Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kuterima tantanganmu!


__ADS_3

Vio dan Rian masih berada di mall, tepatnya disebuah restoran . Disana Rian bertemu dengan salah satu temannya.


" Rian apakah itu kamu? "


Kata teman Rian menyapa


" Hei, lama kita tidak pernah bertemu. Bagaimana kabarmu? Duduklah! "


Sapa Rian sambil berjabat tangan


" Siapa gadis cantik ini? apakah dia pacarmu saat ini? Akan berapa lama kali ini? Apakah dia sangat kaya? "


Bisik teman Rian


" Maaf kak, aku ke toilet sebentar! "


Sebelum berdiri tangan Vio yang berada di bawah meja menempelkan sebuah alat penyadap, barulah dia berdiri


" Jangan terlalu lama ya! "


kata Rian lembut, Vio hanya menganggukkan kepala dan tersenyum lembut sebagai jawaban


Flash back on


" Vi, mau pergi kemana? "


Tanya Jingga sebelum pergi


" aku akan pergi bersama kak Rian ke mall "


Jingga mengernyitkan dahi mendengar jawaban Vio


" Apa kamu sudah membuka hatimu untuknya? " Tanya Ji sinis


" Tentu saja tidak. Aku hanya ungin cepat membongkar kedoknya "


Vio berkata dengan nada sinis dan Ji tersenyum penuh kelicikan


" Kalau begitu gunakan ini, ini alat penyadap Kamu bisa memakainya jika memiliki kesempatan. Aku yakin kalau Rian pasti akan memberikan celah "


Kata Ji sambil memberikan alat penyadap pada Vio


" Dari mana kakak tahu benda seperti ini? "


Tanya Vio sambil mamainkan penyadap di tangannya


" Tentu saja dari tuan Jendral "


Jawab Ji dengan senyum bangga


" cih mentang - mentang punya tunangan tentara "


Kata Vio dengan Nada mencibir


" Sudahlah cepat pergi sana! "


" Terimakasih kaka.. muach!! "


Flash back off


"Jadi, siapa gadis itu? Dari keluarga mana dia berasal? Aku yakin dia bukan berasal dari


keluarga biasa saja! "


Kata Keanu teman Rian dengan senyum liciknya


" Sepertinya kamu masih tahu betul bagaimana aku? "


Kata Rian dengan senyum licik

__ADS_1


" Kamu tahu pengusaha yang bernama Yudha Arya Kusuma yang berasal dari negara A? "


" Tentu saja. Kurasa semua orang tahu siapa Yudha. Dia adalah seorang raja bisnis yang sangat pandai dsn cerdik. Tapi dia juga berdarah dingin, tidsk da yang berani melawannya. Apa hubungannya gadis itu dengan Yudha? "


Tanya Keanu dengan dengan dahi yang mengernyit


" Dia adalah putri bungsu dari Yudha! "


Jawab Rian dengan senyum penuh kebanggaan


" Apa kamu serius? Kamu ingin mempermainkan putri Yudha? Kamu sudah gila Rian! Kamu tentu tahu imbalan yang akan diberikan jika menyakiti keluarga Kusuma?


Kehancuran, hancur hingga berkeping - keping! "


Keanu mencoba memperingatkan


" Aku tidak mempermainkannya. Aku benar - benar ingin masuk keluarga Kusuma. Dengan begitu aku sudah pasti memiliki segalanya. Gadis cantik, harta dan ketenaran. Semua orang akan segan kepadaku dan perusahaan ku pasti akan go internasional! "


Rian Bercerita oenuh semangat, dia membayangkan bagaimana nanti jika dia masuk ke keluarga Kusuma


" Kamu jangan terlalu bermimpi, itu semua tidak mungkin bisa berhasil. Tidak semua orang bisa dengan mudah masuk kerumah itu. Mereka pasti menyelidiki orang yang akan jadi anggota keluarga Kusuma "


Keanu berusaha memperingatkan


" Aku akan tetap mendekatinya. Aku pasti bisa mengambil hatinya "


Katanya dengan senyum licik


Sementara itu, Vio sedang di toilet sambil mendengarkan percakapan Rian dan Keanu melalui radio penyadap, tidak lupa dia juga merekanmnya


" Tak akan ku biarkan kamu mengambil keuntungan dariku "


Gumam Vio sambil berjalan keluar dari toilet untuk kembali ke meja Rian dan temannya


" Maaf, telah membuat klaina menunggu "


Kata Vio dambil duduk tempat asal dia duduk, kemudian mengambil kembali alat penyadap yang tertempel di bawah meja


" Tadi siapa ka? Apakah teman kak Bi juga? "


Tanya Vio penasaran


" Dia teman kuliahku. Dia tidak mengenal Biru, Karena kami tidak satu kampus dengan Bi "


" Owh jadi begitu ya "


Kata Vio dengan menganggukkan kepala


" Kita pulang yuk ka! . Aku harus mempersiapkan barang keperluanku untuk pergi ke negara A besok! "


Kata Vio sambil neridri dari duduknya


" Apa aku boleh ikut denganmu? "


Tanya Rian yang masih duduk di kursinya


" Maaf kak, lain kali saja. Karena kita belun mengenal dekat,jadi aku belum bisa mengenalkanmu pada keluargaku


" Baiklah, tidak masalah. Lain kali saja, toh kita masih punya banyak waktu "


Vio tidak berkata apa - apa lagi. Dia hanya tersenyum dan mulai berjalan beriringan dengan Rian meninggalkan mall..


" Vio, berapa lama kamu akan berada di negara A? "


Tanya Rian ketika diperjalanan untuk mengantar Vio


"Entahlah, mungkin sampai urusanku dengan papi selesai "


" Kuharap, kamu bisa menyelesaikan urusanmu dengan cepat dan segera kembali kemari! "

__ADS_1


Kata Rian yang bicara sambil mengemudikan mobilnya. Sesekali dia memandang ke arah Vio


" Ya semoga saja "


Akhirnya mereka tiba di apartemen Jingga.


" Terimakasih karena kak Rian sudah mengantarkan ku pulang! "


" Vi! "


Vio hendak membuka pintu mobil, namun Rian menahan tangannya. Vio kembali menoleh


" Aku pasti akan merindukan mu! "


Katanya dengan wajah sedih


Vio hanya tersenyum menanggapi Rian, tapi dalam hatinya


" Cih peduli amat kamu mau rindu aku atau tidak. Yang jelas aku tidak akan merindukan mu. Aku hanya tidak sabar bertemu denganmu untuk bisa memnongkar kedokmu itu "


" Kalau begitu aku turun dulu ya kak. Kalau kakak memang merindukanku kaka bisa simpan gantungan boneka punya ku ini. Nanti kembalikan saat kita bertemu lagi. Oke? "


Vio memberikan sebuah gantungan teddy bear kecil yang didalamnya telah dimasukkan juga alat penyadap.


" Baiklah, akan ku bawa gantungan ini kemana pun, dan nanti akan kukembalikan padamu! "


Kata Rian dengan senyum menggoda sambil menerima gantungan boneka dari Vio dan memasukkannya ke dalam tas kerja miliknya


" Terimakasih. Sampai jumpa kak Rian! "


Vio turun dari mobil Rian dengan senyum liciknya.


" Kena kau! Aku ingin lihat bagaimana sikapmu kalau aku tidak ada disini? "


*****


Sementara itu Ji tengah berada di pangkalan militer untuk menenui Ed. Tapi pandangan semua orang terasa berbeda saat melihat Ji


" Ada apa? Kenapa mereka melihatku seakan penuh kebencian ya? Memangnya apa yang aku lakukan? "


Pikir Ji sambil menoleh ke setiap penjuru. Dan dihadapannya berdirilah Kalina yang berusaha menghadangnya


" Permisi! Anda menghalangi jalan saya! "


Kata Ji dengan nada yang dingin dan acuh tak acuh


" Benarkah? Kurasa anda salah tempat jika berada disini? disini bukan perusahaan anda yang bisa di atur seenaknya! "


Kalina menjawab dengan sinis


" Apa maksudmu? "


Ji mengernyitkan dahi mendengar perkataan Kalina


" Nona Jingga, anda ini pebisnis. Kenapa anda mengganggu dunia militer? "


"Sepertinya aku tidak pernah mengganggu dunia Ed? "


Kata Ji tenang dengan kedua tangan yang dilipat di dada


" Anda menjadi penyebab mundurnya pak Bram dari jabatannya sebagai seorang Jendral, dan anda sama sekali tidak merasa bersalah? "


Kata Kalina dengan nada menyelidik


" Itu tidak ada hubungannya denganku. Salahkan saja anaknya yang memiliki obsesi tinggi itu! "


Ji masih bersikap acuh tak acuh


" Aku ingin bertarung denganmu! Kurasa tidak mungkin kalau kamu tidak bisa beladiri? "

__ADS_1


Ji tersenyum sinis mendengar tantangan dari Kalina


" Kamu ingin bertanding apa? Kuterima tantanganmu! "


__ADS_2