
Bayu masih mematung karena terkejut
Apa yang aku lakukan? Aku menyebabkan Biru dan Mili kecelakaan. Ya tuhan, aku telah berubah menjadi seorang pembunuh. Aku membunuh mereka!
Tidak, tidak, aku harus segera pergi dari sini
Bayu pergi dari sana sebelum orang - orang mulai berkerumun.
Pada waktu yang bersamaan. Jingga yang panik dengan segera munghubungi Alex
Tuuut tuuut tuut
" Shit!!
Kenapa kak Alex tidak bisa dihubungi? "
Ji yang panik mulai kesal.. Kemudian dia menghubungi salah satu anak buah papinya yang ada di kota itu
Tuut tuur tuut
" Halo nona Jingga ! "
Kata pak Bobi, salah satu anak buah Yudha
" Pak Bobi. Tolong bawa orang - orang mu ke jalan XX dekat perbatasan kota. Sepertinya terjadi sesuatu pada Biru. Aku akan langsung kesana. Kita akan bertemu langsung disana! " Kata Jingga dengan penuh ketegasan
" Baik nona, Saya langsung berangkat kesana! " Setelah itu Ji menutup teleponnya dan bergegas meraih kunci mobil
" Kak apa yang terjadi? "
Tanya Vio ketika melihat Jingga yang sedang terburu - buru
" Sepertinya terjadi sesuatu pada Biru. Aku harus kesana untuk memastikan sendiri! "
Kata Jingga dengan nada yang panik sambil berjalan meninggalkan Vio menuju mobil
" Kak! kak! tunggu aku! "
Vio berlari mengikuti Ji dan langsung ikut menaiki mobil
Jingga terlihat begitu panik. Bahkan dia berkendara dengan kecepatan tinggi. Butuh waktu kurang lebih 1 setengah jam perjalanan menuju perbatasan kota. Namun dengan kecepatan penuh seperti Jingga saat itu, waktu tempuh yang diperlukan tidak sampai 1 jam.
Ketika Ji dan Vio tiba di lokasi kejadian. Sudah banyak orang yang berkerumum di lokasi menyaksikan apa yang terjadi. Mereka penasaran dengan asap pekat yang muncul dari dasar jurang..
Pak Bobi dan beberapa orang lainnya juga sudah tiba disana
" Pak Bobi, bagaimana? Apa yang terjadi pada Biru dan Mili? "
Tanya Jingga ketika melihat pak Bobi disana
" Mobil tuan muda jatuh ke jurang non. Dan mobilnya terbakar, saya tidak tahu kondisi tuan muda sekarang "
Jawab pak Bobi dengan wajah muram
__ADS_1
" Apa? "
Jingga dan Vio berteriak dengan mata membelalak.
Seketika wajah Vio pucat dan kakinya lemas, dia langsung mundur beberapa langkah dan bersandar pada mobil. Jingga tetap terlihat tenang meskipun tangan dan suaranya mulai bergetar
" Tunggu apa lagi, cepat perintahkan orang - orang turun ke bawah dan segera temukan Biru juga Mili! "
kata Jingga penuh ketegasan dan tatapan mata tajam yang menyeramkan
" Baik non, kami akan segera turun dan mencari tuan mida juga istrinya! "
Mereka berbalik dan mulai mencari jalan menuruni jurang yang cukup curam.
" Vi, kamu hubungi papi. Minta papi mengirimkan lebih banyak orang untuk mencari Biru dan Mili. Minta orang papi juga untuk memeriksa CCTV disekitar sini. Kita harus menemukan orang yang menyebabkan Biru dan Mili celaka! "
" Baik kak! "
Jingga berbalik dan berjalan ke bagasi mobil dan mengganti sandalnya dengan sepatu kets. Dia yang memang mantan model, sudah terbiasa membawa perlengkapan cadangan. Mulai dari pakaian, jaket, sepatu, tas dan yang lainnya. Dia selalu menyimpan semuanya didalam bagasi mobil. Setelah siap dia menyusul pak Bobi turun ke dasar jurang..
" Kak Ji mau pergi kemana? "
Tanya vio yang masih bersandar pada mobil dan melihat Ji sudah bersiap
" Aku harus turun kebawah dan mencari Biru sendiri "
" Tapi kak, itu sangat bahaya "
Kamu harus baik - baik saja Bi. Tidak boleh terjadi apapun padamu. Aku pasti bisa menemukan mu!
Tebingnya begitu curam. Mereka berpegangan pada pohon dan akar - akar untuk bisa turun kebawah.. Asap masih mengepul dari dasar jurang yang berkedalaman kira - kira 10 meter tersebut, namun tidak terlalu pekat seperti saat awal.
Ji dibantu yang lainnya untuk bisa turun ke bawah perlahan - lahan. Setelah itu semua berpencar agar pencarian bisa dilakukan secepat mungkin.
Polisi dan tim SAR juga dikerahkan untuk membantu pencarian
" Sebelah sini! "
Terdengar teriakan dari seseorang yang menemukan salah satu korban yang lokasinya tidak terlalu jauh dari mobil yang terbakar . Jingga bergegas kesana untuk ikut memeriksa dan dilihatnya itu adalah tubuh dari Mili
" Mili! "
Ji berteriak ketika melihat Mili. Air matanya menetes, mulutnya ia tutup karena merasa tak kuasa melihat gadis yang baru menjadi kakak iparnya itu. Tubuhnya dipenuhi luka. Ada luka bakar di sebagian tubuhnya termasuk sebagian wajahnya.
Seseorang memeriksa denyut nadinya
" Dia masih hidup, Kemungkinan dia terlempar sebelum mobil terbakar. Kita harus segera mengirimnya kerumah sakit! "
Kata seorang tim SAR yang memeriksa keadaan Mili. Mereka dengan cepat melakukan evakuasi.
Vio yang ikut dalam mobil ambulance bersama Mili. Jingga tidak ikut ke rumah sakit, dia masih tetap mencari Biru yang masih belum ditemukan.
Mereka terus menyusuri tebing yang curan untuk menemukan Biru.
__ADS_1
" Kami menemukannya! "
Terdengar lagi suara teriakan seseorang yang menemukan korban kedua sekaligus korban terakhir. Jingga dengan cepat berjalan ke sumber teriakan
" Ach! "
Karena Jingga berjalan terlalu cepat dan kondisi medan yang begitu curam, Jingga terjatuh hampir tergelincir ke bawah, beruntung seseorang yang berada dekat dengannya bisa menahan tangan Ji dengan cepat sehingga Ji tidak berguling ke bawah
" Terimakasih! "
" Anda tidak apa nona? "
Tanya salah seorang yang telah menolong Jingga.
" Saya tidak apa. Saya ingin melihat korban yang baru ditemukan! "
Katanya sambil meringis, akhirnya Jingga di papah mendekati korban. Benar saja itu Biru, bajunya lusuh, wajah dan tubuhnya dipenuhi luka. Tapi tidak separah Mili
" Bi!! "
Teriak Jingga bersama dengan air matanya yang mengalir
" Bagaimana bisa jadi seperti ini hiks,, hiks,, hiks,,? "
" Dia masih bernafas, kita harus cepat bawa dia kerumah sakit! "
Kata seseorang yang memeriksa Biru. Ji menganggukkan kepala setuju. Dan mereka dengan segera berusaha untuk mengevakuasi Bi naik ke atas. Ketika Ji hendak melangkah naik mengikuti tim SAR yang membawa Bi, tiba - tiba
" Ach,,, "
Pergelangan kakinya terasa begitu sakit. Ji meringis kesakitan. Seseorang memeriksa kaki Jingga
" Nona, apa anda bisa berjalan? Sepertinya kaki anda terkilir saat jatuh tadi! "
" Kurasa aku masih bisa berjalan "
Ji berjalan dengan tertatih - tatih dengan dipapah orang lain mengikuti tim SAR yang membawa Bi. Dia terlebih dahulu menyerahkan kunci mobil pada pak Bobi sebelum akhirnya ikut naik ke dalam ambulance
" Pak Bobi tolong bawa mobil saya!
Saya akan ikut dengan ambulance "
" Baik nona "
Ambulance yang membawa Ji dan Bi akhirnya melaju menuju rumah sakit. Disana masih dikelilingi oleh kerumunan warga yang ingin melihat situasi. Pak Bobi mengendarai mobil Jingga dan menghubungi Yudha
Tuut tuut tuut
" Halo, Bobi! "
Terdengar suara Yudha di ujung telepon
" Halo Tuan, maaf saya ingin memberitahukan pada tuan, kalau tuan muda dan istrinya mengalami kecelakaan. Sekarang mereka sudah dibawa menuju rumah sakit terdekat "
__ADS_1