Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Saat ini perusahaan Sanggara sedang berada diujung tanduk


__ADS_3

" Bagaimana ini? Aku harus kembali membujuk Vio! Susah payah aku membuatnya mau dekat denganku dan mencoba agar hubungan kami bisa berkembang. Aku tidak bisa melepas kesempatan yang telah ada begitu saja! "


Rian tengah merasa kebingungan setelah Vio melihatnya sedang bersama dengan Yuanita. Diapun selalu termenung, meskipun Yuanita masih berada disampingnya.


" Sayang, kamu kenapa? hei,, Rian! Rian! "


" Ah, ya? Kenapa? "


Rian yang sedang termenung tidak menyadari jika Yuanita telah berkali - kali memanggilnya


" Kamu kenapa? aku berkali - kali memanggilmu, tapi kamu diam saja. Apa ada masalah? "


Tanya Yuanita yang mencoba perhatian pada Rian padahal dia sudah merasa kesal karena diabaikan


" Tidak ada.


Sayang, bisakah untuk sementara ini kita tidak bertemu dulu? Aku punya masalah penting yang harus aku selesaikan. Nanti aku akan kembali menghubungi mu! "


" Apa aku melakukan kesalahan? Apa kamu marah padaku? "


Tanya Yuanita dengan wajah sedih


" Tidak sayang. Aku tidak marah padamu. Mana mungkin aku bisa marah pada wanita yang aku sayangi? Hanya saja, gadis tadi,,,, "


" Gadis tadi? Memangnya siapa dia? Apa kamu menyukainya? Apakah dia begitu penting, lebih dari aku? "


Yuanita mulai menitikan air mata...


" Jangan menangis sayang! Kumohon! Biar aku jelaskan dulu padamu! "


Rian menghapus air mata yang mulai menetes dari mata Yuanita


" Gadis tadi itu adalah putri bungsu dari keluarga Kusuma. Karena perusahaan ku sedang vailid jadi papaku meminta aku untuk mendekatinya! Tapi kamu tenang saja, karena aku tidak ingin berpisah darimu "


" Maksudmu? Kamu akan tetap mendekatinya tapi juga ingin tetap bersama denganku? hiks.. hiks.. hiks. Bagaimana bisa kamu bersikap seperti itu? "


Tanya Yuanita disela isak tangisnya


" Sayang, aku tidak ingin berpisah denganmu. Apapun yang kamu inginkan pasti akan aku penuhi, asalkan kamu tidak meninggalkan ku. Ku mohon, mengertilah sayang, ini demi kebaikan kita! "


Rian berusaha meyakinkan Yuanita, diapun kembali tersenyum dengan sisa air mata yang masih membasahi pipinya


" Benarkah? kamu juga tidak akan meninggalkan aku karena dia kan? "


Yuanita berusaha memastikan


" Tentu saja sayang! Aku tidak ingin kehilangan gadis cantik yang selalu ada untuk menghiburku "


Rian memeluk Yuanita untuk menenangkannya


" Ayo kita kembali berbelanja. Kamu boleh meminta apa saja yang kamu inginkan! "


Kata Rian dengan nada sombongnya


" Sungguh? Aku bisa minta apa saja? "


Mata Yuanita seakan berbinar mendengar apa yang ditawarkan oleh Rian padanya.

__ADS_1


Kebetulan mereka berada di sekitar toko perhiasan


" Bagaimana kalau aku membelikanmu cincin berlian? Kurasa itu akan sangat cantik jika tersemat dijari manismu ini! "


Yuanita menganggukkan kepala dan mereka berjalan menuju toko perhiasan


" Selamat datang tuan, nona. Silahkan kalian lihat - lihat dulu! Ini adalah koleksi terbaru dari toko kami "


Sapa seorang penjaga toko yang kemudian menunjukkan koleksi berlian terbaru yang ada di dalam etalase. Rian dan Yuanita pun melihat - lihat berlian yang dipajang disana


" Kurasa ini cocok. Bentuk cincinya sangat sederhana dan elegan tapi juga dengan butiran berlian yang ada disekitarnya membuat cincin ini terlihat begitu mewah "


Rian menunjuk sebuah cincin berlian yang terpajang disana


" Mata anda sungguh jeli dalam memilih berlian tuan. Ini dinamakan cincin langit. Butiran berlian kecil yang disini seperti bintang yang menyinari langit malam. Mereka akan memancarkan cahayanya masing - masing. Akan dangat csntik dsn berkilauan jika disinari "


" Bagaimana sayang? Apa kamu menyukai ini? " Tanya Rian kepada Yuanita dan disambit dengan anggukan kepala tanda setuju olehnya dengan senyum merekah menyertai dibibirnya


" Baiklah, tolong bungkus ini! "


" Segera tuan, silahkan tunggu sebentar! "


Pelayan toko itu menggunakan isyarat tangan mempersilakan Rian dan Yuanita untuk duduk sementara menunggu pesanan mereka dikemas. Tak berapa lama pelayan itu kembali dengan kantong kecil yang berisi kotak cincin


" Tuan, silakan pesanan anda! "


Rian mendekati ke arah pelayan toko


" Berapa? "


" Semuanya 50jt tuan! "


Sementara dirumah Rian, ayahnya sedang di teror dengan kedatangan anggota dewan dan pemegang saham yang menanyakan perihal Rian dalam menangani masalah


" Pak Sanggara apa yang harus kita lakukan? Harga saham kita semakin merosot, sedangkan klien juga mulai meninggalkan perusahaan kita dan berpindah keperusahaan pesaing. Saat ini perusahaan Sanggara sedang berada diujung tanduk "


Kata salah seorang anggota dewan


"Bukankah Rian telah berhasil mendapatkan pinjaman dana dari luar? "


Tanya ayah Rian yang merasa heran


" Benar, tapi jumlah itu sama sekali tidak cukup untuk menutupi kerugian kita selama ini "


" Benarkah? ku kira dia berhasil mendapatkan pinjaman dalam jumlah besar karena mereka berteman. Kalian tenang saja, aku yang akan menemui pak Biru untuk kembali meminjam uang. Pertemuan ini kita akhiri sampai sini saja! "


" Baik pak, kami permisi! "


Mereka berdiri dan meninggalkan kediaman Sanggara, hanya menyisakan pak Sanggara seorang diri


" Aku juga harus menemui Biru, untuk kembali meminta bantuan segera sebelum semua terlambat "


Pak Sanggara pun bergehas menuju kantot Biru. meskipun mereka tidak saling mengenal dengan begitu akrab, namun setidaknya mereka saling mengenal "


" Roni, ntarkan aku ke Taeson Elektronik! "


" Baik pak! "

__ADS_1


Supir segera melajukzn mobilnya menuju perusahaan Biru. Jalanan tidak terlalu macet karena ini masih jam kantor. Jadi tidak banyak mobil yang berlalu lalang dijalan


" Silahkan pak, kita sudah sampai! "


Kata Roni yang membukakan pintu mobil setelah tiba diperusahaan Biru


" Terimakasih! "


Pak Sanggara pun berjalan melalui lobi kantor dan menuju ke meja resepsionis


" Selamat siang nona. Apa bisa saya bertemi dengan pak Biru? "


" Bapak siapa dan dari mana? "


" Nama saya Sanggara, Saya ayahnya Rian juga pemilik dari perusahaan Sanggara "


" Baik Mohok tunggu sebentar ya pak! "


Sang resepsionis langsung menghubungi Alex dan meminta izin darinya


" Bapak silahkan naik ke lantai atas liftnya ada disebelah sana! "


Kata Resepsionis setelah mendapatkan izin dari Alex


" Bibsru saja resepsionis mengatakan kalau ayah Rian datang kemari dan sedang menuju kemari "


" Biarkan saja, aku ingin tahu sekarang apa yang diinginkan sang ayah "


Tok tok tok


suara ketukan pintu membuat Alex dan Biru mengehentikan percakapan mereka


" Masuk! "


Ceklek


Pintu dibuka dari luar dan terlihatlah pria paruh baya dengan rambut yang hampir semua memutih berdiri dibalik pintu ruangan Bi


" Pak Sanggara sudah lama tidak bertemu. Senang bisa bertemu dengan anda "


Biru berdir dari kursinya dan berjalan mendekati pak angga dengan mengulurkan tangan untuk berjabat


" Benar sekali. Lama tidak bertemu dan sekarang kamu sudah jadi pebisnis sukses "


" Silakan duduk dulu! "


Biru mempersilakan ayah Rian untuk duduk di sofa " Alex tolong buatkan kopi untuk tamu kita! "


" Baik pak! "


" Ada perlu apa sampai pak Sanggara repot - repot datang kemari? "


Kata Biru to the point


" Begini, saya datang kemari untuk meminta dukungan dari pak Biru pada perusahaan saya. Perusahaan saya saat ini sedang kekurangan dana, jadi kami ingin meminta bantuan pak Biru. Kami akan segera menggantinya setelah kondisi perusahaan mulai stabil "


" Saya kira uang 15 milyar yang saya pinjamkan pada Rian sudah cukup. Ternyata kondisi perusahaan anda memang sangat terpuruk ya? "

__ADS_1


Kata Biru dengan nada yang tenang dan senyum tipis


" Apa? 15 milyar? "


__ADS_2