Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Pertemuan Biru dan Emili


__ADS_3

" Siapa nama kamu? "


Tanya Biru kepada Bina dengan wajah datarnya sambil duduk di kursi kehormatan miliknya


" Saya Sabrina pak. Bapak bisa panggil saya Bina! " Bina berkata dengan gugup, meskipun dia berusaha tenang tapi dari suara yang sedikit bergetar, terdengar bahwa dia begitu gugup.


" Apa ini pertama kalinya kamu menjadi sekretaris? Kenapa kamu terlihat begitu gugup? "


" Ah,, tidak pak. Sebelumnya saya juga bekerja sebagai sekretaris. Hanya saja ini merupakan hari pertama saya " Bina terkejut kemudian berkata dengan kepala tertunduk


" Saya tidak akan memakan kamu. Asalkan pekerjaan kamu rapih dan bisa saya andalkan! "


" Baik pak, saya akan mengingatnya! "


" Kamu bisa keluar sekarang! "


" Baik pak, permisi! "


Bina pun beranjak pergi meninggalkan ruangan Biru.


Tidak lama Biru berjalan keluar dari ruangannya dan menghampiri meja Bina


" Bina, aku harus keluar kantor untuk suatu urusan. Jika ada hal penting kamu bisa menghubungi ku! "


Biru meletakkan kartu nama dihadapannya


" Baik pak "


Biru berjalan keluar kantor menuju mobil sport miliknya dan berkendara ke pusat kota.


Tapi setelah hampir tiba dipusat kota mobilnya tiba - tiba mogok dan tidak dapat di starter.. Biru keluar dari mobil dan membuka bagian mesin.


Sayangnya, meskipun dia pandai dalam berbisnis, tapi dia tidak mengerti mesin mobil sama sekali.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Ditempat lain, seorang gadis bernama Emiliana Andara sedang sibuk dengan memeriksa setumpuk dokumen di kantor miliknya.


Dia tiba - tiba dikejutkan dengan kedatangan ibunya yang langsung masuk ke dalam ruangannya.


Lebih tepatnya ibu yang membesarkannya. Karena Emili lahir dari rahim seorang wanita simpanan. Sandra sebagai Istri yang sah tidak bisa melahirkan anak, jadi dia yang merawat dan membesarkan Emili. Dengan syarat ibu kandungnya itu tidak muncul lagi dihadapan mereka, karena sang suami juga telah meninggal dunia saat Emili masih kecil.


" Emili, ada pesta penyambutan Rian Sanggara malam ini. Kamu harus hadir dan tidak boleh mempermalukan keluarga kita! Tunjukan kalau kamu adalah putri dari keluarga terhormat! "


Ibu Sandra berkata dengan anggun tapi penuh ketegasan dan sedikit terlihat sombong


" Baik mama! "


Emili menjawab dengan patuh perintah ibunya


" Mama sudah aturkan salon yang akan membantu mu untuk bersiap. Kamu bisa pergi kesana setelah jam makan siang. Ingat, harus cantik dan menjaga keanggunan mu dan kamu harus bisa mendekati Rian Sanggara! "


Ibu Sandra berkata sambil berlalu menuju pintu meninggalkan ruangan Emili tanpa menunggu jawaban dari mulut Emili


Emili menghela napas setelah ibunya pergi


Selalu saja, aku harus selalu tampil dengan anggun dan elegan. Semuanya sudah diatur, aku tidak bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginan ku. Apakah jika aku sudah menikah, aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan? Apakah jika aku sudah menikah, bisa mendapatkan kebebasan ku?


haah,, hidup ku bagaikan burung dalam sangkar "


Emili bergumam dengan wajah yang sedih sambil menatap ke luar jendela


" *Rian Sanggara,,,.


Yang aku ingat, Rian itu anak orang kaya yang sombong. Dia juga hanya bisa menggunakan harta orang tuanya untuk bersenang - senang saja. Apa aku harus mendekati pria tidak berguna seperti itu? "


" Tuhan, seandainya ada seorang laki - laki yang bisa menjaga dan melindungi ku, tanpa harus membatasi kegiatanku juga tanpa memandang statusku sebagai pewaris keluarga, aku pasti akan sangat bahagia* "


Emili berbicara sendiri sambil berharap itu semua akan jadi kenyataan


Teeeettt.. Teeettt

__ADS_1


" Indah, tolong masuk ke ruangan ku sebentar " Emili menghubungi sekretarisnya melalui telepon kantor


" Baik bu! "


Telepon segera diputus dan


Tok tok tok


" Masuk "


Emili mengisyaratkan agar si pengetuk pintu segera masuk


" Ibu memanggil saya? "


Terlihat Indah sekretaris Emili memasuki ruangannya


" Iya, saya harus keluar sekarang. Kamu tolong handel masalah dikantor ya. Jika ada hal penting, langsung saja hubungi saya "


Kata Emili sambil merapikan barangnya dan bersiap meninggalkan kantor


" Baik bu! "


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Emili berjalan meninggalkan kantor. Emili diharuskan menjaga citranya sebagai putri yang bermartabat. Seperti orang kaya yang sombong, dia harus selalu memperhatikan gaya, cara bicara bahkan caranya makan.


Emili berkendara ke arah pusat kota. Disana dia tidak langsung menuju salon tapi dia memarkirkan mobil di tepi jalan. Dia masuk ke salah satu toko dan mengganti pakaian kerja dengan setelan jeans biasa.


" Aku merasa bosan, aku ingin sedikit jalan - jalan " Gumam Emili sambil tersenyum


Dia berjalan di sekitar area pertokoan dan melihat seorang pria yang sepertinya kebingungan di depan mobil sport miliknya.


Emili berjalan menghampirinya


" Permisi apakah ada masalah? "


Kata Emili dibelakang Bi. Mendengar suara seseorang dibelakangnya, Biru menoleh dan melihat seorang gadis cantik berambut panjang dihadalannya. Dengan tubuh tinggi dan kulit putih halus. mengenakan celana jeans dan T - Shirt. Begitu sederhana tapi terlihat sangat cantik. Biru terpana dibuatnya

__ADS_1


__ADS_2