Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Masalah untuk Vio


__ADS_3

" Hallo Ed? Tolong aku Ed! penyakit lambung ku kambuh lagi. Papaku sedang ada di markas. Dirumah tidak ada siapa - siapa. Bisakah kamu kesini membantuku? Aku tidak kuat lagi. Perutku sakit sekali! " Laura menghubungi Ed, dengan suara meringis seperti menahan rasa sakit dia berbicara pada Ed di telepon


" Kamu dimana sekarang? "


Tanya Ed dengan nada paniknya dan segera beranjak dari duduknya


" Aku ada dirumah "


" Aku kesana sekarang! "


Ed mengakhiri sambungan telepon diantara mereka


" Sayang, aku ada urusan sebentar. Kamu dirumah saja ya, aku akan segera kembali! "


Ed mencium kening Ji kemudian dengan cepat berjalan keluar meninggalkan rumahnya menuju rumah Laura.


Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak butuh waktu lama untuknya tiba disana.


Ting nong ting nong ting nong


Ed berkali - kali membunyikan bel rumah Laura dengan cepat. Tak lama dibukalah pintu, dan terlihat Laura yang sedikit terhuyung ketika membuka pintu


"Ah!!! "


Laura hampir terjatuh dan lemas, beruntung Ed menangkapnya. Wajahnya terlihat pucat


" Kamu sudah datang Ed? " Tanya Laura dengan nada lemas, Ed menggendongnya dan hendak membawanya ke kamar Laura . Laura melingkarkan tangan di leher Ed dan membenamkan kepalanya di dada Ed. Tanpa Ed ketahui dari kejauhan ada seseorang yang mengambil gambar mereka. Pose mereka terlihat sangat intim


Ed meletakkan Laura perlahan di tempat tidur


" Biar aku hubungi dokter! "


Kata Ed setelah meletakkan Laura ditempat tidur dan hendak berdiri untuk menghubungil dokter. Tiba - tiba Laura menarik tangannya


" Jangan tinggalkan aku Ed! Kamu disini saja! " Laura menahan Ed dan memeluk pinggang Ed dengan erat


" Lepaskan Laura! Apa yang kamu lakukan? "


Ed memicingkan mata dan mengernyitkan dahinya, berusaha melepaskan pelukan Laura


" Aku tidak akan melepaskanmu. Ed kenapa kamu tidak mengerti kalau aku mencintaimu? Aku benar - benar mencintaimu Ed. Aku tidak bisa jauh darimu! "


Laura berusaha merayu Ed, dia berdiri dan menyentuh pipinya, kemudian dadanya.. Ed mendorong Laura ke tempat tidurnya


" Jangan memancing amarahku! Aku menghormati mu sebagai putri dari atasanku. Jika kamu bersikap murahan seperti ini, maka aku kehilangan rasa hormatku padamu! " Kata - kata Ed terdengar dingin. tatapan matanya begitu tajam, lalu dia berjalan pergi meninggalkan Laura.


Laura tersenyum licik melihat kepergian Ed


" Jika kamu tidak ingin bersamaku secara baik - baik. Maka aku akan bersama denganmu secara paksa! "


Kemudian Laura mengambil ponselnya menghubungi seseorang


" Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan apa yang diperlukan? "


" Sudah nona anda tidak perlu khawatir! "


" Bagus! Terbitkan itu di majalah tertulis serta online. Buat agar beritanya menjadi heboh! "


" Tentu nona, anda bisa percayakan ini padaku! "


*****

__ADS_1


Di perusahaan Sanggara Vio sedang sibuk dengan dokumen - dokumen yang harus diseleksi untuk diberikan kepada Leo setelah itu barulah akan diserahkan kepada Rian


" Kak Leo,,, kenapa begitu banyak dokumen yang harus aku pelajari? Ini semua hampir membuat kepalaku serasa akan pecah! "


Keluh Vio kepada Leo


" Kamu itu asisten direktur, jadi kamu juga harus tahu proyek dan juga perjanjian kerja sama yang dilakukan pak direktur! "


Kata Leo dengan lembut


" Aacchh!! aku pusing! aku ingin ke toilet dulu " Kata Vio sambil beranjak dari duduknya


" Toilet dilantai ini sedang rusak, kamu harus gunakan toilet dilantai lain! "


" Kenapa toiletnya harus rusak sekarang?Membuat moodku ikut rusak saja! "


Vio menggerutu sambil berjalan meninggalkan Leo


" Gadis ini sungguh menggemaskan! Ada saja tingkahnya yang membuatku ingin tertawa "


Gumam Leo sambil tersenyum dan menggelengkan kepala berkali - kali


Vio turun di lantai 9 menuju toilet. Sayangnya dia sedang tidak beruntung. di toilet dia bertemu dengan 3 orang karyawan wanita, dan salah satunya diam - diam menyukai Rian


" Kamu sekertaris baru direktur kan? "


Tanyanya kepada Vio


" Iya, maaf kamu siapa? Permisi saya sedang buru - buru! " Vio berusaha melewatinya untuk masuk ke toilet


" Saya Elena, kamu jangan coba - coba menggoda pak Rian ya! "


Kata Vio yang mulai emosi dan menerobos ketiga wanita itu lalu masuk ke dalam toilet meninggalkan mereka yang masih berdiri dipintu


" Kurang ajar sekali dia! mentang - mentang sekertaris direktur. Awas saja ya! "


Mereka bertiga mulai celingukan, mencari sesuatu untuk mengerjai Vio


" Ach aku tahu. Kita kunci dia dari luar! "


Kata salah seorang teman Elena yang dibalas senyum dan anggukan oleh Elena dan salah seorang teman lainnya


Byuuurrrr!!!!


"Ach!! Hei siapa yang barani melakukan ini? "


Vio marah dan hendak keluar dari toilet, sayangnya pintunya terkunci dari luar


Dor dor dor


" Hei buka, buka pintunya! "


Vio memukul pintu dengan keras


" Rasakan kamu! Biar kamu kedinginan disini dan tidak akan ada yang tahu kalau kamu ada didalam. Hahaha! "


Elena dan temannya terbahak sambil meninggalkan Vio. Di pintu toilet di pasang tulisan ' Toilet rusak dan sedang dalam perbaikan '


" brrr Bagaimana aku bisa keluar dari sini? ponsel, ponselku mana? Ach sial!! aku meninggalkannya di atas meja! "


Vio mulai kedinginan, dia mencari - cari ponselnya di saku tapi tidak menemukannya

__ADS_1


Dor dor dor


" Bukaaa, tolong buka pintunya.. Siapapun tolong aku.. brrrr" Suara Vio mulai lemah dan dia semakin menggigil


" Kenapa Vio lama sekali? Bukankah dia hanya ke toilet di lantai 9? Apa memerlukan waktu lama hanya untuk ke toilet? Atau dia tersesat? "


Leo terus melihat jam, dan ini sudah 1 jam Vio mengatakan akan pergi ke toilet


" Aku harus menyusulnya! "


Leo bergegas menuju lift untuk mencari Vio ke lantai 9. Dia menelusuri lantai 9 dan terdi di depan toilet. Dia melihat tulisan yang terdapat di pintu toilet


" Apa toilet ini juga sedang rusak? Kenapa bisa bersamaan? "


Leo hendak berjalan meninggalkan toilet namun,,,,


Dor dor dor


terdengar suara samar - samar dari dalam toilet


" Bu ka,,, tolong bu ka pin tu nya "


Suaranya sedikit terbata - bata lemah. Leo segera masuk kedalam


" Apa ada orang? Vio? apa kamu di dalam? "


Teriak Leo panik dan khawatir


" Kak Le o to lo ng a ku " Terdengar suara Vio yang semakin lemah


" Tunggu Vi aku akan mengeluarkan mu! "


Leo mencoba membuka pintu namun di kunci. Dia melihat kesina kesini mencari kuncinya namun tidak ketemu


" Vi kamu menjauh dari pintu! Aku akan mendorong pintu secara paksa! "


" Hmn...! "


Vio mencoba bangkit dari duduknya dan sedikit menjauh dari pintu


Bruk bruk bruuukk


Sreeettt


" aww!! "


Akhirnya pintu bisa terbuka setelah Leo berkali kali berusaha mendorongnya secara paksa. Hingga dia berhasil membukanya namun tangannya tergores paku cukup dalam hingga berdarah, dia hanya meringis menahan perih


" Kak Leo,,, "Suara Vio begitu lemah, mukanya begitu pucat, Vio menggigil dengan setelan kemeja putih dan rok hitam yang kini telah basah kuyup. Leo membuka jasnya dan mengenakannya pada Vio


" Pakai ini, ayo kita pergi! "


Leo memapahnya berjalan tapi tiba - tiba


Syuung


Vio hilang kesadaran beruntung Leo memegangnya


" Vio Vio Vio bangun"


Leo menepuk pipinya berkali - kali namun Vio tidak kunjung bangun, akhirnya Leo mengangkat Vio dan membawanya ke klinik dengan tergesa - gesa

__ADS_1


__ADS_2