Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Klien tempat tidur!!


__ADS_3

" Pak Arya, bagaimana ini? Harga saham perusahaan ini semakin turun setiap harinya? Jika terus dibiarkan maka perusahaan sudah pasti akan bangkrut "


Kata salah satu anggota rapat. Saat ini dewan direksi JB Companies kembali mengadakan rapat, hanya saja rapat kali ini tidak dihadiri oleh Ji. Mereka membahas masalah yang terjadi dalam perusahaan yang menyebabkan penurunan harga saham


" Aku juga sedang memikirkan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini. Kalian bersabarlah! Aku pasti akan berhasil menstabilkan harga saham perusahaan sebelum bu Jingga kembali menduduki posisi direktur utama "


Arya terlihat mulai kesal karena desakan anggota dewan dan bingung dengan apa yang harus ia lakukan


" Kalau begitu kami akan menunggumu. Kita hanya punya waktu 1 minggu sebelum bu Jingga kembali "


Kata salah satu anggota rapat


" Baiklah aku pasti akan menyelesaikan masalah ini dalam kurun waktu kurang dari 1 minggu. Sebaiknya rapat hari ini kita akhiri saja. Kita akan membahas semuanya lagi nanti! "


Arya mengakhiri rapat. peserta rapat yang lain mulai berdiri dan berjalan meninggalkan ruang rapat


" Fyuuhh,,,


bagaimana caranya aku bisa dengan segera menyelesaikan masalahnya? 1 minggu? Apa masalahnya bisa selesai dalam waktu sesingkat itu? Aku harus mulai mencari penyebab terjadinya penurunan saham! "


Arya yang masih duduk diruang rapat memijat pelipisnya dan bergumam memikirkan cara menstabilkan harga saham


" Ach aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Apa aku harus mencari orang untuk menyelidiki semuanya ya? Tapi apakah waktunya cukup? Aku sama sekali tidak bisa menemukan penyebab menurunnya harga saham JB Companies. Bagaimana bisa aku menyelesaikan masalah tanpa tahu apa penyebabnya? "


Arya terlihat sednag berfikir kerasdengan dahi berkerut


" Lebih baik aku menemui Dianku yang cantik " Gumam Arya sambil berdiri dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan ruang rapat


Tuuutt tuuutt tuuuutt


" Halo Dian ku yang cantik, kamu sedang dimana sayang?


Sapa Arya begitu panggilan tersambung


"Aku sedang berada dirumah, sayang. Ada apa? "


Kata Dian dengan suara lembut


" Apa kamu sedang sibuk? "

__ADS_1


" Tidak. Meskipun aku sibuk, aku selalu ada waktu untukmu "


" Kalau begitu, temui aku di mall. Aku sungguh merindukan mu sayang "


" Baiklah, aku akan ke mall sekarang juga "


" Sampai jumpa nanti sayang! "


" Dadah,, muach "


Dian dengan segera mematikan sambungan telepon diantara mereka berdua


" Nona Jingga, sepertinya aku harus pergi. Ikan kakapku sedang menungguku "


Kata Dian yang kini sedang minum teh bersama Ji dan Adel


" Tentu saja kamu harus segera menemui tangkapanmu. Sebelum nanti kamu lepaskan lagi dia ke alam bebas atau mungkin,,, ke tempat sampah! "


Jawab Ji dengan senyum sinis


" Kalau begitu saya permisi "


" Adel, sepertinya kamu harus segera memberi tahu istri pak Arya. Kasihan kan jika dia terus saja dibohongi? Lagipula sebagai rekan kerja pak Arya yang baik, kita harus membantunya untuk meminta izin kepada istrinya agar dia bisa segera menikah lagi "


" Kamu bukan membantu rumah tangganya Ji, tapi kamu membantu untuk membunuhnya "


Adel tersenyum dan mengeluarkan ponsel untuk mengirimkan pesan singjat pada Istri Arya. Ji hanya diam tak berkomentar dan menikmati kopi miliknya


" Maaf Nyonya Arya, saya melihat suami anda meninggalkan kantor dan saya dengar dia akan menemui kekasihnya. Jika anda ingin tahu kebenarannya sendiri. Maka anda bisa datang langsung ke mall dalam waktu 1 jam. Pak Arya dan kekasihnya sepakat untuk bertemu disana "


Begitulah isi pesan singkat yang dikirim Adel untuk istrinya Arya


"Selesai! Apa yang akan kita lakukan sekarang Ji? "


" Apalagi, kita pergi menonton pertunjukan gratis " Ji tersenyum kemudian melambaikan tangannya memanggil pelayan restoran


" Tolong billnya "


Katanya setelah pelayan menghampiri

__ADS_1


" Ini totalnya nona "


Pelayan menunjukkan tagihan Ji, dia pun memberikan kartu untuk. membayar transaksi


" Silahkan kartu anda! "


" Terimakasih "


Kata Ji kemudian dia dan Adel bergegas menuju mobil yang ada diparkiran


" Ji, boleh aku bertanya sesuatu? "


Kata Adel setelah mereka sudah masuk ke dalam mobil


" Tanyalah! "


" Apa Biru juga selalu membalas orang - orang berusaha mengganggu kalian? "


Adel terlihat ragu saat bertanya pada Ji


" Kami selalu diajari yang namanya balas budi. Jika orang itu baik, maka kami akan membalas mereka dengan jauh lebih baik. Tapi jika mereka jahat dan berusaha mengusik kami, tentu kami juga akan Hmembalas mereka beribu kali lipat. Menurut kami itu cukup adil. Karena kita bukan cuma bisa ditindas, tapi juga bisa menindas.


Jika kita terus diam saat diperlakukan tidak adil, maka sampai kapanpun kita akan terus diperlakukan tidak adil. Jika kita berani melawan. Maka orang lain akan segan dan berfikir dua kali untuk menganggu kita "


Jawab Ji tenang lalu dia menginjak pedal gas dan berlalu menuju mall


\=\=\=\=\=\=


Sementara di mall, Arya tengah menunggu Dian di sebuah restoran, disaat yang bersamaan juga datang istri Arya untuk mencoba memastikan kebenaran dari pesan singkat yang diterima


" Apa aku harus menelusuri semua bagian mall? Tapi aku harus mulai dari mana? Aku harus berkeliling, agar bisa menemukan kebenarannya. Kearah sini dulu saja! "


Istri Arya terus berkeliling hingga ke seluruh mall. Dia menoleh kesana kemari untuk mencarinya. menatap ke semua penjuru mall, Dia berusaha melihat dengan teliti wajah satu persatu pengunjung mall agar jangan sampai ada satupun yang terlewat. Dia terus mencari dari lantai 1 ke lantai lainnya, dia masuk ke setiap toko yang ada.


Langkahnya terhenti kala melihat sesosok pria yang sangat dikenalnya. Yang telah hidup selama bertahun - tahun dengannya. Bahkan telah memiliki 2 anak bersamanya yang kini sudah mulai beranjak dewasa.


Air mata tanpa terasa mengalir deras dipipinya. Mulutnya entah kenapa tidak dapat mengeluarkan kata sama sekali. Kakinya kini terasa gemetar, apa karena lelah berkeliling atau karena tak percaya dengan apa yang terlihat oleh matanya sendiri?


Perlahan - lahan dia memberanikan diri mendekati pria itu. Langkah demi langkah terasa begitu berat, seperti menahan beban dikaki sebanyak 5kilo. Dengan diiringi deraian air mata, akhirnya dia mendekati Arya yang sedang bermesraan dengan Dian, saling tertawa dan bercanda ria, sejoli itu seakan tak peduli dengan pandangan orang disekitar mereka.

__ADS_1


" Hiks hikh hiks.... Apa yang kamu lakukan disini? Apakah seperti ini yang kamu katakan dengan menjumpai klien? Merangkul pinggangnya, tertawa bahagia bersama, berbelanja dan membawakan barang belanjaannya? Tapi kali ini aku percaya kalau dia adalah klien. Klien tempat tidur mu! "


__ADS_2