
Malam harinya Ji pulang bersama Edward, dan Bi mengantarkan Emili pulang kerumahnya..
Setelah sampai rumah Emili, Bi kembali pulang menggunakan taksi, karena dia mengendarai mobil Emili. bu Sandra telah menunggu Emili diruang keluarga
" Mili, kamu dari mana saja?! Mama telepon ke kantor kamu katanya kamu ada meeting?
Apa iya meeting sampai jam 10 malam?! "
Nada suaranya terdengar begitu kesal, Emili tidak pernah di izinkan bebas bergaul di luar. Bu Sandra memiliki banyak aturan agar Emili tidak memiliki banyak teman dan harus tetap menjaga martabat keluarganya
" Maaf mah, tadi Mili memang ada meeting di kantor ** companies. Kita memiliki kerja sama baru dengan mereka. Setelah itu Mili menerima undangan makan.. Jadi Mili telat pulang "
Emili tertunduk saat menjelaskan kepada sang ibu
" Kamu harus ingat kalau kamu itu keturunan dari Andrew Anggara, kamu tidak boleh mempermalukan nama keluarga ini. Kamu saya bawa kerumah ini untuk jadi penerus keluarga ini. Saya selalu memberikan uang kepada ibu kamu. Jadi kamu yang harus membayar semuanya! "
Bu Sandra berkata dengan kasar dan tatapan yang dingin kepada Emili. Kalimat itu sudah Emili dengar sejak dia masih kecil
" Baik mah "
Emili mengiyakan karena merasa berhutang budi pada Bu Sandra yang telah membesarkannya.
Emili berjalan ke kamarnya dengan wajah murung.
Ting
Ponselnya berbunyi, tanda satu pesan masuk telah diterimanya. Dilihatnya pesan itu dari Biru
Kamu sedang apa sayang?
Belum lama aku berpisah denganmu, tapi aku sudah sangat merindukan mu! 💕
Emili tersenyum membaca pesan dari Biru
Aku juga sama, rasanya bila dekat kamu semuanya jadi indah. Aku merasa sangat aman jika ada disampingmu. Kamu tahu Bi jauh dari kamu rasanya waktu berjalan sangat lambat!
balas Emili
__ADS_1
Biru
Apa boleh aku mengantar jemputmu ke kantor?
Emili
Sebaiknya tidak usah, jika mama tahu dia pasti akan marah. Mama tidak suka aku dekat dengan pria dari kalangan biasa, tapi aku juga tidak mau mama baik padamu hanya karena kekuasaan
Biru
Kamu tenang saja, aku akan berusaha agar mama kamu menerimaku. Tapi jika memang tidak ada cara lagi. Maka aku akan memberi tahukan identitas ku yang sebenarnya pada mama mu
Emili
Terimakasih banyak Bi, aku beruntung bisa dicintai sama kamu 💕
Biru
Aku juga bersyukur bisa mendapatkan mu. Aku ingin segera memilikimu seutuhnya
Emili merasa sedikit terhibur setelah mendapatkan pesan singkat dari Biru. Ada sedikit kehangatan di dadanya, karena selama ini tidak ada yang tulus menerima dan menyayanginya
Gumam Emili sambil menitikan air mata.
Dia selalu merasa tertekan dengan sikap bu Sandra selama ini yang begitu keras terhadapnya, tapi dia juga tidak dapat melawannya. Karena sang ibu kandung selalu saja menggunakan uangnya untuk berfoya - foya. Jadi Emili harus menurutinya agar ibunya tidak di jebloskan ke dalam penjara..
Keesokan paginya dunia bisnis dihebohkam dengan runtuhnya kerajaan bisnis keluarga Aditya. Dikatakan bahwa keluarga itu mengalami penurunan saham drastis hanya dalam 1 hari. Jagad bisnis dihebohkan karena masalah ini.. Para pebisnis pun berkumpul untuk membicarakan masalah ini.
*Sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga Aditya? Mereka dinyatakan bangkrut hanya dalam 1 hari saja!
Entahlah, yang bisa mempengaruhi pasar bisnis hanyalah pasangan Yudha dan Gina. Tapi mereka tidak ada disini, bagaimana mungkin Rama Aditya bisa menyinggung mereka? lagi pula mereka sama sekali tidak saling mengenal satu sama lain*!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bi dan Ji pandai dalam komputer, jadi mereka masuk ke akun setiap perusahaan besar dan memberikan sebuah email singkat sebagai peringatan
Jangan mengusik ketenangan kami, jika kalian tidak ingin seperti keluarga Aditya!!
__ADS_1
Berbisnislah dengan jujur dan saling menghargai!
Apa perusahaan mu menerima email misterius?
Iya, aku menerimanya
Perusahaan ku juga menerimanya
Sudahlah, selama kita tidak menyinggung siapa pun, kita pasti aman
Kehebohan itu terdengar sampai ke telinga Yudha. Jadi dia dengan cepat menghubungi Biru
" Halo Biru, "
Terdengar suara Yudha di seberang telepon, setelah Biru menerima panggilannya
" Ya papi! "
" Kekacauan ini pasti ulah kalian. Ceritakan! "
Biru menceritakan semua yang terjadi di restoran yang membuat Ji marah dan mengambil tindakan itu
" Jadi begitu pih ceritanya. Makanya Ji membuat perusahaan itu bangkrut "
" Owh, jadi itu alasannya. Baguslah, mereka memang harus diberi pelajaran "
Suara Yudha terdengar begitu puas dan lega saat berbicara di telepon
" Papi tidak marah? "
Bi bertanya dengan ragu - ragu
" Kenapa harus marah? Toh kalian tidak mencari masalah duluan. Papi senang karena kalian sudah punya prinsip, dan tidak melakukan hal yang macam - macam! "
" Tapi ingat, kalian harus lebih waspada, mulai sekarang akan ada banyak orang yang berusaha mencelakai kalian karena rasa tidak suka mereka "
" Baik papi, Biru akan ingat itu dan juga akan berusaha untuk melindungi Ji! "
__ADS_1
" Hmn,,, Sekarang putra putri papi sudah besar rupanya "
sambung Yudha dibarengi tawa sebelum menutup panggilan telepon