
Ji masuk ke ruang rapat ditemani Alex dan Adel. Meja di ruang rapat telah di isi semua oleh peserta rapat dari jajaran direksi. Hanya dibagian kursi pemimpin yang masih kosong. Ji berjalan lurus menuju kursi pemimpin kemudian duduk disana. Mereka menatap tak percaya kepada Ji, dengan tatapan merendahkan. Mereka pun saling berbisik satu sama lain
*Bagaimana seorang wanita bisa memimpin perusahaan besar seperti ini?
Kurasa pak Biru telah salah mengambil keputusan. Tidak mungkin gadis muda ini dapat memimpin perusahaan kita
Bukankah gadis ini adalah model?
Bagaimana mungkin dia mengerti bisnis*?
" Ehem ehem,
Permisi semuanya. Saya ingin memperkenalkan pemimpin baru perusahaan kita. Dia adalah nona Jingga Riani Putri. Sebelumnya dia adalah seorang model. Tapi dia juga merupakan lulusan manajemen bisnis yang mendapat predikat summa cumlaude ketika kuliah. Dan sekarang dia akan memegang kendali atas perusahaan ini "
Alex menerangkan dengan sangat tenang
" Pak Alex, apa Bapak yakin. kalau gadis ini bisa memegang kendali perusahaan kita yang cukup besar ini? Para pesaing kita berasal dari perusahaan besar. Bukan perusahaan baru "
Salah seorang peserta rapat membuka suaranya namanya pak Yadi
" Apa yang membuat anda tidak yakin kalau saya tidak bisa memegang kendali perusahaan? Apa karena saya seorang perempuan? Huh,, Pikiran anda terlalu sempit.. ini bukan zamannya lagi untuk berlaku diskriminatif. Banyak juga perempuan yang berhasil dalam bisnis "
Ji berkata dengan yakin dan tersenyum sinis
" Nona anda jangan terlalu percaya diri. Bukan berarti kalau anda saudara dari pak Biru, anda juga bisa mengelola perusahaan besar seperti pak Biru "
Kata pak Yadi mencibir
" Siapa bilang saya tidak bisa mengelola perusahaan seperti dia? Anda kan belum melihat kemampuan saya. Jangan menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja. Anda bisa berkomentar ketika melihat hasil kerja saya. Lagipula, saya tidak butuh komentar anda semua sebelum saya menunjukkan kemampuan kerja saya! "
Ji menunjukkan tatapan mata yang dingin dan mengintimidasi. Membuat semua peserta rapat terdiam dan tak bersuara sedikitpun. Alex dan Adel dibuat kagum oleh sikap tegas Ji, mereka sampai tak mengedipkan mata melihatnya
__ADS_1
" Aku meminta Kak Alex mengumpulkan kalian hanya untuk memberitahukan kalau mulai saat ini, aku yang akan memegang kendali perusahaan. Bukan untuk meminta izin dari kalian semua! Aku tidak butuh izin kalian, bahkan jika kalian mau, kalian bisa keluar dari jajaran direksi perusahaan ini, sekarang juga! Aku tidak butuh dewan direksi yang berpikiran picik dan tidak bisa bekerjasama! "
Semua orang saling menatap satu sama lain. Mereka tidak berani berkomentar lagi
" Sepertinya kalian sudah mengerti. Rapat kali ini cukup sampai disini saja! Kita akan bertemu lagi dirapat selanjutnya! "
Rapat dibubarkan dan para anggota rapat mulai meninggalkan ruangan
Drrrt Drrrt
Ponsel Ji berdering, Dilihatnya panggilan itu berasl dari Biru
" Hallo Bi "
" Ji, apa rapatnya sudah selesai? "
Tanya Biru dari ujung telepon
"Apakah ada masalah? "
" Hanya terjadi masalah kecil, tapi sudah diatasi "
" Baguslah kalau begitu! Ji maukah kamu membantuku? Aku sangat butuh bantuanmu! "
Ji mengernyitkan dahi mendengar permintaan Biru. " Kau ingin aku melakukan apa? Aku tidak mau melakukan hal yang macam - macam! " Katanya dengan nada bicara acuh tak acuh
" Ji aku belum bicara, jadi jangan berpikir yang bukan - bukan "
" Lantas, apa yang kau inginkan? "
" Aku ingin,,, kau membantuku dalam persiapan pernikahan ku dengan Emili! "
__ADS_1
Ji semakin mengernyitkan dahi. Alisnya hampir menyatu
" Apa? Kamu ingin segera menikah? Apa Emili menyetujuinya? Kamu tidak memaksa dia menikah secepatnya kan Bi? Lagipula papi,,, "
" Tidak Ji, aku sudah bicara dengan Emili dan juga papi. Merka setuju dengan itu "
" Kapan kalian berencana melangsungkan pernikahannya? "
" Kami belum tahu. Tapi aku ingin kamu mulai mempersiapkan semua kebutuhannya. aku ingin menikah setelah Mili keluar dari rumah sakit"
" Baiklah, aku mengerti. Kita bahas lagi nanti! "
Ji kemudian menutup panggilan telepon mereka. Alex dan Adel masih disana menemani Ji..
" Kalian berdua sudah bekerja keras. Adel, apa kamu yakin tetap bekerja denganku? Kurasa ini tidak akan mudah "
Ji memicingkan mata menatap Adel
" Aku yakin Ji. Ini sudah jadi keputusanku! "
Tak telihat ada sedikit pun keraguan dimata Adel. Dia berkata dengan penuh percaya diri
" Baiklah kalau begitu. Kita harus bekerja keras untuk itu "
" Kak Alex. Besok kak Alex sudah bisa pindah ke Taeson Elektronik. Aku akan mengurus semuanya disini" Ada kilatan kelicikan yang terpancar dimata Ji
" Sepertinya aku masih harus disini, untuk,,, "
" Tidak perlu kak. Aku bisa mengurus semuanya disini. Jika mereka memang ingin bermain denganku, maka aku akan ikut dalam permainan mereka "
" Baiklah, biar ku antar dulu keruang kerja kalian. Aku sudah menyiapkannya, tapi entah kalian suka atau tidak. Kuharap kalian bisa dengan cepat beradaptasi dengan perusahaan " Alex, Ji dan Adel mulai berdiri meninggalkan ruang rapat
__ADS_1
" Kak Alex tenang saja. Aku tidak akan mudah ditindas hanya karena sebuah perdebatan kecil. Tidak lama lagi mereka akan tahu kalau aku bukanlah gadis sembarangan yang akan dengan mudah mereka singkirkan! "