Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Putri tuan Yudha lebih kejam dari ayahnya


__ADS_3

Seketika langkah kaki Ji berhenti mendengar perkataan sang papi


" Apa pih? Papi mau umumkan mengenai status Bi dan Ji di depan umum? "


Jingga yang terkejut bertanya dengan mata yang hampir keluar dan dahi mengkerut


" Iya sayang. Papi rasa kalian sudah cukup pantas untuk memegang kendali perusahaan papi atau mami "


Kata Yudha dengan tenang dan senyum merekah


" Jingga ga setuju pih. Ji dan Bi harus bisa berdiri sendiri dan dapat pengakuan dari dunia bisnis. Baru kami bersedia memegang kendali perusahaan keluarga kita "


" Ji ingin semua orang segan karena mendengar nama Ji sendiri bukan karena mendengar nama keluarga Kusuma yang ada pada nama belakang Jingga Pih! "


Ji menolak dengan sikap tegasnya


" Baiklah, papi mengalah. Tapi papi tetap akan ikut bertindak jika ada yang mencoba bermain dengan kalian. Meskipun hanya sekedar melihat pertunjukan kalian, bagaimana? "


" Tidak masalah "


Kata Ji sambil tersenyum dan mengangkat kedua bahu bersamaan


" Baiklah, ayo kita lanjut jalan "


Ajak Yudha kepada putrinya dan dibalas dengan anggukan oleh Jingga


Mereka berkendara menggunakan mobil roll royce wraith milik Yudha. Tentu saja mobil yang tergolong mahal tersebut menjadi pusat perhatian banyak orang. Ditambah lagi dengan beberapa pengawal yang mengikuti mereka. Pastilah tidak ada yang dapat mengalihkan pandangannya dari mereka.


Hendri mulai menjalankan mobil Yudha menuju ke kawasan Vila dijalan D. diikuti oleh 2 mobil pengawal di belakang mereka. Mereka menyusuri jalanan yang tidak terlalu ramai karena tempat uang dituju mereka adalah lokasi yang hampir berdekatan demgan ujung perbatasan kota.


Hendri turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil setelah mereka tiba di tempat yang mereka tuju. Bobi terlihat sudah berdiri menunggu kedatangan mereka di depan gedung


" Selamat siang tuan, nona "


Sapa Bobi setelah melihat Yudha dan Jingga berjalan mendekat ke arahnya


" Dimana dia? "


Tanya Ji dengan nada dinginnya


" Mereka ada didalam, nona muda! Silahkan! " Kata Bobi dengan sopan kemudian memberi jalan untuk Yudha dan Jingga


Ayah dan anak itu berjalan dengan penuh wibawa. meskipun Jingga menggunakan tongkat kecil sebagai tumpuan tangannya. itu sama sekali tidak membuat dia terlihat buruk. Yudha berjalan penuh wibawa dengan sebelah tangan dimasukkan ke dalam saku celananya.


Terlihat ada 3 orang yang terduduk dilantai ketika pintu dibuka.. Ada seorang pria paruh baya dan istrinya. juga seorang pria muda yang terlihat dengan tampang kusutnya


Mereka terbelalak ketika melihat sosok Yudha yang gagah masuk ke dalam ruangan.


Yudha Arya Kusuma? Untuk apa dia disini? Apa kami melakukan kesalahan? Apa bangkrutnya perusahaan ku disebabkan olehnya?


Aku rasa, aku tidak pernah menyinggungnya. Tentu saja, siapa yang berani menyinggung Yudha secara langsung . Lantas kenapa kami harus bertemu dengannya disini?


Bayu dan ayahnya terlihat bergumul dengan pikirannya masing - masing


" Apa kamu Bayu Indrayasa? "


Tanya Jingga dengan nada sinis ketika dia berada tepat dihadapan Bayu

__ADS_1


" Iya, aku Bayu. Siapa kamu? Sepertinya aku tidak mengenalmu. Tapi wajahmu terlihat cukup familiar! "


Bayu terlihat berfikir sejenak


" Aku ingat. Kamu adalah mantan model itu. Yang berhenti karena kamu diculik dan dianiaya "


" Pantas saja kamu diculik orang, Sepertinya kamu cukup menyebalkan! " Kata Bayu dengan cara bicara yang sangat sombong. Orang tua Bayu hanya bisa saling menatap, mendengar apa yang putranya katakan di hadapan Yudha


Anak ini begitu bodoh. Bagaimana bisa dia mengatakan itu dihadapan Yudha?


Kenapa aku memiliki anak bodoh seperti dia?


pikir sang ayah


Yudha memancarkan tatapan yang begitu gelap, kala Bayu menjelekkan putrinya, lain halnya dengan Jingga yang tersenyum sinis mendengar perkataan Bayu


" Owh,,, jadi kamu suka membaca majalah gosip juga rupanya?


Kalau begitu biar aku perkenalkan diriku secara langsung. Namaku Jingga Riani Putri Kusuma. Aku adalah saudara kembarnya Biru sekaligus anak dari papi Yudha "


Jederr


seperti dihantam palu besar. Bayu sangat terkejut mendengar perkenalan Jingga


" Ka, kamu, kamu,, saudara kembarnya Biru?


lan.. lan.. tas untuk apa kamu membawaku kemari? "


Bayu gemetar ketakutan. bicaranya jadi terbata karena gugup


" Untuk apa? " Jingga mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Bayu


Jingga berkata dengan begitu tenang


" Kurasa kamu memang tidak tahu kalau Biru telah selamat dari kecelakaan. Dan aku disini untuk membuat perhitungan denganmu"


" Dia selamat?


Aku melihat sendiri mobilnya terbakar "


Kata Bayu tanpa sadar


" Papi dengar sendiri kan apa yang dia katakan? Ji tidak salah menangkap orang. Dia harus bisa merasakan apa yang Bi rasakan "


Yudha tersenyum sinis dengan kata - kata Jingga


" Papi serahkan dia padamu. Kamu bebas melakukan apapun padanya! "


Senyum berbahaya Yudha perlihatkan pada Bayu


" Tentu saja pih. Pak Bobi! "


Ji memanggil Bobi dan melirik Bayu yang mulai pucat


" Pak Bobi tentu bisa ilmu bela diri kan? Bagimana kalau pak Bobi sedikit ajari dia cara berolah raga? Kurasa dia kurang olah raga jadi otaknya juga tidak bekerja dengan baik karena kurang sehat " kata Jingga dengan tenang


" Tentu saja non! "

__ADS_1


Bobi tersenyum licik. Dia kemudian membuka jas juga dasinya lalu menggulung lengan bajunya


" Anda tidak takut untuk berolah raga dengan saya kan? "


Tanya pak Bobi dengan senyum licik


" Pak Bobi, jangan terlalu keras. Hanya buat dia sedikiiiiit saja merasakan apa yang Biru rasakan "


" Baik non. Anda bisa berdiri dan mulai lawan saya pak. Tidak ada pilihan untuk anda selain bermain bersama saya! "


" Baik aku tidak takut!


Ciyaaaaat "


Bayu berdiri dan berusaha melawan pak Bobi yang merupakan salah satu pengawal andalan Yudha. Dia sangat ahli dalam bela diri.


Bayu berusaha menendang. memukul menonjok tapi pak Bobi dengan gesit berhasil menghindar dan menendang Bayu hingga dia terpental.


Set set set


Buk buk buk


" Aach "


Bayu meringis kesakita sambil memgangi dada. Dia masih berusaha bangkit dan terus melawan pak Bobi. Tapi pak Bobi dengan santai dan tenang berhasil menangkis setiap gerakan yang ditujukan padanya dan membuat Bayu terkapar hanya dalam beberapa pukulan saja


" Ohok ohok Pyuh "


Bayu terbatuk dan meludahkan darah karena bibirnya robek hingga dia tidak bisa bangun lagi. Pak Bobi berjalan perlahan mendekatinya dan


Kreteeek...


Terdengar seperti suara tulang yang patah karena pak Bobi menginjak sebelah kaki Bayu


" Aaaaach "


Bayu meringis terkapar tak berdaya dengan wajah yang bengkak dan sebelah kaki yang lemas tak dapat bergerak .


" Apa hanya seperti itu saja?


Ya sudahlah. pak Bobi bisa langsung menghubungi polisi. Bawa juga bukti rekaman CCTV sebelum kejadian. Dan ini hadiah dari Biru untuknya! "


Jingga bicara dengan tenang dan wajah terlihat kecewa. dia memberikan sebuah amplop coklat kepada pak Bobi


" Boleh tahu ini isinya apa non? "


Tanya pak Bobi mengikuti permainan Jingga


" Bukan hadiah besar pak. Hanya daftar kejahatan dan bukti penggelapan dana penyelewengan pajak yang dilakukan perusahaan Indrayasa. Biru sudah menerobos komputer perusahaan itu dan berhasil menemukan bukti kejatanan Bayu juga para Investor yang berusaha menyabotase perusahaan Biru "


" Ini sudah cukup kan pih? Selain dia sehat karena telah berolah raga dengan pak Bobi, dia juga bisa dapat tempat tinggal gratis di dalam penjara selama beberapa tahun ke depan "


Dengan senyum penuh kelicikan dan kemenangan Ji menoleh kepada Yudha..


" Papi rasa, permainan mu semakin bagus! "


Orang tua Bayu hanya ternganga tak percaya melihat apa yang terjadi pada putranya.

__ADS_1


Putri tuan Yudha lebih kejam dari ayahnya


__ADS_2