
Bi Marni masih terdiam
" Cepat Bi! "
Biru berteriak karena panik
" I iya tuan "
Bi Marni terbata kemudian bergegas pergi untuk mengambil kunci cadangannya.
Bi Marni terus mencari di setiap laci lemari, satu persatu, sambil terus menoleh kesana kemari. Takut jika Sandra akan mengetahuinya. Setelah cukup lama mencari akhirnya bi Marni bisa menemukan kunci cadangannya. Dia melihat Sandra masih berada dikamarnya.
Bi Marni pun bergegas kembali ke gudang belakang untuk memberikan kunci gudang. Tanpa dia tahu kalau Sandra sudah melihatnya membawa kunci.
Bi Marni berlari membawa kunci ditangannya hingga ke gudang belakang. Setelah tiba di gudang di memanggil Biru dan memberikan kuncinya
" Tuan, tuan, ini kuncinya. Cepat keluarkan nona Mili! "
Biru menoleh dan meraih kunci yang ada pada bi Marni.
Dengan cepat Biru membuka kunci gembok gudang dan berlari masuk untuk melihat kondisi Emili.
Mili terbaring dilantai yang dingin tanpa alas apapun. Dia begitu lemah, suhu tubuhnya sangat tinggi
" Mili! Mili! Bangun! Ayo kita keluar dari sini! "
Biru menepuk - nepuk pipi Mili perlahan dan mendekapnya
" Bi, kamu datang menolongku? "
Suara Mili terdengar begitu lemah. Biru memeluknya, mengangkatnya dalam gendongan dan hendak membawanya keluar.
__ADS_1
Baru keluar selangkah dari pintu gudang, Sandra datang dengan menepuk tangannya perlahan
" Owh, bagus, bagus,,, Jadi ini alasannya kamu tidak mau menikah dengan Bayu? Karena laki - laki yang tidak jelas asal usulnya ini, hah? Mili, kamu sudah berani melawan mama?! "
Awalnya Sandra bicara tenang dengan senyum licik di bibirnya. Tapi Sandra menaikkan suaranya dan mulai membentak pada kalimat terakhirnya.
" Ma, Mili tidak ingin melawan mama. Mili tidak suka Bayu. Dia pria kurang ajar mah. Dia juga tidak benar - benar ingin menikah dengan ku. Dia hanya suka bermain - main dengan banyak perempuan. Aku tidak ingin hidup bersama laki - laki seperti itu, mah! "
Kata Mili dengan suara lemah dan wajah pucat.
Biru masih menggendongnya dan dia tidak berkata apa - apa. Hanya memperhatikan sikap Sandra dengan tatapan menyelidik dan sedikit senyum misterius
" Nyonya, aku kekasihnya Mili. Aku tidak akan membiarkan Mili menikah dengan laki - laki lain. Aku yang akan menikah dengannya "
Biru berkata dengan nada yang tenang
"Huh, punya apa kamu, ingin menikah dengan putriku? Aku tidak akan membiarkan Mili menikah dengan sembarangan pria! "
" Aku punya,,, "
" Dia punya sebuah perusahaan mah. Dia pemilik Taeson Elektronik! "
Mili segera memotong kalimat Biru dan menatapnya sambil menggelengkan kepala. Dia melarang Biru mengatakan siapa ia sebenarnya. Dia meminta agar Biru menurunkannya dari gendongan. Biru menurunkannya tapi tetap memegangi lengannya agar Mili tidak jatuh
" Cuih, hanya punya perusahaan kecil saja kamu sudah berani bermimpi untuk menikahi Mili! Aku tidak akan setuju! "
" Mama, aku tetap tidak mau menikah dengan Bayu. Aku akan menikah dengan Biru! Secepatnya! "
Mili terdengar tegas dan sangat yakin dengan apa yang dia ucapkan
" Mili, jika kamu bersikeras menikah dengan pria ini, mama akan menghapus namamu dari daftar warisan almarhum papa mu! Mama tidak akan membiarkan mu menerima sepeserpun harta peninggalannya! "
__ADS_1
Sandra sangat kesal kepada Mili bahkan dia berteriak mengancamnya
" Aku sama sekali tidak peduli dengan harta papa. Aku hanya ingin bahagia dan hidup bebas. Selama ini mama selalu menekanku dengan aturan - aturan keluarga dan bangsawan. Aku hanya ingin hidup sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku tidak mau lagi hidup dibawah tekanan mama! "
Mili menoleh, menatap Biru. Matanya memancarkan ketenangan dan harapan
" Gadis bodoh! Silahkan saja, memangnya kamu bisa hidup dengan pria biasa saja? Sedangkan selama ini kamu sudah terbiasa dengan kemewahan yang mama berikan "
Kata Sandra dengan senyum sinisnya
" Aku pasti bisa bahagia dengan pria pilihanku! "
" Kalau begitu. Pergi kamu dari rumah ini!Aku sama sekali tidak ingin melihat wajah mu itu. Kamu memang bukan putriku dan itu membuktikan kalau kamu memang anak dari wanita murahan itu! "
Sandra yang kesal berteriak dan meninggalkan Mili disana yang masih terpaku dengan bersandar pada Biru.
Air matanya mulai mengalir. Dirasakan hatinya begitu sakit dengan apa yang dikatakan mamanya. Setelah selama ini dia selalu menuruti semua keinginan mamanya. Tapi mamanya masih tetap membencinya dan tidak memberikan kasih sayangnya sama sekali
" Aku tidak akan kembali pada mama! "
Mili berteriak pada mamanya. Kakinya lemas, badannya sudah tak bertenaga lagi, dia hampir saja terjatuh ke tanah. Beruntung Biru memegangnya dan menggendongnya kembali
" Bi saya akan membawanya kerumah sakit! "
Kata Biru kepada bi Marni yang masih terpaku tak percaya dengan apa yang dia lihat
" Iya tuan hati - hati! "
Biru bergegas menuju mobil dan membawa Mili kerumah sakit terdekat. Sementata bi Marni masih berdiri disana menatap Biru dan Mili dengan derai air mata
" Nona, bagaimana bisa jadi seperti ini?
__ADS_1
Nona sudah cukup lama menderita. Ini salah nenek karena tidak bisa mendidik ibumu untuk jadi ibu yang baik dan menyayangimu "