Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Aku tidak ingin membiarkan dia dipandang orang lain apalagi didekati pria lain


__ADS_3

Vio dan Leo telah mendarat di negara A dengan selamat. Mereka mendarat di bandara negara A bagian barat, karena berniat pulang ke kediaman Kusuma terlebih dahulu


" Akhirnya kita tiba juga, rasanya badanku sakit semua meskipun hanya duduk dalam pesawat saja "


Keluah Vio begitu keluar dari bandara


" Kamu lelah sekali ya, karena kita langsung berangkat tanpa istirahat dulu? "


Leo mengusap lembut kepala Vio


" Aku memang sedikit lelah, tapi tidak masalah sama sekali kak "


Vio menjawab dengan senyum ceria


" Ya sudah kamu bisa istirahat lagi di perjalanan menuju rumahmu "


" Baiklah! "


Vio dan Leo kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman Kusuma. Vio benar - benar kembali tidur selama dalam perjalanan. Dia menyandarkan kepalanya pada bahu Leo. Leo terus saja memandangi wajah Vio selama dia tertidur dalam taksi.


Mereka tidak menggunakan mobil pribadi, karena Leo meminta pengawalnya untuk kembali ke selatan terlebih dahulu. Namun tanpa sepengetahuannya, 2 orang pengawal masih mengawasi mereka dari jauh.


Setelah melalui perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka tiba di sekitar perumahan Vio. Hanya saja satpam tidak mengizinkannya lewat. Karena dia adalah satpam baru, jadi dia tidak mengenal siapa Vio


" Vi, bangun! Kita sudah sampai didekat rumah mu! "


Leo membangunkan Vio dengan mengusap lembut pipi mulusnya


" Euuummm.. Kita sudah sampai ka? "


Vio mengerjapkan matanya untuk mengumpulkan kesadarannya lalu menoleh ke sekitarnya


" Iya, kita sudah sampai didepan gerbang perumahan mu. Tapi taksinya tidak di izinkan masuk oleh satpam "


Kata Leo dengan nada santai. Kemudian Vio menurunkan kaca jendela mobil dan berbicara dengan satpam yang sedang berdiri disamping taksi


" Tolong bukakan pintu gerbangnya! Saya Violeta Indriani Putri Kusuma. "


Vio mengatakannya dengan santai dan elegan. Satpam itu langsung mengangguk begitu mendengar nama Kusuma


" Maaf nona saya tidak tahu kalau anda yang berada di dalam. Akan segera saya bukakan pintu gerbangnya "


Satpam dengan cepat berjalan menuju pintu gerbang untuk membuka pintu gerbangnya


Perumahan tempat Yudha tinggal adalah perumahan elit yang tidak sembarang orang bisa tinggal disini, apalagi keluar masuk seenaknya. Disini juga dijaga dengan ketat dan dilengkapi banyak CCTV dari segala penjuru.


" Terimakasih pak! "


Ucap Vio setelah melewati pak satpam. Yang dibalas senyum juga anggukan tanda hormat


" Ternyata kamu juga bisa bersikap seperti itu ya? Seperti gadis yang berwibawa "


Perkataan Leo mendapatkan balasan tatapan mata tajam dari Vio


" Maksud kak Leo dengan kata seperti gadis yang berwibawa itu apa? Memangnya aku tidak terlihat seperti gadis yang penuh wibawa dimata kak Leo? "


" Eum hanya saja, dimataku kamu terlihat gadis kecil yang manja dan polos. Kamu tidak ada kesan berwibawa sama sekali ketika bersama denganku "


Leo tersenyum manis ketika menggoda Vio dan

__ADS_1


" Aw. Sakit! " Sebuah cubitan mendarat di pinggang Leo


" Itu balasan untuk kak Leo karena selalu mengataiku gadia kecil! "


" Sampai kapanpun, kamu akan jadi gadis kecil yang selalu aku perlakukan dengan manja dan penuh kasih sayang. Aku tidak peduli kamu suka atau tidak. Yang pasti aku tidak akan merubah sikapku terhadapmu! "


"Huh, kak Leo sama menyebalkannya dengan dengan kedua kakak ku! "


Vio memalingkan wajah layaknya anak kecil yang sedang marah


" Maaf tuan, nona. Kita sudah sampai! "


Suara sang supir taksi menghentikan perdebatan diantara mereka berdua.


" Oh! "


Vio menatap keluar dan ternyata benar jika mereka sudah tiba didepan rumah Vio. Leo ternyata sudah turun dari mobil terlebih dahulu dan telah berdiri di depan pintu taksi untuk membukakan pintu mobil.


" Nona muda, silahkan turun! "


Leo mengulurkan tangannya untuk membantu Vio turun


" Terimakasih pangeran tampanku! "


Kata Vio dengan senyum lembut dan mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Leo


" Terimakasih pak! "


Kata Leo kepada supir taksi yang telah menurunkan koper milik Vio dari bagasi belakang


Vio dan Leo berjalan masuk menuju rumah Yudha


" Selamat datang nona muda "


" Terimakasih bi. Apa papi dan mami ada didalam? "


Katanya dengan sebelah tangan melingkar di tangan Leo


" Ada nona. Tuan dan nyonya sedang di ruang keluarga "


Jawab sang pelayan


Ceklek


" Mami! Papi! "


Vio berteriak ketika masuk ke dalam rumah, sehingga Yudha dan Gina yang sedang menonton televisi seketika menoleh kearah mereka


" Hai sayang. Kamu sudah pulang? "


Kata Gina yang langsung berdiri menyambut Vio dengan gembira


" Mami... Vio rindu sekali sama Mami "


Vio berhambur kepelukan Gina dan bicara dengan nada manja


" Mami juga sangat merindukan Vio "


" Halo om, tante! "

__ADS_1


Sapa Leo yang berdiri di belakang Vio. Yudha pun berdiri dan menghampiri Leo


" Apa kabar nak Leo? "


Tanya Yudha dengan mengulurkan sebelah tangannya


" Baik om! "


Leo menyambut uluran tangan Yudha dan menjawab pertanyaannya dengan sopan


" Mari kita duduk di disana. Sayang tolong buatkan kami kopi ya! "


Yudha mempersilakan Leo untuk duduk kemudian menoleh kepada Gina. Setelah itu mereka berjalan ke ruang tamu


" Vi,, apa itu tuan muda Nugraha yang papi bilang sedang dekat denganmu? "


" Iya mih "


Vio menjawab dengan menundukkan kepala karena malu


" Ya sudah bantu mami buatkan minum untuk mereka! "


" Oke mami "


Vio membantu Gina membuatkan minuman untuk Leo dan Yudha. kemudian dia membawakannya ke depan.


" Ini minumannya! "


Bio meletakkan gelas minumannya di hadapan masing - masing lalu duduk disamping Gina


" Bagaimana perjalanan kalian? "


" Baik om. Tidak ada masalah! Om aku kemari bermaksud mengajak Vio untuk bekerja dengan ku di perusahaan milik keluargaku sebagai asisten pribadiku "


Dahi Yudha mengernyit mendengar perkataan Leo


" Kenapa harus sebagai asisten? Dari jurusan yang diambil Vio, dia bisa bekerja sebagai manajer keuangan "


" Kalau dia bekerja sebagai manajer atau sesuatu dengan jabatan lain. Maka sudah pasti dia juga akan memiliki asisten dan sekertaris. Aku tidak ingin membiarkan dia dipandang orang lain apalagi kalau sampai di dekati pria lain. Jika dia jadi asistenku, tentu dia akan selalu ada disampingku "


Leo menjawab dengan begitu tenang dan sesekali menoleh kepada Vio


" Jika itu alasannya kenapa kalian tidak menikah saja? "


Kata Gina yang menyela pembicaraan Leo dan Yudha


" Untuk saat ini masih belum bisa tante. Saya tidak mau Vio dalam bahaya. Karena saya yakin, seseorang masih mengincar kematian saya "


" Apa maksudmu? "


Tanya Gina dengan sangat heran


" Saya tidak tahu pasti karena saya tidak memiliki bukti yang cukup kuat. Tapi saya yakin cepat atau lambat, orang yang menjadi dalang atas kejadian penyerangan yang menewaskan ibu saya waktu itu, pasti akan kembali. Sampai saat itu tiba saya tidak ingin membahayakan nyawa Vio juga! "


Yudha dan Gina saling menatap kemudian menganggukkan kepala


" Baiklah kalau begitu. Tapi seperti syarat papi tempo hari. Kamu akan menempati rumah yang sudah papi siapkan disana!


Kalian tidak boleh tinggal bersama sebelum resmi jadi suami istri. Mengerti! "

__ADS_1


" Mengerti papi "


Jawab Vio dibarengi anggukan kepala


__ADS_2