Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kejutan dari Ed untuk Ji


__ADS_3

Ed mengatakannya dengan tenang tapi Kalina dibuat diam karenanya. Dan semua orang juga mulai berbisik


*Ternyata dia seperti itu, ku kira Kalina itu baik. Tapi ternyata itu hanya didepannya saja


Iya, justru lebih berbahaya yang seperti itu. Kita tidak tahu bagaimana dia dibelakang kita


Aku tidak menyangka sama sekali, kalau Kalina gadis seperti itu. Awalnya ku pikir Jendral pria yang aneh karena dia sama sekali tidak menanggapi perasaan Kalina . Padahal dia gadia yang cantik, baik dan pengertian tapi tahu apa yang dilakukan Kalina, sepertinya memang Jendral sudah punya penilaian sendiri tentangnya *


Kalina hanya bisa tertunduk dan pergi dari sana dengan hati yang hancur. Selain cintanya ditolak secara tidak langsung, dia juga malu karena sebelumnya dia telah bertindak bodoh dengan menemui Ji dan berharap kalau Ji akan salah paham pada Ed dan berakhir meninggalkan pria itu.


Ji merasa kasihan pada Kalina, setelah dia melihat langsung perlakuan Ed kepada Kalina, jadi dia mencubit pinggangnya hingga Ed meringis kesakitan tanpa dilihat tentara lain


" Aww!!!


Kenapa kamu mencubitku? Ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga! "


Kata Ed pelan sambil meringis dan memegang pinggangnya yang sakit karena dicubit Ji


" Kenapa kamu melakukan itu? Bisa saja kamu bicara berdua dengannya tanpa harus mengumumkannya dihadapan banyak orang! "


Kata Ji dengan suara pelan dan nada bicara yang sedikit ketus


" Tidak ada sunshine, aku hanya ingin dia tidak melakukan hal yang sama lagi lain kali. Beruntung kamu tidak salah paham padaku. Kalau sampai kamu meragukan ketulusan ku karena dia, entah apa yang harus aku lakukan. Aku katakan yang sejujurnya sama kamu, kalau aku sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita lain selain kamu "


Kata Ed sambil menggandeng Ji meninggalkan tempat latihan


" Sudahlah. Mau kemana lagi ini? "


Ji bertanya ketika mereka sudah hampir tiba di mobil Ed

__ADS_1


" Kita cari tempat makan! "


" Kamu tidak mengganti seragammu terlebih dahulu? "


" Tidak perlu, aku sudah memesan tempat di sebuah restoran "


Mereka berdua berkendara menuju restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari pangkalan militer. Hanya memakan waktu kira - kira 30 menit saja untuk tiba disana.


Tibalah mereka disebuah restoran berlantai 3 yang hampir semua bagian bawahnya di kelilingi kaca bening yang dapat terlihat jelas dari luar,


Tata letak meja yang rapi dengan setiap mejanya terdapat 4 buah kursi dan ada vas bunga kecil dengan setangkai bunga mawar merah di atas meja membuat restoran terlihat sangat cantik dan rapi.


Sedangkan lantai 2 dan 3 dikhususkan tamu yang memesan ruang khusus. Lantai ini dibuat seperti ruang pribadi yang saling terpisah satu sama lain. Kira - kira ada 4 ruangan yang tersedia di masing - masing lantai. setiap ruangannya memiliki luas yang cukup besar dengan kaca yang terlihat gelap dari luar, tapi dapat terlihat jelas jika memandang dari dalam keluar.


Ed sudah memesan 1 ruangan dilantai 2 untuk dirinya dan Ji makan. Betapa terkejutnya Ji begitu pintu ruangan yang mereka pesan dibuka, dia melihat sebuah ruangan yang di tata dengan sedemikian rupa. Terdapat hiasan bunga mawar yang begitu banyak disana.


Ruangannya tidak hanya dihias oleh mawar yang diletakkan di vas bunga saja, tapi juga banyak kelopak yang ditaburi dilantai menyerupai bentuk hati dan ada kata i love you di bagian tengahnya.


Ed masuk lebih dulu ke ruangan tersebut dan mengambil 1 buket mawar merah yang sudah diletakkan di atas meja. Kemudian dia kembali mendekati Ji dengan membawa buket bunga ditangannya


" Sunshine, this is for you! "


Ed memberikan buket bunga pada Ji dengan sedikit membungkukan badan


" Terimakasih "


Ji begitu terpesona dibuatnya. Seakan dia melihat pria dihadapannya ini penuh cahaya yang menyilaukan mata.


Setelah itu Ed menarik sebuah kursi untuk Ji duduk sambil berkata " Silahkan duduk sunshine! "

__ADS_1


Ji hanya tersenyum saja dengan tingkah Ed


" Ed, apa ada Jendral yang memperlakukan gadis sama seperti mu, hah? "


Tanya Ji sambil tersenyum menuntut.


" Tidak ada, hanya ada aku saja. Dan kamu satu - satunya gadis yang ku perlakukan dengan sangat spesial "


Dengan iringan piano yang membuat suasana bertembah romantis. Ed mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berisi cincin yang bertahtakan berlian kecil di atasnya


" Ji, maukah kamu menikah denganku? Aku sudah mengurus surat izin ke departemen militer. Jika kamu setuju kita bisa menikah secepatnya "


Ed berlutut di hadapan Ji dengan sebuah cincin di tangannya. Ji terpaku melihat apa yang telah dilakukan Ed untuknya


" Tapi kita harus meminta izin papi terlebih dahulu "


" Kamu tenang saja, aku sudah mendapatkan izin dari om Yudha "


Flash back beberapa hari yang lalu, ketika Ji masih dirumah sakit


" Om, ada yang ingin aku bicarakan dengan om, penting! "


" Ada masalah apa Ed? "


" Aku ingin menjadikan Ji sebagai istriku secepatnya. Jika om menyetujinya, aku akan segera mengajukan surat izin nikahku sebagai tentara "


" Tentu om akan merestuinya, tapi keputusan nya tetap ada ditangan Ji. Jika dia setuju maka om juga akan merestui kalian! "


" Terimakasih om"

__ADS_1


Flash back off


" Jadi,,, bagaimana Ji? apa kamu mau menerima pinanganku? "


__ADS_2