Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Akan ku lakukan apapun untuknya agar dia tetap berada disampingku!


__ADS_3

" Dokter tolong periksa lukanya! dia terekna tumpahan sup panas "


Kata Bi dengan tenang sambil memapah Bina keruang periksa setelah mereka tiba dirumah sakit terdekat


" Baik, silahkan berbaring disini! "


Bina langsung berbaring di ranjang pasien


dan Biru keluar dari ruangan itu


Dokter pun memeriksa Bina


" Kamu beruntung supnya tidak terlalu panas, jika tidak. sudah pasti akan melepuh dan meninggalkan bekas luka. Nanti saya akan berikan salep untuk luka bakar "


Kata dokter berkata dengan tenang kepada Bina


" Terimakasih dokter!


Dokter hanya tersenyum dan meninggalkan Bina. Binapun mengikuti langkah sang dokter dibelakangnya


" Apakah sudah selesai? "


Tanya Biru ketika melihat Bina keluar dari ruangan


" Iya pak, sudah "


" Ya sudah, ayo pergi dari sini, aku akan mengantarmu pulang. Aku harus kembali ke kantor " Bi berkata sambil berjalan keluar dari rumah sakit


" Kenapa bapak baik terhadap saya? "


Bina menatap Bi dengan wajah yang terlihat penasaran


" Karena aku kesal sendiri melihatmu diam saja ditindas oleh saudaramu itu. Apa kamu tidak ingin memberinya pelajaran? "


Suara Bi masih terdengar tenang namun dimatanya terlihat kemarahan


" Saya tidak berani pak. Mereka terlalu baik pada saya. Hanya saja mereka berubah setelah Hardi mendekati saya. Clarisa selalu mengarang cerita untuk menjatuhkan saya "


" Kamu tidak perlu menjelaskannya padaku. Aku sama sekali tidak berniat menolongmu atau tertarik dengan masalahmu! "


Biru bersikap dingin padanya tapi Bina menganggap itu sebagai perhatian dari Biru, diapun mulai tersenyum sendiri.


Setelah beberapa lama mereka tiba ditempat kos Bina


" Terimakasih pak telah menolong saya "


Dia berkata dengan lembut tapi Bi hanya berkata " Hmn,, " sebagai respon. Bi lalu melanju lagi meninggalkan Bina yang terpesona oleh perhatian Biru

__ADS_1


Bi tidak kembali ke Taeson Elektronik, tapi dia datang ke kantor utamanya. dan langsung menuju ruangan Alex. Semua mata tertuju pada Biru yang sudah lama tidak datang ke kantor ini


" *Sudah lama aku tidak melihat wajah tampan pak Biru. Akhirnya aku melihatnya lagi "


" Iya. Pak Bi akhirnya datang lagi ke kantor ini. Ach sungguh hari yang indah* "


Bi tidak menghiraukan pembicaraan bawahannya tersebut. Dia tetap saja berjalan menuju ruangan Alex. Yang ternyata disana sedang ada Emili yang raoat bersama Alex.


Betapa terkejutnya Biru ketika melihat Emili.


" Bagaimana dia berada disini? "


Senyum nan indah terukir di wajah dingin Biru


Dia berjalan dan mendekati mereka


" Sepertinya sedang ada tamu? Maaf, apa aku mengganggu? "


Alex terkejut mendengar suara Bi yang tiba - tiba ada disana


" Hai Bi. Ini Emili kita memiliki kontrak kerja sama dengannya! "


Alex berdiri dan memperkenalkan Emili


Emili berbalik dan menoleh


Emili terkejut saat menoleh kepada Biru


" Bagaimana kamu bisa ada disini? "


Sambungnya lagi dengan senyum di wajahnya


" Kebetulan aku mengenal Alex, dan mampir kemari " Biru menjawab dengan lembut


" Hei, bagaimana bisa wajah yang biasanya kaku ini telihat begitu lembut "


Alex terkejut melihat Biru yang bersikap hangat pada Emili


" Bos apa kamu akan kembali memegang perusahaan ini? "


Sontak Biru memberikan tatapan tajam padanya


" Kamu bekerja disini juga? "


Tanya Emili pada Biru


" Hei apa maksudmu? Aku ini kan hanya bekerja di perusahaan kecil saja, kamu kan yang mengelola ini! "

__ADS_1


Biru berkata dengan lembut tapi tatapan matanya yang menyeramkan mengarah pada Alex


" Benar - benar, ku kira kamu akan pindah untuk bekerja disini! "


Alex dengan gugup mengatakannya. Keringat dinginnya mulai bercucuran


" Huh, habislah aku. Apa yang direncanakan gunung es ini? Apa dia sedang berpura - pura dihadapan Emili? Sudahlah! "


Sedangkan Bi berkata dalam hatinya


" Aku tahu Emili lebih suka kesederhanaan. Aku ingin mengenal dia lebih jauh dulu. Aku tidak ingin dia merasa canggung atau terbebani karena status yang ku miliki "


" Emili, apa kamu masih memiliki urusan disini? Bagaimana kalau kita keluar untuk jalan - jalan? "


Bi bertanya dengan lembut


" Hmn, baiklah, urusanku juga telah selesai disini " Emili menjawab dengan senyum di wajahnya, kemudian berbalik menatap Alex " Pak Alex, saya permisi dulu!


Masalah selanjutnya akan kita bicarakan secara langsung ketika pak direktur sudah kembali "


Alex mengerutkan keningnya seraya berpikir


" Kedua orang ini,, Bagimana mereka bisa bersikap hangat satu sama lain, Sedangkan padaku mereka begitu kaku "


Hingga Alex berkata dengan cepat


" Baiklah - baiklah, akan kita bahas lagi nanti "


Emili dan Biru meninggalkan ruangan Alex


" Kita mau pergi kemana? "


Tanya Emili sambil menoleh kepada Biru yang berada disebelahnya


" Hmn,,, Bagaimana kalau kita ke mall dekat sini saja? "Biru berkata dengan tenang, dan Emili mengangguk sambil tersenyum dia juga sedkit melamun saat menatap Biru " Entah kenapa, aku merasa nyaman saat berada disebelahnya. Aku sama sekali tidak ingin menunjukkan sikap dinginku terhadapnya! "


" Dimana kamu memarkirkan mobilmu? "


Pertanyaan Biru membuatnya tersadar dari lamunannya


" Ah,,, disebelah sana "


Mereka berjalan menuju mobil dan berkendara menuju mall terdekat, dengan Biru yang mengendarai mobil


Emili terus memandangi Biru yang sedang mengemudi


" Seandainya dia menyukaiku, akan ku lakukan apapun untuknya agar dia tetap berada disampingku!

__ADS_1


__ADS_2