
Ed dan Ji kembali melanjutkan perjalanan mereka ke salah satu lokasi lain yang akan mereka gunakan untuk foro prewedding
" Sebenarnya kita akan pergi kemana?
Kenapa kamu tidak memberitahukan padaku tujuan kita? "
" Kamu tenang saja. Aku yakin kalau kamu pasti akan menyukai tempatnya "
Ed hanya tersenyum penuh teka - teki
"Tapi,,, ini kan,,, arah menuju ke laut? "
Kata Ji begitu dia sadar setelah dia melihat ke sekitar jalan yang mereka lewati
" Benar, my queen. Aku ingin kita melakukan foto selanjutnya di pantai, karena saat aku kecelakaan sebelumnya untuk pertama kali aku melihat kamu menangis dan begitu mengkhawatirkan ku. Saat itu aku melihat cinta yang begitu besar dimatamu untukku "
Ed menatap Ji dengan tatapan mata yang begitu lembut. Ji hampir meneteskan air mata, karena sang kekasih begitu menghargai setiap momen ketika mereka bersama. Namun,,, bukan Ji namanya jika dia dengan mudah bersikap lembut dan mengakui perasaannya
" Huh, jadi selama ini kamu berfikir kalau aku tidak mencintaimu? Lantas untuk apa kamu memiliki hubungan denganku selama ini? "
Katanya dengan mada bicara acuh tak acuh.
" Baiklah, aku salah. Kita turun? Kita sudah sampai. Tinggal berjalan sedikit maka kita akan menemukan pemandangan laut yang begitu indah. Aku tahu kamu belum pernah datang kesini sebelumnya kan? "
" Jika aku belum pernah datang kesini, bagaimana mungkin aku bisa tahu kalau kita menuju ke laut? "
Kata Ji dengan sikap sombongnya. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan
" Lihatlah pemandangan ini! Cantik bukan? "
Kata Ed pada Ji begitu mereka tiba di pinggir pantai
" Waaah indah sekali. Bagaimana ada tempat seindah ini? "
Ji berlari dan melihat pemandangan disekitarnya
" Sudah ku katakan sebelumnya kalau kamu pasti akan menyukai tempat ini "
Ji begitu terpesona oleh pemandangan yang begitu indah. Lautan yang biru dengan gulungan ombak berwarna putih. Pasir putih yang begitu halus ketika mneyentuh kaki. Langit biru yang seakan menyatu dengan laut. Juga bukit dengan dan tebing yang di hiasi pepohonan hijau. Ji dibuat terpukau oleh semua itu
" Apa sudah siap untuk melakukan pemotretan sekarang? Kalian bisa bersiap terlebih dahulu "
Kata photografer yang membuyarkan Ji dan Ed dalam menikmati pemandangan
__ADS_1
" Tentu! "
Jawab Ed sembari berjalan beriringan dengan Ji dan sebelah tangan dilingkarkan pada pundak Ji
Mereka berganti pakaian yang cocok dengan suasana pantai. Ji mengenakan dress panjang berwarna putih dengan topi bulat besar, sedangkan Ed mengenakan t-shirt putih berlapis kemeja putih yang tidak dikancingkan dan celana pendek selutut berwarna cream. Mereka terlihat sangat serasi ketika berjalan bersama di pinggir pantai.
Ji berjalan telanjang kaki dengan bergandengan tangan bersama Ed. Mereka terlihat sedang berbincang dengan hembusan angin yang menambah efek natural. Pada pengambilan foto mereka. Mereka tidak hanya mengambil foto di pantai tapi jiga diatas tebing dengan baground laut.
Ji dan Ed melakukan pemotretan hingga sore hari.
" Terimakasih atas kerja keras kalian! Ku hatap hasilnya bisa memuaskan! "
Kata Ed pada photografer
" Tentu. Kami akan malakukan yang terbaik. Kalau begitu kami permisi berangkat lebih dulu "
Kata salah satu tim photografer kemudian mereka berjalan pergi meninggalkan Ed dan Ji
" Kamu terlihat sangat lelah my queen "
Ed menatap Ji dan membelai lembut wajah Ji yang terlihat kelelahan
" Ya, aku cukup lelah. Bisakah kita langsung tiba dirumah saja? Aku tidak bisa membayangkan perjalanan ketika kita kembali. Sudah cukup lama aku tidak bepergian ke beberapa lokasi seperti saat syuting dulu "
" Maaf, karena aku tidak memikirkan ini sehingga membuat kamu kelelahan "
" Tidak papa. Kita pulang sekarang? Apa aku harus kembali kerumahmu? Lebih baik aku pulang kerumah ku saja "
" Lebih baik kembali kerumahku! Jarak menuju rumahmu lebih jauh lagi dari sini "
" Baiklah. Ed sebenarnya kapan rencana pernikahan kita? Kalian tidak pernah memberitahu padaku tanggalnya. Bahkan papi dan mami juga tidak memberitahu ku tanggalnya "
Ed tersenyum mendengar perkataan Ji. Dia sangat ingin memberi kejutan pada sang kekasih, jadi dia tidak memberitahukan padanya kalau semua persiapan telah selesai
" Ehm,, tidak lama lagi "
" Iya, tapi kapan pastinya? Masa aku sebagai calon pengantin wanita tidak tahu tanggal pernikahan ku sendiri? "
" Ehm,, 1 minggu lagi. Tepatnya minggu depan"
Jawab Ed dengan begitu tenangnya
" Apa? "
Ji begitu terkejut mendengarnya hingga matanya membelalak dan menatap tajam pada Ed
__ADS_1
" Kenapa? Tidak masalah bukan? Bahkan kakakmu tidak membuat persiapan apapun. Kenapa harus bereaksi seperti itu? "
" Tapi kan,,, "
" Ini sudah dipastikan oleh kedua orang tua kita. Kamu tidak berencana lari saat pesta kan? "
Goda Ed pada Ji
" Mana ada? "
Ji memalingkan wajahnya dari Ed. Mereka mulai berkendara pulang menuju rumah Ed
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini pemakaman Sandy akan dilakukan
Melia terus saja menangis dihadapan jenazah sang ayah. Leo dan Vio selalu menemani Melia. Bahkan kini Vio selalu berusaha menguatkan Melia
" Sudahlah berhenti menangis! Ayahmu sudah tenang disana. Setidaknya dia tidak akan memikirkan lagi masalah duniawi. Kamu masih memiliki kami disini. Kami akan selalu menemanimu! Jadi kamu tidak perlu merasa kalau kamu hanya sendiri di dunia ini "
Kata Vio pada Melia dengan mengelus lembut punggung Melia berusaha menenangkannya
" Terimakasih. Apa kamu tidak membenciku? Hiks.. hiks.. hiks... "
Tanya Melia disela isak tangisnya
" Untuk apa aku membencimu? Kita berdua tidak memiliki masalah apapun. Bahkan kak Leo yang bermasalah dengan mendiang ayahmu bisa memaafkannya dengan tulus.. Apa hak yang kumiliki untuk membenci mu? Aku senang ternyata kamu tidak berfikir sempit seperti ayahmu. Sehingga sekarang kamu dan kak Leo bisa terlihat sebagai kakak adik "
Vio tersenyum lembut pada Melia
" Kamu benar, aku bersyukur karena Kak Leo tidak membenciku karena ayahku bersalah padanya. Tapi aku juga malu karena ayahku "
Melia tertunduk malu mengingat apa yang ayahnya lakukan
" Sudahlah tidak perlu memikirkannya lagi. Kita jalani awal yang baru! "
" He'eh! "
Melia mengangguk dengan senyum ramah dengan usulan Vio
Leo tersenyum ketika memperhatikan Vio dan Melia
" Semoga setelah hidup bersama denganku dan menjadi adikku, dia bisa banyak belajar dan tidak memiliki sifat tamak seperti ayahnya. Gadis kecil, aku beruntung memilikimu disampingku. Tanpa kamu dan kakakmu mungkin aku tidak akan selamat. Terimakasih banyak "
Gumam Leo sembari menatap Vio dari jauh dengan lembut
__ADS_1