Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Masalah untuk Ed


__ADS_3

Pagi hari di negara A. Angin pagi bertiup dari sela - sela jendela membuat tirai kamar melambai lambai ke udara, matahari sedikit menyelinap melalui sela tirai dan memberi cahaya pada kamar Jingga yang hanya diterangi lampu kamar yang remang - remang.


Ji membuka mata perlahan. Menggeliatkam tubuhnya yang baru terbangun


Drttttt drrrtt drrrttt


ponselnya berdering, diraihnya ponsel yang berada di atas meja samping tempat tidur. dilihatnya nama yang tertera di layar ponsel adalah Adel


" Ya, Halo Del? "


Ji menyapa lebih dulu setelah dia menekan tombol terima.


" Halo Ji, apa kamu sudah membaca majalah hari ini atau melihat berita online? "#


Ji mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Adel


" Belum, aku baru bangun tidur. Apa ada masalah dengan JB Companies? "


" JB Companies aman, malah kita masuk dalam jajaran perusahaan yang mulai berkembang dan saham kita pun terus meningkat "


" Lantas, ada masalah apa? "


" Aku melihat di media online gosip mengenai Ed, tunangan mu "


Alis Ji berkerut hampir menyatu karena heran


" Apa? Ed? Ada masalah apa? Aku dirumahnya. tapi.. biar aku lihat beritanya. Terimakasih sudah memberitahuku! "


" Baik Ji. Aku tutup teleponnya! "


Adel mengakhiri panggilan telepon diantara mereka dan Ji segera membuka majalah online untuk melihat apa yang dibicarakan Adel.


Matanya terbelalak melihat postingan tersebut setelah itu dia mengernyitkan dahi seperti berfikir


" Ini,,,,, bagaimana bisa? Sedangkan Ed selalu menghabiskan waktu bersama ku "


Ji kembali merenung kemudian menghubungi seseorang


Tuuut tuuut tuuut


" Hallo pak Bobi? "


Ji menyapa setelah menunggu beberapa lama hingga panggilan tersambung


" Iya non. ada yang bisa saya bantu? "


Tanya Bobi ramah


" Saya memiliki tugas untuk pak Bobi! "


" Apa itu non? Katakan saja! "


" Pak Bobi tolong selidiki siapa yang menyebarkan berita mengenai tunangan saya! Tahan juga beritanya agar tidak berkembang semakin luas!


" Baik non, saya mengerti. Akan saya laporkan nanti perkembangannya "

__ADS_1


" Terimakasih! "


Jingga mengakhiri panggilan telepon mereka.


Jingga bangun dari tempat tidurnya lalu menyibak tirai jendela membiarkan cahaya matahari pagi masuk kedalam kamarnya dan menerangi ruangan itu. Kemudian dia bergegas menuju lemari pakaian untuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakan. Barulah dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Jingga keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Disana terlihat Ed yang sedang serius membaca koran dengan secangkir kopi dihadapannya


" Selamat pagi! "


Sapa Jingga ramah kemudian duduk di sebelah Ed, Ed mengalihkan pandangannya dari koran yang dia baca kemudian menjawab sapaan Ji


" Pagi my queen!


Bagaimana tidurmu semalam? apakah kamu tidur dengan nyenyak "


Tanya Ed lembut sambil meletakkan koran dan menuangkan secangkir teh untuk Ji


" Iya sangat nyenyak.


Terimakasih! "


Ji tersenyum sambil menganggukkan kepala dan menerima teh yang dituangkan Ed


" Apa yang sedang kamu baca tuan Jendral? Sampai kamu tidak menyadari kehadiran ku? " Ji bertanya sambil menyeruput teh yang dituangkan Ed


" My queen, apapun yang terjadi kamu harus percaya padaku! Aku sangat mencintaimu dan tidak pernah sedikitpun terbesit dalam benakku jika aku akan mengkhianati mu saat ini atau setelah kita menikah nanti "


Ji hanya tersenyum sebagai tanggapan dan kembali bertanya pada Ed


" Lihatlah koran ini?


Laura berusaha menjebakku "


Ed menunjukkan koran yang berisi berita tentang dirinya pada Ji. Ji hanya memicingkan mata tanpa kata


" Ku mohon Ji percaya padaku! Ini semua tidak seperti apa yang kamu bayangkan "


Ji masih diam sambil menyeruput teh.


" Bagaimana bisa dia berhasil menjebakmu?


Sepertinya aku selalu bersama denganmu?Kapan kejadian itu terjadi? "


" Kemarin, saat aku meninggalkan mu dengan tergesa -gesa, aku pergi kerumah Laura. Itu karena dia bilang kalau penyakit lambungnya kambuh lagi dan rumahnya sedang dalam keadaan kosong tidak ada siapa - siapa "


Ed menjelaskan dengan santai


" Jadi,, kamu akan membiarkannya begitu saja? " Kata Ji dengan tatapan licik


" Tentu saja tidak, dia menggunakan media untuk menekanku. Aku juga akan menggunakan media untuk menunjukkan ketidak bersalahanku sekaligus menghancurkannya " Ed berkata dengan lembut namun senyumnya terlihat begitu licik


Tak lama ponsel Ji kembali berdering. Dilihatnya panggilan dari pak Bobi


" Ya pak Bobi? Bagaimana hasilnya? "

__ADS_1


Tanya Jingga dengan suara tenangnya sambil bersandar pada kursi


" Saya sudah melacak sumber awal berita tersebut dan yang membuat berita pertama itu adalah karyawan sebuah majalah R atas suruhan seseorang bernama Laura. Dia mengaku kalau dia telah dibayar untuk mengambil gambar dan membuat beritanya "


" Buat dia kehilangan pekerjaannya, kalau perlu tutup saja perusahaan penerbitan itu dan jangan biarkan dia mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Dia tidak pantas menjadi seorang jurnalis "


Kata Ji dengan suara dinginnya


" Baik non, akan saya laksanakan! "


Panggilan telepon pun diakhiri. Setelah itu Ji kembali menatap Ed


" Aku menunggu pertunjukan mu tuan Jendral . Jika tidak, aku yang akan bertindak! Tapi bagaimana jika kamu kehilangan pekerjaan mu hemn? "


" Tidak masalah, karena aku akan kehilangan pekerjaan ku secara terhormat "


Ed tersenyum menggoda Ji.


Setelah sarapan mereka menyalakan televisi dan kebetulan sekali Laura sedang mengadakan jumpa pers


" Aku dan Letnan Jendral Edward Joseph Krisnajaya sudah bersama sejak lama, tapi dia tidak mengakui hubungan kami di depan orang lain, karena ada gadis lain yang akan dijodohkan oleh orang tuanya. Kemarin dia datang kerumah dan mengatakan ingin tetap bersamaku tapi tidak bisa meninggalkan gadis itu. Aku merasa ini tidak adil, dan sebagai tentara dia juga tidak pantas berperilaku seperti itu. Seperti yang terlihat dalam Vidio, dia begitu baik kepada ku,aku juga mencintainya. Aku ingin dengan ini, dia meninggalkan gadis itu dan mau mengakui hubungan yang terjalin diantara kami berdua. Hiks.. hiks.. hiks... "


Laura bericara dengan sedih untuk mencari simpati publik.


Ji memicingkan mata menatap Ed sinis.


" Hei my queen berhenti menatapku seperti itu! Aku pasti akan menyelesaikan ini semua. biarkan dulu dia mengambil simpati publik. Karena setelah itu dia akan kehilangan muka di depan umum "


Drrttt drrrttt drrttt


ponsel Ji kembali berdering. Kali ini adalah panggilan dari Yudha


" Halo papi? "


Sapa Ji setelah menerima panggilannya


" Ji, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa gadis itu? Kenapa dia membuat keributan? "


" Tenanglah pih, Ji sudah meminta pak Bobi menyelidikinya. Laura yang menyebabkan keributan ini. Ayahnya berpangkat Jendral dan merupakan atasan Ed. Laura sebelumnya menghubungi Ed dan mengatakan kalau penyakit lambungnya kambuh. Ternyata itu adalah jebakan yang sengaja dia siapkan "


" Apa yang akan kalian lakukan? "


" Karena dia menggunakan media untuk membuat masalah ini, maka kami juga akan menggunakan media untuk menyelesaikan dan menjatuhkannya! "


" Baguslah jika kalian sudah memiliki rencana. Dengar Ji, jika kalian ingin bersama maka kunci dari bertahannya suatu hubungan adalah kalian harus bisa saling percaya satu sama lain "


" Baik pih. Aku mengerti! "


Yudha mengutup panggilannya


"Kamu lihat kan tuan Jendral. Ini sudah melibatkan keluarga. jangan biarkan nama baik keluarga kita tercemar oleh kelakuan gadis manja itu! "


" Aku mengerti my queen. Kamu tenang saja. Dia tidak akan lolos. Dia pasti merasa malu atas perbuatannya sendiri "


Ed membelai lembut rambut Ji

__ADS_1


__ADS_2