


" Kenapa pamannya berusaha membunuh dia? Apa karena dendam? "


" Karena apalagi orang akan berbuat gila selain karena harta dan kekuasaan? "


" Maksudmu dia bukan asisten biasa? "


" Dia itu seorang tuan muda yang keluar dari rumah karena usaha pamannya untuk membunuhnya. Karena itu dia jadi asisten untuk membiayai hidupnya sendiri. Tapi sekarang dia telah kembali ke rumahnya, namun aku khawatir jika pamannya berusaha mencelakai dia lagi... Kak Ji,,,, "


" Apa...? "


" Bisakah kak Ji membantunya? "


Vio memohon dengan mata berbinar


" Permintaanmu banyak sekali ya? Kamu memintaku membereskan Rian, sekarang kamu memintaku ikut campur dengan urusan orang lain "


" Tapi,, papi juga yang memberi saran padaku agar meminta bantuan kak Ji! "


" Apa? Papi? "


" Iya, papi yang minta aku untuk mengatakan pada kakak agar membantu kak Leo "


" Papi ini, kenapa tidak dia saja yang turun tangan? Kenapa malah aku yang harus turun tangan? "


Ji menggelengkan kepala berkali - kali


" Ayolah kak, tolong bantu dia ya? "

__ADS_1


" Kita lihat saja nanti! "


__ADS_2