
Rian masih merenung dikantornya setelah apa yang dikatakan Vio padanya. Padahal jam pulang kerja sudah lama berlalu. Waktu kini menunjukkan pukul 07.30 malam
" Apa yang salah dengan sikapku? Sepertinya aku sama sekali tidak melakukan kesalahan. Aku berusaha mengambil perhatiannya atas permintaan papa "
Gumam Rian dalam renungannya. Rian kembali mengingat percakapannya dengan papanya
Flash back on
Saat itu setelah keluarga Stefi bangkrut
" Rian, sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga Stefi? Bagaimana bisa keluarganya dinyatakan bangkrut hanya dalam 1 hari? Papa dengar dia menyinggung keluarga Kusuma? Tapi bagaimana bisa dia mengenal Yudha, atau mungkin,,, dia menyinggung Biru? "
Tanya papa Rian, kepada putranya sambil menikmati kopi dan menonton televisi bersama
" Dia tidak mengenal Biru pah, apalagi om Yudha. Tapi memang dia telah menyinggung keluarga om Yudha "
Jawab Rian dengan santai
" Lantas,, siapa yang dia singgung, jika bukan Yudha atau Biru?Sedangkan keluarga Kusuma yang ada di negara F ini hanya Biru saja "
Papa Rian terlihat mengernyitkan alis seakan berfikir
" Keluarga Kusuma yang ada dinegara F ini, bukan cuma Biru saja. Ketiga anak om Yudha ada di negara ini "
" Maksudmu ketiga anaknya? "
" Benar pa, semua anak dari om Yudha ada disini. Papa sendiri tahu kan kalau anak om Yudha itu tidak suka jika identitasnya di ketahui banyak orang. Seperti Biru dan saudara kembarnya. Mereka lebih suka berbaur sebagai orang biasa. Tapi dia,,, lain dari kedua kakaknya, Vio lebih dikenal banyak orang, terutama para pebisnis yang selalu menghadiri perjamuan bisnis.
Stefi telah menyinggung putri bungsu om Yudha. Mungkin karena diantidak tertarik dengan bisnis dan tidak peenah membaca majalah Bisnis, dia tidak tahu siapa itu Vio. Aku sudah peringatkan Stefi, tapi dia tidak mendengar ku dan tetap mengganggunya "
" Jadi semua anaknya Yudha ada di negara ini? Apakah mereka juga berbisnis? "
" Iya pah, mereka memiliki perusahaan sendiri - sendiri. Papa tahu perusahaan JB Companies dan Taeson Elektronik? Itu adalah perusahaan milik Biru dan saudara kembarnya "
" Lantas, bagaimana dengan putri bungsu Yudha? "
" Setahu ku sejauh ini dia belum tertarik dengan bisnis "
" Rian, bagaimana kalau kamu mencoba mendekati dia dan pacaran dengannya. Akan lebih bagus kalau kamu bisa sampai menikah dengannya. Bisnis keluarga kita bisa terangkat dan juga aman, jika kita mendapat dukungan dari Yudha "
Kata papa Rian dengan senyum licik, Rian terdiam cukup lama seakan dia tengah berfikir
" Papa benar juga. Kita bisa dihormati semua orang jika bisa bergabung dengan bisnis om Yudha, apalagi jadi bagian dari keluarganya. Baiklah aku akan mulai mendekati Vio" Rian menyetuji ide sang ayah
__ADS_1
Flash back off
" Aku tidak akan menyerah, banyak gadis yang ingin bersama denganku. Aku yakin kalau Vio juga bisa aku taklukkan! "
Pikir Rian dengan senyum liciknya kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan kantor untuk kembali kerumahnya
*****
Sementara di negara A. Yudha dsn Gina sedang makan malam bersama dengan keluarga Ed
" Yudha, aku yakin masalah kemarin pasti itu diselesaikan olehmu, iya kan? "
Karta Maria kepada Yudha
" Aku hanya sedikit membantu rencana Ed dan Ji. Aku yakin mereka juga cukup cerdik dalam mengatasi setiap masalah. Hanya saja mereka itu masih terlalu baik hati. Terlebih lagi karena Ed seorang tentara, mungkin dia masih menggunakan hati nuraninya dalam bertindak . Aku tidak peduli cara apa yang kamu gunakam untuk melindungi putriku. asalkan dia selalu aman dan bahagia "
Yudha menjelaskan pada Maria
" Om tenang saja. Aku akan selalu melindungi Ji "
Ed berkata dengan lembut sambil menoleh pada Ji
" Yudha, Gina. Mengenai rencana peenikahan mereka,,, apa kamu sudah menentukan waktunya? "
" Aku terserah mereka saja. Aku hanya akan mengaturkannya untuk mereka " Jawab Yudha sambil menatap Ji
" Apa kalian sudah menetapkan kapan tanggal pernikahan kalian akan diselenggarakan? "
Erik kini bertanya pada Ed
" Kami belum merencanakannya pah, tapi kami ingin kalau pernikahan kami diselenggarakan secepatnya! "
" Apa kamu sudah menentukan konsep pernikahan yang kalian inginkan? "
Kini Gina yang bertanya
" Emm,, kami rasa,, tema internasional tidak masalah. Tapi kami tidak ingin pesta yang terlalu meriah! "
Jawab Ji dengan acuh tak acuh
" Tentu saja pesta ini harus meriah. Karena papi akan memperkenalkan kamu dan Bi pada seluruh dunia. Bisnis kalian sudah semakin berkembang dan kalian juga semakin dikenal banyak orang sebagai pebisnis muda berbakat. Papi tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendapat pujian dari ribuan orang karena berhasil mendidik anak - anakku dengan benar "
" Ish, masih saja jadi bos yang narsis diusia mu yang tidak muda lagi seperti sekarang ini. Sungguh tidak tahu malu! "
__ADS_1
Ledek Maria pada Yudha
" Terserah kamu saja! "
Celetuk ayah Ed
" Pa, ma, kami akan kembali ke negara F. Cuti ku sudah hampir habis dan Ji juga sudah terlalu lama meninggalkan perusahaannya. Jadi untuk persiapan pernikahannya. Kami serahkan kepada kalian "
Ed berkata sambil menoleh pada Ji
" Baiklah kalian serahkan saja ini pada kami "Maria menjawab dengan senyum lembut
******
Disebuah rumah besar di negara A. Seorang pria paruh bawa tengah duduk di ruang kerjanya dengan 2 orang pria berdiri dihadapannya. Tubuhnya tunggi tegap namun wajahnya terlihat pucat, sepertinya dia tengah sakit
" Apa kalian sudah menemukan keberadaan putraku? "
Katanya dengan suara lemah namun penuh wibawa
" Kami sudah mendapatkan sebuah petunjuk mengenai tuan muda. Terakhir tuan muda diketahui berada di negara F "
" Negara F? Apa kalian sudah menemukan jejaknya? "
" Kami sedang mencari informasi lebih jauh mengenai tuan muda, namun sampai sekarang kami masih belum dapat menemukannya, tuan! "
2 orang itu tertunduk dan tak berani menatap pria yang duduk dihadapannya
" Aku ingin kalian segera menemukan putraku. Sudah cukup lama dia tinggal diluar sana dan menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian ibunya. Dia harus segera pulang dan mengambil alih posisiku. Ini sudah saatnya dia menjadi pemimpin dari kalian semua dan mengelola bisnis keluarga.. Aku yakin dia sudah bisa melindungi dirinya juga bisnis kita. uhuk uhuk uhuk "
Katanya dengan terbatuk
" Apa anda baik - baik saja tuan? "
" Aku baik - baik saja saat ini "
2 orang pria itu terlihat khawatir melihat kondisi tuannya yang semakin hari semakin memburuk.
Mereka sudah berusaha selama beberapa tahun ini untuk mencari tahu mengenai keberadaan tuan muda mereka. Namun sayang, sampai sekarang mereka masih belum menemukan jejaknya sama sekali. Semua anak buah mereka telah dikerahkan untuk melacak keberadaan sang tuan muda. Namun masih belum ada hasilnya.
Terakhir mereka melihat tuan mudanya ketika dia masih remaja. Kala itu tuan muda mereka diculik orang kelompok musuh. Tuan muda masih belum terlatih. Ibu dan ayahnya berusaha mencari cara untuk membebaskannya. Hingga akhirnya mereka berhasil melepaskan tuan muda.
Sayang, kejadian naas terjadi. Tuan muda yang dianggap sebagai penerus satu - satunya hendak dibunuh karena dianggap akan menjadi ancaman di masa depan nanti, namun sang ibu melindunginya hingga dia tertembak dan meninggal dunia. Tuan yang saat itu tidak ada ditempat kejadian memerintahkan anak buahnya untuk membawa tuan muda meninggalkan rumah, demi melindunginya.
__ADS_1