
Ji sedang berkutat dengan komputernya. Diam - diam dia telah memiliki saham perusahaan Hardi dalam jumlah yang cukup besar
" Adel, masuklah keruanganku! "
Ji menghubungi Adel melalui telepon. Tak lama terdengar pintu diketuk
Tok tok tok
Ceklek
" Kamu memanggilku? "
" Kamu hubungi perusahaan Hardi, katakan padanya kalau kita ingin mengadakan rapat pemegang saham disana. Kamu akan menemani Bina pergi kesana mewakiliku! Minta Bina juga untuk datang kemari! "
" Baik Ji! "
Adel meninggalkan ruangan Jingga dan berjalan munuju meja Bina
" Bina, masuklah keruangan Ji! Dia sedang menunggumu "
Kemudian Adel menghubungi perusahaan Hardi. Dia meminta untuk dibuatkan rapat pemegang saham.
" Halo dengan asisten pak Hardi? Saya wakil dari pemegang saham baru diperusahaan pak Hardi. Bisakah kita mengadakan rapat pemegang saham? Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi perusahaan pak Hardi "
" Baiklah, akan kami aturkan rapat secepatnya!
Tok tok tok
Ceklek
" Apa kamu memanggilku, Ji? "
Tanya Bina ketika dia mulai mendekati Ji
" Duduklah dulu! Aku ingin kamu mewakiliku datang ke perusahaan Hardi "
__ADS_1
Bina sangat terkejut mendengar apa yang Ji inginkan
" Tapi Ji, aku,,, "
Bina terlihat ragu - ragu
" Tidak perlu takut Adel akan menemani kamu kesana, dia bisa membantumu. Jangan biarkan Hardi tahu kalau kamu mewakili aku. Katakan saja kalau nanti saatnya tiba aku akan menemui dia sendiri! Aku juga memiliki sesuatu untukmu. Kamu bisa menggunakannya nanti "
Ji memberikan sebuah amplop kepada Bina
" Aku sudah menyelidiki keluarga Sukmajaya dan ini hasilnya. Selama ini kamu terlalu bodoh karena selalu diam ketika diperbudak oleh keluarga itu. Kamu memang harus berterima kasih karena mereka mau mengadopsimu dari panti asuhan dan telah merawat juga membesarkanmu. Tapi kamu terlalu naif jika harus diam dengan perlakuan tidak adil mereka "
Ji berkata dengan tenang sambil bersandar pada kursi kerjanya dan memainkan kedua tangannya
"Apa kamu mau tahu fakta yang lebih mengejutkan lagi? Harta keluarga Sukmajaya yang selama ini mereka habiskan untuk berjudi ternyata adalah milikmu. Harta yang diwariskan orangtuamu sebelum mereka meninggal. Ayah kandungmu adalah kakak dari ayah angkatmu
Menurutmu, dengan kejadian yang kamu alami di keluarga itu beberapa tahun yang lalu, kenapa mereka tidak melakukan pembatalan hak adopsimu karena kamu telah mencemarkan nama baik keluarga mereka? Mereka masih tetap saja menjadikanmu sebagai bagian dari keluarga, meskipun hanya diatas kertas. Seharusnya kamu memikirkan segala kemungkinan dibalik itu semua
Mereka melakukan itu karena mereka masih membutuhkan tenagamu untuk mencukupi kebutuhan mereka. Setelah harta benda keluargamu habis, mereka memanfaatkanmu supaya kamu bekerja dan mengumpulkan uang untuk mereka "
" Bagaimana,,, bagaimana kamu bisa tahu mengenai semua ini? Aku tidak tahu ini fakta atau kamu hanya mengada - ngada saja! "
Kata Bina dengan air mata yang mulai menetes
" Cukup mudah untukku jika ingin mengetahui tentang sesuatu. Itu bukanlah hal yang sulit "
" Sudahlah. Bacalah lebih teliti mengenai itu semua. Kamu bisa memberitahuku keputusan apa yang akan kamu ambil nantinya! "
Ji melihat Bina yang diam tanpa reaksi. Wajahnya pucat, dan tubuhnya gemetar. Pandangannya kosong, pikirannya seakan menerawang jauh entah kemana. Sepertinya dia terlalu syok mendengar semua kenyataan yang ada
" Bina, Bina! "
" Ah iya, maaf! "
Suara Jingga menyadarkan Bina dari lamunannya
__ADS_1
" Kembalilah ke mejamu! "
Kata Jingga datar
" Baiklah Ji. permisi! "
Bina melangkahkan kaki meninggalkan ruangan Jingga dengan tubuh lemasnya
Ji menatap Bina dengan senyum sinis lalu bergumam
Bina,,,, kamu seperti Cinderella yang harus jadi upik abu, padahal itu adalah harta benda orang tuamu sendiri! Sungguh menyedihkan!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di kediaman keluarga Hardi, mereka sedang membicarakan masalah yang terjadi dalam perusahaan
" Hardi, bagiamana dengan proyek terbaru kita? Apa kamu sudah mendapatkan investor baru? "
Tanya ayah Hardi sambil perlahan meminum kopinya
" Tenang saja yah, ada seseorang yang telah membeli saham perusahaan kita dengan harga yang tinggi, kurasa itu cukup untuk menutupi anggaran proyek baru kita. Dan aku menargetkan perusahaan JB Companies untuk bergabung dalam proyek ini.
" Ku dengar pemilik perusahaan itu adalah pasangan kakak beradik yang pandai berbisnis. Kurasa jika kita bekerja sama dengan perusahaan itu. Pasti akan menguntungkan untuk kedua belah pihak. Akupun telah menawarkan padanya secara pribadi untuk terlibat dalam proyek ini tanpa harus mengikuti persaingan. Ku harap dia menyetujuinya! "
Kata Hardi dengan senyum liciknya
" Cih, aku yakin dia seorang perempuan cantik, sehingga kamu menawarkan proyek ini secara pribadi. Ingat kamu sudah punya istri. Meskipun dia hanya bisa berfoya - foya. Tapi dia sudah banyak membantumu, agar kamu tidak terjebak dengan saudara angkatnya yang sial itu! "
Ayah Hardi berdecih dengan nada kesal
" Ayah tenang saja. Aku tidak akan meninggalkan dia, agar kita memiliki penerus resmi kelurga. Dan masalah keluarga Sukmajaya,, apa yang harus kita lakukan? Dulu ada Bina yang akan memberi keringanan untuk menanggung biaya hidup mereka yang sangat boros.. Sekarang Bina entah ada dimana. Sampai kapan kita harus menanggung biaya hidup mereka? "
Hardi terlihat kesal saat membicarakan keluarga Sukmajaya
" Tenang saja! Kita akan menyingkirkan mereka setelah masalah perusahaan selesai. Kita tidak perlu lagi membahas keluarga penjudi itu sekarang! Itu sangat menyebalkan! "
__ADS_1