Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Biru juga pasti terlibat dalam permainan setelah Rian berusaha memanfaatkannya


__ADS_3

Bina sudah berada di kantor sebelum Adel dan Ji datang. Dia kembali mengingat hari kemarin saat pertemuannya kembali dengan Biru. Mereka sudah lama tidak bertemu setelah Bi memecatnya dari Taeson Elektronik


" Pak Biru,,"


" Hai Bina, ternyata Ji mempekerjakan mu disini? "


Sapa Biru dengan nada dingin dan datarnya


" Selamat siang pak Biru. Benar, bu Jingga mempekerjakan ku dan juga membantuku menyelesaikan masalah keluargaku "


Jawab Bina dengan senyum lembut


" Baguslah kalau begitu. Aku ikut senang jika kamu berhasil lepas dari keluarga yang tidak berguna dan hanya dapat menyiksamu itu "


" Benar. Aku tidak cukup berani untuk bisa membantah keinginan keluarga ku. Beruntung aku bisa bertemu bu Jingga yang sangat berani dan baik "


" Apa? Kamu mengatakan adikku baik? "


Biru tersenyum geli mendengar Bina


" Ini pertama kalinya aku mendengar orang yang tidak dekat dengan Ji mengatakan di baik "


" Meskipun kami tidak terlalu dekat, tapi aku tahu kalau bu Jingga itu orang baik. Buktinya dia mau mambantuku terlepas dari belenggu orang tua angkatku dan juga membalaskan dendamku pada keluarga Hardi "


" Kamu benar. Semakin kamu mengenal Ji, kamu akan semakin tahu sifat aslinya. Dia tidak jahat sama sekali. Bahkan, kamu bisa banyak belajar dari setiap tindakan yang Ji ambil "


" Pak Biru, apa aku boleh menanyakan sesuatu pada bapak? "


" Katakan saja "


" Ehm,,, "


Bina seperti ragu untuk menanyakan hal yang dia ingin tahu


" Apa pak Biru sama sekali tidak pernah memiliki perasaan apapun kepadaku? "


Bina berusaha sekuat tenaga memberanikan diri untuk menanyakan hal ini pada Biru. Biru tersenyum mendengarnya


" Kamu tahu apa yang aku lihat pertama kali darimu? "

__ADS_1


Bina menggelengkan kepala sebagai jawaban


"Saat pertama kali aku melihatmu di pesta pertunangan temanku hari itu. Aku berfikir bahwa kamu seorang wanita kuat yang bisa melawan perlakuan tidak adil dari saudara mu. Kamu sebenarnya memiliki keberanian dan kemampuan untuk melawannya. Tapi sayangnya alasan balas budi dari mereka mampu membelenggu keberanianmu. Aku ingin membantu membebaskan mu saat itu. Tapi aku tidak bisa terlibat langsung dengan orang yang tidak ada hubungannya denganku.


Kukira dengan berada di dekatku kamu bisa belajar dariku untuk mengambil sikap yang lebih berani. Tapi justru yang terjadi malah diluar dugaanku. Kamu malah mengira kalau aku dekat denganmu karena aku menyukaimu. Aku minta maaf atas hal itu. Tapi aku tidak pernah sedikitpun menyimpan rasa untukmu, aku hanya ingin menolongmu saja "


Bi sesekali tersenyum saat berkata pada Bina


" Rupanya begitu ya? Jadi aku salah mengartikan perhatian pak Biru terhadapku! " Bina tersenyum getir setelah mendapatkan jawaban dari Biru


" Alex juga pria yang baik. Aku sudah lama berteman dengannya. Dia memang orang yang menyebalkan dengan tingkah konyolnya, tapi dia adalah orang yang tulus dan apa adanya. Ku harap kamu bisa menerima dia dengan baik dan membuka hatimu untuknya "


" Aku tahu itu, meskipun aku belum sepenuhnya membuka hatiku untuknya tapi aku sudah bisa menerimanya sedikit demi sedikit. Aku percaya kalau dia bisa membahagiakan aku "


Tanpa terasa, air mata Bina yang sejak tadi tertahan kini perlahan menetes, membasahi tangan yang sejak tadi Bina mainkan karena gugup


" Aku juga berharap pak Biru dan Mili bisa selalu bersama dan hidup bahagia selamanya. Aku mendoakan dengan tulus "


" Terimakasih. Ku harap kamu juga hidup bahagia dengan pria yang memang pantas untukmu "


" Kenapa kamu sudah melamun pagi - pagi begini? "


Suara Adel menyadarkan Bina dari lamunannya


" Apa ada masalah? "


Jingga yang baru saja tiba juga ikut bertanya pada mereka


" Pagi bu Jingga! "


Sapa Adel dan Bina bersamaan. Jingga hanya menganggukkan kepala saja dan kembali melangkahkan kaki menuju ruangannya


" Apa ada berita penting pagi ini? "


Tanya Ji kepada Adel dan Bina yang mengikuti mereka dari belakang


" Tadi pagi Dina menghubungi ku. Katanya dia berterimakasih karena dengan uang yang dia dapatkan dari pak Arya, dia bisa mengobati ibunya yang sakit dan memulai hidup baru di negara lain "


" Baguslah kalau begitu. Aku jadi penasaran bagaimana penampilan pak Arya setelah jadi gelandangan "

__ADS_1


Ji tersenyum geli seakan benar - benar membayangkan penampilan pak Arya


" Sudahlah! Apa aku memiliki jadwal penting hari ini? "


" Tidak ada. Bu Jingga hanya perlu memeriksa berkas - berkas yang pak Arya tinggalkan saja "


Jawab Bina dengan sopan


" Dasar tua bangka. Bisanya hanya menambah pekerjaanku saja! Apa ada masalah dengan dewan direksi lainnya? "


Tanya Ji yang kembali dengan wajah datarnya


" Sejauh ini tidak ada. Kami rasa mereka tidak akan berani macam - macam lagi. Hanya saja... "


Adel ragu untuk melanjutkan laporannya


" Ada apa? Apa ada masalah lain? "


Ji mengernyitkan dahi karena bingung


" Karena postingan di internet kemarin begitu ramai diperbincangkan. Rian ikut membuka suara dan mengatakan kalau dia teman baik pak Biru "


" Rian? Dia ikut berkomentar dengan postingan itu? "


" Benar. Ini dia yang dia katakan! "


Adel menunjukkan komentar Rian di salah satu berita mengenai Ji dan Bi yang menjadi topik utama


" Bi itu adalah teman baikku. Bahkan kami bekerja sama dalam bisnis. Dia juga memiliki sejumlah nilai saham di perusahaan milik keluargaku "


Komentar Rian menerima banyak sambutan baik dari warganet. Mereka ikut berkomentar dan menanyakan nama perusahaan Rian


" Jadi dia menggunakan berita ini untuk menaikkan perhatian publik pada perusahaan milikny. Pandai tapi juga bodoh! " Ji tersenyum sinis saat membaca komentar Rian


" Maksudmu apa Ji? "


" Dia pandai memilih momen yang pas untuk mendompleng popularitas kami. Tapi dia juga bodoh, karena kami tidak bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Termasuk dia yang hanya berstatus sebagai teman saja. Bahkan bukan teman baik juga "


"Kita lihat sejauh mana dia akan memanfaatkan situasi ini. Dan kita akan cari celah untuk memperbanyak bukti yang bisa menjatuhkannya! Aku yakin kakak ku juga sudah tahu mengenai hal ini. Ini akan lebih bagus ketika aku mendapatkan mobil sport keluaran terbaruku sebagai taruhannya.

__ADS_1


Dan aku yakin permainan juga akan semakin menyenangkan karena Biru juga pasti terlibat dalam permainan ini setelah Rian berusaha memanfaatkannya untuk menaikkan pamor perusahaannya "


__ADS_2