
Biru tiba dirumahnya dibantu Mili yang mandorong kursi roda...
Ting nong ting nong
Ceklek
tak lama pintu dibuka dan terlihat bi Marni dari balik pintu
" Eh, tuan Biru apa yang terjadi pada anda? Dimana non Mili? " Tanya Bi Marni dengan wajah khawatir
" Bi,, ini saya Mili... "
Perkataan Mili sontak membuat bi Marni terkejut hingga membelalakkan mata dan menutup mulutnya yang menganga, karena wajah Mili sekarang berbeda dari yang sebelumnya dan juga Biru yang kini duduk di atas kursi roda
" Non Mili?
Tuan Bi, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa benar ini non Mili? " Bi Marni yang tidak percaya bertanya pada Biru mencoba mendapatkan kepastian
" Iya bi, ini Mili. Nanti saja ceritanya. Sekarang kita masuk ke dalam dulu! " Kata Bi dengan nada yang tenang dan Mili kembali mendorong Biru di ikuti oleh yang lainnya dari belakang
" Mili, kami titip Biru sama kamu. Tolong rawat dia dengan baik. Mami tidak bisa menemani kalian disini " Kata Gina lembut. Kini mereka telah duduk diruang tamu
" Iya mih, mamih tenang saja. Mili pasti menjaga dan merawat Biru dengan baik sampai dia sembuh dan dapat berjalan kembali "
Jawab Mili sambil menatap mesra pada Biru
" Karena kamu sekarang tidak bekerja. Kamu bisa menemani Biru ke kantor dan membantu dia menyelesaikan masalah pekerjaannya "
" Papi tenang saja, meskipun Biru sementara ini tidak dapat berjalan tapi Bi masih tetap bisa mengerjakan pekerjaan Bi dengan baik. Bi janji tidak akan mengecewakan atau membuat papi khawatir " Katanya dengan penuh keyakinan
" Papi percaya padamu. Ini bisa kamu gunakann untuk menunjukkan kekuasaan mu"
" Maksud papi? " Biru mengernyitkan dahi karena apa yang dikatakan Yudha
" Kamu bisa tunjukkan ke semua orang. Meskipun kamu duduk di kursi roda, tapi kamu tetap bisa memimpin dan tetap disegani " Yudha berkata dengan tatapan liciknya
" Aku mengerti maksud papi. Aku akan buktikan kalau aku tidak akan dengan mudah di tindas atau dikalahkan meskipun aku duduk di atas kursi roda "
" Bagus. Begitu baru anak papi " Kata Yudha dengan senyum bangga
" Papi dan mami akan langsung kembali ke negara A. Papi rasa Ji masih belum berangkat. Papi akan coba menghubunginya "
Tuuuttt tuuuttt tuuutt
" Halo papi "
Terdengar suara Ji begitu panggilan mereka tersambung
__ADS_1
" Kamu dimana? Apa sudah tiba di bandara? "
" Belum pih, kami masih dalam perjalanan menuju ke bandara "
" Tunggu papi dan mami. Kita pulang ke negara A sama - sama "
"Baik papi " Ji langsung mengakhiri panggilan mereka
" Ayo sayang.. Ji akan menunggu kita di bandara. Hendri masukkan mobil kita ke garasi Bi. Kita akan ke bandara menggunakan taksi " Setelah Yudha mengajak Gina untuk pergi pandangannya tertuju pada Hendri
" Baik tuan! " Hendri segera berjalan keluar untuk memindahkan mobil Yudha ke dalam garasi Biru.
" Tuan sudah selesai. kita bisa berangkat ke bandara sekarang! " Katanya setelah mobil diparkir
" Sayang kalau begitu papi dan mami pergi dulu. Kalau perlu sesuatu, kalian bisa mengatakannya langsung pada mami "
" Baik mih. Terima kasih! "
Kata Biru, setelah itu Yudha, Gina dan Hendri bergegas pergi menuju bandara. Ji dan Ed sudah menunggu mereka disana
*****
Di tempat lain Vio sudah mulai mengirimkan CV ke beberapa perusahaan besar
"Ku harap aku bisa segera diterima disalah satu perusahaan ini..
Aku ingin merasakan sendiri bagaimana jadi karyawan biasa "
" Tapi sepertinya akan aneh jika karyawan biasa harus mengenakan semua barang branded dari ujung rambut hingga ujung kaki"
Gumamnya lagi sambil memperhatikan dirinya sendiri yang hanya menggunakan barang bermerek ternama dari ujung rambut hingga ujung kaki
" Aku harus pergi ke mall untuk membeli semua perlengkapan yang aku butuhkan. Tapi,, bagaimana caranya berpenampilan seperti orang biasa? Barang seperti apa yang selalu mereka gunakan? Aduuhhh kak Ji,, kenapa kak Ji malah pulang ke negara A disaat seperti ini? Aku harus bagaimanaaaa? "
Vio merengek manja saat kebingungan dan memukul keningnya sendiri
" Sudahlah ke mall dulu saja. aku bisa melihat - lihat disana nanti "
Akhirnya Vio bergegas ke mall setelah dia bergelut dengan kebingungannya sendiri . Setelah menempuh perjalanan selama beberapa lama tibalah Vio di mall
" Harus ke sebelah mana dulu ya? Kanan kiri? Cari baju dulu atau sepatu dan tas? Hmn....??? " Vio terdiam seakan1 berfikir
" Ach cari makan dulu saja. Aku lapar setelah mengirimkan CV ke banyak perusahaan "
Vio pun berjalan memasuki sebuah restoran dan mulai melihat buku menu.
" Saya pesan cumi asam manis, dan iga bakar. minumnya lemon tea. dan eskrim untuk penutupnya "
__ADS_1
Vio memesan beberapa makanan untuk memuaskan nafsu makannya. Vio sangat menikmati semua makanannya, tak lupa dia memesan eskrim yang menjadi makanan kesukaannya
" Baik nona, mohon tunggu sebentar! "
Vio manganggukkan kepala dan menunggu sambil memainkan ponselnya. Tak lama, makanan yang dia pesan akhirnya datang
"Silahkan nona. Selamat menikmati " Kata Waiters dengan sopan. Vio tersenyum melihat makanan yang dia pesan sudah terletak di atas meja didepannya. Dia menikmatinya dengan lahap. Setelah semua habis barulah dia memakan eskrim miliknya
" Eummmm,,,, Es krim memanglah obat penghilang stress. Rasa manisnya membuatku lupa kalau aku sedang kebingungan, "
Katanya sambil memejamkan mata dan tersenyum sendiri saat menikmati es krim miliknya.. Setelah dirasa puas dengan mekanannya Vio memanggil waiters untuk membayar tagihan miliknya dan memberikan kartu kredit sebagai alat pembayarannya.
" Ini nona kartu anda. terima kasih telah berkunjung " Kata waiters setelah Vio selesai melakukan pembayaran dan mulai berdiri dari duduknya untuk meninggalkan restoran.
" Sekarang aku harus mencari pakaian,sepatu dan tas yang aku butuhkan. Sepertinya aku harus mencoba berhemat layaknya orang biasa kalau berbelanja "
Vio kembali berkeliling untuk membeli semua yang dia butuhkan. Mulai dari pakaian , sepatu dan tas. Cukup lama dia berkeliling mencari apa yang dia butuhkan untuk menjadi orang biasa menurutnya.
Dia memasuki sebuah toko pakaian biasa yang menyediakan setelan kerja. Vio mencoba satu persatu pakaian dan dipadu padankan dengan sepatu dan juga tas yang dikiranya cocok dengan apa yang dia inginkan. Alhasil Vio membeli beberapa setel pakaian kerja, sepatu dan tas hingga dia membawa beberapa kantong belanjaan ditangannya untuk dibawa pulang.
Vio tersadar setelah dia keluar dari toko
" Apakah ini yang dikatakan belanja ala orang biasa? pyuuuhh.,,,, ya sudahlah! "
Gumamnya sambil melihat 5 kantong besar barang belanjaan ditangannya . Diapun terus berjalan meninggalkan mall untuk menunggu
taksi pulang ke apartemen Jingga
Drrrttt Drrrttt Drrrttt
Ponsel di tasnya berdering, via merogohnya dan dilihatnya panggilan tersebut dari Yudha
" Hallo papi " Sapa Vio saat mengangkat teleponnya
" Vio, mami dan papi akan pulang ke negara A. Kapan kamu akan pulang? "
Terdengar suara dingin Yudha yang khas
" Aku belum ingin pulang pih. Aku akan mencari kerja disini dan mencoba bekerja sebagai karyawan biasa. Aku sudah memasukkan CV ku ke beberapa perusahaan " Vio menjelaskan maksudnya
" Kenapa tidak bekerja diperushaan kakakmu? "
" Tidak. Jika aku bekerja di perusahaan kak Bi atau kak Ji. Aku tidak dapat belajar. Karyawan mereka mengenalku. Dan kak Bi atau kak Ji akan langsung mengambil tindakan jika aku dalam kesulitan. Aku ingin belajar sendiri "
" haha, jika aku mengatakan ingin mencari kekasih, papi pasti akan ceramah " Kta Vio dalam hati. Yudha tersenyum mendengar penjelasan putri bungsunya
" Ya sudah. Kamu lakukan apapun sesukamu. Asal kamu ingat. kali ini kamu tidak boleh terluka seperti kedua kakakmu " Kata Yudha tegas
__ADS_1
" Oke papi. Sampai jumpa.. muuuaaach "
Vio menutup panggilannya