Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Saya selalu adil kepada siapa saja yang mengusik saya


__ADS_3

Bina terdiam melihat ayah angkatnya, yang kata Ji dia telah merampas semua harta benda peninggalan orang tuanya. Lama dia terdiam dalam lamunannya


" Maaf tuan, nyonya. Tapi kami kemari untuk bertemu dengan pak Hardi, bukan untuk mendengar caci maki kalian" Kata A del demgan nada sinis dan mata mendelik


" Permisi aku harus masuk untuk membicarakan urusanku dengan pak Hardi "


Adel menerobos ibu Hardi dan Pak Sukmajaya untuk memaksa masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah dia melihat ayah Hardi dan ibu Clair juga Clair yang memiliki sedikit luka di ujung bibirnya karena tamparan Hardi. Adel tersenyum mencibir. Kemudian berjalan mendekati mereka


" Rupanya seluruh keluarga sedang berkumpul ya. Sungguh bagus, ini akan mudah untuk menyelesaikan masalahnya "


Kata Adel sinis. Bina berjalan mengikuti Adel dari belakang, terlihat sekali kalau dia tidak berani berhadapan dengan mereka semua


" Apa yang kamu maksud? Sebenarnya siapa kamu? Berani - beraninya masuk ke rumah orang lain tanpa permisi "


Kata Ibu Hardi yang mulai kesal


" Ah, kalian semua tidak perlu mengenalku, karena aku hanya seorang asisten saja. Aku kesini atas nama nona muda sesuai perjanjian dengan pak Hardi sebelumnya . Karena dia telah membuat nona kami menderita banyak kerugian dalam investasi dengan perusahaan kalian. Maka kami berhak mengambil semua aset keluarga Hardi " semua mata terkejut mendengar apa yang dikatakan Adel


" Tidak Mungkin! Bagaimana bisa kalian mengambil semua aset milik keluarga kami? " Kata ayah Hardi dengan nada tinggi. Tak lama terlihatlah Hardi berjalan keruangan itu, dari rambutnya yang masih basah, terlihat jika dia baru selesai mandi


" Ada apa ini ribut - ribut? dan untuk apa kalian berdua sudah berada dirumahku pagi - pagi begini? "


Tanyanya sambil berjalan mendekat


" Anda lupa perjanjian kita tempo hari? Jika dalam waktu 2x24 jam anda tidak menyelesaikan masalah proyek. Maka kami akan satang mengambil semua ganti rugi sesuai dengan perjanjian awal "


Kata Adel dengan tegas mengingatkan


" Kita bisa membicarakan semuanya dikantor. Kenapa harus datang kerumah? "


" Apa salahnya dengan kami datang kemari? Bukankah rumah ini juga termasuk dalam perjanjian ganti rugi? "Tanya Adel dengan senyum licik

__ADS_1


" Apa maksudmu? "Hardi memicingkan mata bertanya


" Sepertinya anda tidak membaca surat kontrak investasi dengan benar? Disana tertulis jika proyek gagal dan kami menderita banyak kerugian, maka seluruh aset keluarga Hardi akan menjadi milik kami " Adel mengatakannya dengan penuh kelicikan


" Tunggu, sepertinya tidak ada kata seperti itu dalam kontrak kita? "


" Bacalah dengan teliti tuan Hardi! Sepertinya anda melewatkan sesuatu... "


Adel berkata dengan nada tenang dan senyum yang sedikit mengejek sambil mengeluarkan surat kontrak investasi mereka dari dalam tas kerjanya


Hardi meraih surat kontrak itu dengan ceoat dan kembali pmembaca setiap poinnya dengan teliti. Matanya membelalak ketika dia menemukan sebuah poin yang menyebutkan bahwa ' jika proyek tersebut gagal dan merugikan pihak investor maka selurruh aset keluarga Hardi akan menjadi milik pihak investor '


" Kalian pasti menipuku, iya kan? Ini semua pasti rencanamu, Bina? Kamu yang ingin menghancurkan ku hingga melakukan ini semua" Hardi meninggikan suara dan mulai mengangkat jarinya menunjuk pada Bina


" Tidak, karena investor sebenarnya bukan Bina, melainkan nona muda Kusuma. Bagaimana? Kami hanya memberikan apa yang pantas kalian dapatkan. Kurasa ini cukup setimpal dengan semua yang kalian perbuat selama ini. Seharusnya kalian menyadari apa yang terjadi pada kalian saat ini adalah apa yang dulu pernah kalian lakukan " Kata Adel dengan tenang sambil menggelengkan kepalanya


Semua yang ada diruangan itu saling menoleh satu sama lain dan bergumam " nona muda Kusuma? "


" Siapa sebenarnya nona itu? Cih aku sama sekali tidak mengenalnya, bagaimana dia bisa berurusan denganku? "


" Siapa bilang kamu tidak Mengenalku? "


Terdengar suara seseorang dari arah pintu dan terlihat sepasang muda mudi yang berjalan dengan bergandengan tangan, mereka terlihat sangat serasi dengan aura yang mengintimidasi.


Jingga dan Edward berjalan dengan sangat elegan, wajah dingin mereka membuat suasana semakin tegang


" Apa kabar pak Hardi? Anda yakin tidak mengenalku? "Kata jingga dengan tenang dan senyum penuh kelicikan


"Apa benar anda tidak mengenalku setelah anda memberikan sebuah kartu hotel dengan kamar suite padaku? Oh,, anda sungguh pengingat yang buruk " katanya lagi dengan nada mengejek dengan tangannya tetap melingkar pada lengan Ed dan mereka berdua mulai duduk di sofa dengan kaki dilipat dan bersandar pada kursi. Aura mereka terlalu kuat sehingga teelihat seperti penguasa yang sedang menghukum orang - orang yang bersalah.


" Bu Jingga. Jadi ini semua rencana anda? Anda memiliki dendam kepada saya sampai menghancurkan keluarga saya? Kamu itu benar - benar perempuan yang licik dan kejam! "

__ADS_1


Hardi yang kesal tak berhenti memaki Jingga. Ji hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Hardi


" Terimakasih atas pujiannya. sepertinya kamu tidak mengenalku sampai - sampai kamu begitu terkejut dengan hadiah yang aku berikan. Kamu harus ingat siapa namaku. Aku Jingga Riani Putri Kusuma, tidak akan membiarkan siapapun mengusik atau merendahkan ku. Kamu salah mencari sasaran pak Hardi. Aku bukan wanita sembarangan yang akan dengan mudah kamu rendahkan atau kamu rayu" Katanya dengan dingin dan tatapan mata yang tajam


" Apalagi saya memiliki tunangan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan anda. Untuk apa saya harus memilih anda hanya karena proyek? Anda tidak ada apa - apanya jika harus dibandingkan dengan tunangan saya " Katanya lagi dambil menoleh kepada Edward


" Kamu,, kamu,, putri dari keluarga Kusuma? " kata ayah Hardi tidak percaya


" Tepat sekali. Saya putri dari Yudha Arya Kusuma sang puasa bisnis. Tentu anda kenal baik bagaimana papi saya? Jangan anda pikir karena saya seorang wanita, saya tidak bisa bersikap adil. Saya selalu adil kepada siapa saja yang berani mengusik saya. Tidak peduli laki - laki atau perempuan, tua atau muda. Saya harus bisa memberikan hadiah 1000x lipat atas keberanian mereka. Termasuk anak anda, Hardi. Bagaimana dengan hadiah yang saya berikan? Apa anda puas pak Hardi? "


Kata Jingga dengan nada sinis


Semua yang ada disana hanya diam tertegun sambil memikirkan apa yang terjadi kepada mereka


" Jadi kamu yang membuat rumahku disita? " Tanya pak Sukmajaya


" Tidak, karena rumah itu bukan hakmu. Jadi kamu juga tidak berhak memiliki rumah itu " Jawab Jingga tenang


" Apa pria yang bernama Rey...? " Tanya Clair tidak melanjutkan


" Oh dia.,, Dia ada didepan,, Kamu lupa kalau kamu pernah menjebak seseorang? " Ji bertanya balik sambil menoleh pada Bina


" Jadi kamu melakukan ini semua karena Bina? " Tanya Hardi menatap curiga lalu menoleh pada Bina. Bina hanya menundukkan kepala


" Sebenarnya aku tidak suka karena kamu merendahkan ku. Tapi ketika aku menyelidiki keluarga kalian, ternyata begitu banyak hal yang kalian tutupi dan sudah merugikan orang lain. Bina, untuk apa aku membantunya? Aku melakukan ini semua hanya untuk bermain dengan kalian saja. Permainan tidak akan menyenangkan jika aku hanya membalas perbuatan mu saja. Apa salahnya jika aku juga memberi kalian pelajaran. Itu memang pantas kalian dapatkan! " Jingga berkata dengan tenang, namun matanya memancarkan kebencian


" Adel kamu urus mereka! Beri waktu kepada mereka 1x24 jam untuk mengosongkan rumah ini " Kata Ji beralih kepada Adel


" Baik Ji, aku mengerti "


Adel tersenyum licik menerima perintah Ji

__ADS_1


" Ayo tuan Jendral. Disini sudah tidak menyenagkan " Ajak Ji kepada Ed sambil berdiri dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan ruangan


" Kalian akan merasakan bagimana susahnya hidup dijalanan seperti apa yang Bina rasakan saat kalian mengusirnya dari rumah! " Kata Ji dengan senyum sinis dan hanya menoleh pada mereka tanpa membalikkan badan


__ADS_2