
Dirumah Biru
Mili baru bangun pada sore hari karena kelelahan setelah aktivitasnya bersama Biru. Dia perlahan mengerjapkan mata, meraba tempat tidur di sebelahnya yang ternyata telah kosong.. Mili kemudian duduk dan menoleh ke sekeliling mencari Biru. Suami yang baru di nikahinya hari ini.
Tak menemukan sosok sang pria di dalam kamar, Mili bangun dan meraih piyama handuk yang ada di dekatnya kemudian mengenakannya, dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian yang telah disiapkan Biru sebelumnya.
Setelah selesai membersihkan diri, Mili keluar dengan handuk kecil ditangan untuk mengeringkan rambutnya yang basah, dia menoleh ke atas tempat tidur dan di lihatnya ada bercak darah disana. Mili merasa malu, dia tersipu sendiri.
Dilihatnya pintu ke arah balkon yang terbuka, semilir angin sore yang menyibak tirai gorden membuatnya meliuk - liuk seakan sedang menari. Mili berjalan menuju balkon dan dilihatnya sang suami tengah berdiri, menikmati suasana sore. Sebelah tangannya menopang pada pagar dan sebelah lagi memegang segelas kopi.
Sungguh pemandangan yang begitu indah dipandang mata bak sebuah lukisan, bahkan baginya, itu melebihi keindahan sore hari. Mili terus menatapnya terpesona. Cukup lama dia memandang hingga sang suami menyadari ada seseorang yang memperhatikannya. Dia menoleh, melihat sang istri yang memandanginya, Biru tersenyum, lalu melambaikan tangan
" Sayang kamu sudah bangun? Kemarilah! "
"Hmn,,, "
Mili tersenyum manis dan berjalan ke arah Biru. Biru meletakkan gelasnya di atas meja dan memeluk sang istri, bersama memandang kedepan, menikmati suasana sore itu
" Terimakasih, aku merasa seperti sedang bermimpi karena bisa bersama denganmu saat ini "
Kata Mili dengan suara yang sangat lembut
" Ini nyata sayang, dan ini adalah awal bagi kita untuk memulai kebahagiaan. apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama! "
Biru mencium pucuk kepala Mili dan mengambil handuk ditangannya. Dia menggandeng Mili agar duduk dikursi kemudian membantunya mengeringkan rambut
" Bi, bagaimana dengan mama dan Bayu, apa yang akan kamu lakukan? "
Mili mendongak dan menatap Biru
__ADS_1
" Kamu tenang saja, semuanya biar aku yang urus! "
Mili menganggukkan kepala perlahan
" Besok, aku harus masuk kantor. Alex bilang kalau ada rapat penting besok! "
" Apa aku boleh ikut? "
" Tentu saja sayang. Tapi setelah ini kita bersiap untuk makan malam. Aku sudah menyiapkannya di meja makan "
Kemudian Biru menundukkan kepala berbisik di telinga Mili, kamu harus makan banyak supaya bertenaga. siapa tahu malam ini,,,, aku membuatmu lembur! "
Biru tersenyum puas dan Mili tertunduk dengan wajah yang merah bagai tomat
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ditempat lain Ji dan Vio telah sampai di apartemen Ji.
Ji memberikan kuncinya kepada Vio agar dia masuk lebih dulu
" Iya. Makasih kak Ed "
Vio tersenyum ceria dan meninggalkan pasangan itu berdua. Sedangkan Ed hanya tersenyum tipis menanggapi Vio
" Ed, kamu berangkat jam berapa? "
Kata Ji mulai sendu
" Aku berangkat jam 4 pagi. Ji,,,kamu harus jaga kesehatanmu. Jangan sampai terluka saat aku tidak ada! Jangan biarkan ada orang lain yang mencelakai mu! Mengerti? "
__ADS_1
Ed menyibak lembut rambut Ji yang menutupi wajahnya , Ji yang mulai berkaca - kaca, mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Dia hanya tertunduk dan menganggukkan kepala sebagai jawaban untuk Ed.
Ed, seorang prajurit muda yang gagah berani dan tidak pernah takut pada misi apapun, untuk pertama kalinya dia merasa takut. Takut jika harus meninggalkan wanita yang dicintainya. Kini dia merasakan kesedihan karena harus berpisah dari gadis pujaan hatinya, meskipun hanya sementara.
Ed menarik Ji kedalam pelukannya. Mendekapnya erat tanpa ingin melepaskannya. Ji menyambut pelukan Ed dengan melingkarkan tangannya di pinggang Ed. Air mata yang ditahannya akhirnya tumpah dan membasahi pakaian Ed
" Ed,,, kamu harus kembali dengan selamat,, hiks,,, hiks,, hiks.. Aku akan menunggumu,,, hiks. hiks. hiks... "
Ji berpesan pada Ed disela tangisnya
Ed melerai pelukannya, menatap Ji dengan tatapan penuh cinta. dan berkata dengan sangat lembut
" Sunshine, aku akan kembali padamu. Seberapa sulitnya pun misi kali ini. Aku akan bertahan dan pulang dengan selamat ke sisimu. Karena tujuan akhir hidupku adalah kamu. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu... "
Ed memegang kedua pipi Ji menghapus air matanya denga lembut kemudian memiringkan kepalanya. Mendaratkan ciuman penuh kasih sayang satu sama lain. Mereka menikmati ciuman pertama mereka dengan memejamkan mata. Setelah cukup lama Ed melepaskan ciumannya dan kembali memeluk Ji.
" Setelah misi kali ini selesai. Kita langsung ke negara A dan mempersiapkan pernikahan kita. Aku tidak ingin lagi jauh darimu! "
Ji menganggukkan kepala perlahan dan berkata
" Baiklah. Aku juga akan menyelesaikan semua urusanku. Agar bisa pulang ke negara A saat kamu kembali. Aku akan bermain saat kamu tidak ada "
Ji tersenyum licik dengan sisa air mata yang masih membasahi pipinya. Ed mengernyitkan dahi mengerti dengan kata " bermain " yang sering dia dan papinya ucapkan. Suasana haru seketika berubah
" Dengan siapa lagi itu? "
Kata Ed dengan nada yang sedikit serius
" Namanya Hardi, dia yang ingin mengajakku bermain dengan memberikan sebuah kartu hotel padaku. Tentu itu sebuah undangan untukku agar bisa mengasah kemampuanku dalam membuat startegi "
__ADS_1
Senyumnya Ji semakin licik
" Ingat, kali ini,, jangan sampai terluka! "