Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Senyum iblis pencabut nyawa


__ADS_3

" Ji, apa Ed sudah ditemukan? "


Biru sedang berbicara dengan Ji melalui telepon


" Sudah. Kemarin kami sudah menemukannya " Jawab Ji dengan tenang


" Syukurlah kalau begitu. Kapan kamu akan kembali kemari? "


" Kurasa,,,, kamu yang harus pulang kemari? "


" Kenapa? Apakah ada sesuatu? "


Alis Bi hampir menyatu karena heran


" Karena,,, aku dan Ed berencana mempercepat pernikahan kami. Jadi setelah Ed pulih dan masalah Leo selesai. Aku dan Ed akan melangsungkan pernikahan "


" Benarkah? Aku turut senang mendengarnya Ji. Selamat ya, semiga kamu bisa hidup bahagian dengan cinta masa kecil mu itu! "


" Dia Bukan cinta masa kecilku. Tapi aku yang jadi cinta masa kecilnya.. "


Ji terdengar kesal karena Bi menggodanya


" Baiklah, aku salah. Tapi tunggu! Tadi kamu bilang masalah Leo? Bukankah dia kelasihnya Vio? Ada apa dengannya? "


" Benar. Ayahnya meninggal, hasil otopsi dokter keluarga mereka mengatakan bahwa tuan Fabian meninggal karena serangan jantung. Tapi dokter yang papi kirim untuk melakukan otopsi ulang mengatakan kalau hasilnya ditemukan ada racun sianida didalam tubuhnya yang menyebabkan serangan jantung! "


Ji menjelaskan dengan rinci


" Apa sudah ada orang yang dicurigai? "


" Tentu saja ada. Pamannya sendiri. Apalagi yang menjadi penyebab niat jahatnya jika bukan karena harta dan kekuasaan. Rasanya ingin kuberikan sianida dalam dosis tinggi agar orang itu bisa merasakan bagaimana rasanya racun itu perlahan merenggut nyawanya! "


Ji berapi - api karena amarahnya


"Kenapa jadi kamu yang marah - marah? Apa kamu akan ikut campur dengan urusan mereka? "


" Ehmm,,,, mungkin iya, aku akan sedikit memberi jalan keluar untuknya menemukan bukti kejahatannya "


" Kamu ini sama sekali tidak melepaskan kesempatan untuk bermain - main ya? Bagaimana jika malah kamu yang terkena masalah? "


" Kamu tenang saja. Aku pasti bisa menjaga diri. Lagipula aku tidak akan terlibat secara terang - terangan "


" Terserah kamu saja. Yang penting kamu dsn Vio harus berhati - hati! "


" Siap kakakku tersayang! "


Ji mengakhiri panggilan teleponnya dengan Bi


Tok tok tok


" Masuk! "


Terlihat Vio yang berjalan ke arahnya


" Ada apa? "

__ADS_1


Tanya Ji ketika Vio mulai mendekat


" Kak, apa kakak sudah punya rencana untuk membantu kak Leo? "


" Tidak. Rencana ku saat ini adalah kembali tidur. Keluar sana, jangan mengganggu ku! Siang nanti baru kita pergi kerumah Leo.. Hoaaaammm beberapa hari ini aku tidak tidur dengan nyenyak. Jadi sekarang aku butuh tidur "


Bruk


Ji dengan nada acuh tak acuhnya berbicara dengan Vio


" Aach kak Ji menyebalkan sekali, huh "


Vio dengan kesal meninggalkan kamar Ji.


Sedangkan Ji dalam kemarnya sedang menghubungi Ed


Tuuut tuut tuut


" Hallo My queen "


" Tuan Jendral, bagaimana keadaan mu sekarang? "


" Badan ku masih terasa sakit. Kini hatiku juga sakit karena aku sudah merindukan mu! " Ji tersenyum mendengar gombalan dari Ed


" Bisakah kamu serius sedikit tuan Jendral? Aku benar - benar khawatir dengan keadaan mu, tapi kamu malah selalu saja mempermainkan ku "


" Ayolah my queen, jangan marah. Langit ku bisa saja runtuh jika kamu marah padaku "


Pfftt, Ji berusaha menahan tawa dengan menutup mulutnya


" Jadi kamu lebih mementingkan Leo daripada aku? "


" Ayolah tuan Jendral. Jangan bilang kalau kamu cemburu pada kekasih Vio? "


Ji berkata dengan nada mengejek


" Tidak untuk apa aku cemburu padanya? Sudah kukatakan kalau orang lain hanyalah sebagian kecil dari hidupmu. Sedangkan aku adalah segalanya bagimu! "


" Cih narsis sekali Jendral ku ini?


O iya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu! "


" Apa itu? Katakan saja! "


" Sebenarnya bagaimana hubunganmu dengan dokter di pulau itu selama kamu disana? "


Ji menanyakannya dengan nada kesal


" Jadi kamu cemburu ratuku? "


Ed tersenyum mendengar apa yang ditanyakan Ji


" Tidak. Aku hanya penasaran, karena sorot matanya itu terlihat seperti gadis yang sedang jatuh cinta saat menatap mu! "


" My queen. Aku tidak peduli dia mencintaiku atau tidak. Yang aku pedulikan hanyalah kamu saja. Tidak ada yang lain! Jadi kamu tidak perlu mempedulikan gadis manapun atau pria manapun lagi. kamu hanya boleh memikirkan aku saja. Mengerti! "

__ADS_1


" Baik tuan Jendral. Saya tutup dulu teleponnya karena saya sepertinya mengantuk! "


" Baiklah my queen. Selamat istirahat sayang, jangan lupa mimpikan aku "


" Baiklah. Dampai jumpa. Muach "


Ji dengan cepat mengakhiri panggilan teleponnya bersama Ed


Sementara dibawah. Vio sedang menghubungi Leo


" Halo kak Leo "


" Ya gadis kecil! "


" Siang nanti aku dan kak Ji akan kesana "


" Apa aku perlu menyiapkan sesuatu untuk menyambut kakakmu? "


" Tidak perlu. Kak Ji hanya ingin mengamati secara langsung sebelum dia bertindak "


" Bertindak? "


Leo kembali mengulang kata yang Vio ucapkan


" Tidak apa. Kak Ji dan kak ed akan menikah dan dia ingin mengucapkan bela sungkawa secara langsung pada kak Leo "


" Rupanya begitu. Baiklah, aku tunggu kalian "


"Baik kak, sampai jumpa nanti! "


Vio menutup teleponnya


Siang hari Vio dan Ji sudah bersiap untuk berangkat kerumah Leo


" Mami dan papi tidak pergi ke kantor? Kenapa sudah siang begini masih bersantai dirumah? "


Tanya Ji ketika menuruni tangga dan melihat orang tuanya duduk dengan secangkir teh dihadapan mereka


" Mami sedang tidak ingin ke kantor, dan papimu ini ada meeting diluar nanti, jadi dia tidak ke kantor. Kamu mau kemana sayang? "


" Ji dan Vio mau pergi ke rumah Leo. Ji ingij melihat langsung situasinya. Sepertinya ada yang tidak beres "


Kata Ji dengan tatapan mata yang serius


" Kamu ini seperti detektif saja? "


Yudha mengejek Ji


" Kan papi yang memintaku untuk menyelesaikannya? "


" Baik - baik. Papi tidak akan bertanya lagi. Kalian hati - hati dijalan. Ji jangan lupa bermain cantik tanpa ada celah untuk dicurigai "


" Papi tenang saja, Ji sudah cukup belajar selama ini. Dan akan Ji pastikan jika orang yang memberikan sianida pada tuan Fabian akan merasakan kenikmatan resep minuman darinya sendiri "


Ji dan Yudha saling memberikan senyum licik

__ADS_1


" Aku sedikit merinding jika melihat senyum dari papi dan kak Ji yang seperti itu. Seperti senyum iblis pencabut nyawa "


__ADS_2