Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Masa lalu Leo


__ADS_3

Rian masih terdiam di hadapan Vio, dan Vio terus memperhatikannya


" Dasar pria bre**sek, kamu fikir kamu bisa dengan mudah mendapatkanku dan masuk keluarga Kusuma? Kami tidak seburuk itu dalam menilai orang. Akan aku berikan kamu waktu sebentar untuk dapat mencicipi bagimana rasanya menjadi bagian dari keluarga Kusuma.


Orang sombong dan sok berkuasa seperti kamu juga harus dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi anggota dari keluarga diktator, sebelum akhirnya dihancurkan oleh keluarga diktator yang kamu katakan hingga jadi keluarga gelandangan.... "


Vio berusaha tersenyum padahal dia merasa jijik berada di sekitar Rian


" Haaaaah,,, pencarian cintaku malah harus berakhir dengan pria bre**sek seperti ini "


Gumam Vio dengan mata tertutup sambil memijat dahinya


" Vio! "


Suara Rian kembali mengejutkannya


" Karena kamu sudah jadi kekasihku, apa kamu bisa berhenti bekerja? Biarkan saja orang - orang tahu kalau kamu itu kekasihku dan bukan sekertarisku


" Memang apanya yang salah jika kamu memiliki kekasih seorang sekertaris?


Menurutku itu pekerjaan yang bagus karena sekertaris bisa meringankan sedikit pekerjaan para petinggi perusahaan dan membantu mereka mengatur semuanya agar tertata dengan rapih "


Vio berkata dengan nada mengkritik


" Memang tidak ada yang salah. Tapi kamu itukan seorang sarjana lulusan luar negeri, Bagaimana bisa kamu hanya jadi seorang sekertaris. Pelajaran yang kamu terima akan sia - sia saja "


Vio tersenyum sinis


" Apa kamu malu jika, gadis yang kamu dekati hanya seorang sekertaris? "


" Bukan itu,,, tapi...... Aku hanya ingin selalu menghabiskan waktu denganmu tanpa ada pekerjaan diantata kita berdua "


" Ehmmmmmm, baiklah. Aku akan segera mengurus surat pengunduran diriku pada bagian HRD "


Jawab Vio datar


" Terimakasih Vi. Aku akan segera mencari asisten dan sekertaris yang baru "


" Aku akan menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu baru aku ke bagian HRD. Tapi aku akan langsung pulang, karena kak Ji hari ini kembali kesini "


" Aku tidak sudi jika harus berlama - lama dengan mu "


Sambung Vio dengan sedikit senyum sinis dibibir


" Baiklah tidak masalah. Biar aku mengantarmu! "


" Tidak usah, kamu lanjutkan saja pekerjaan mu. Aku tidak ingin kamu bertindak seenaknya setelah berhubungan dengan ku. Apa yang akan karyawan lain katakan tentangku nanti! "


" Kamu benar. Baiklah aku akan mengikuti apapun perkataan mu! "


" Terimakasih "


Vio kembali duduk dengan senyum terpaksa diwajahnya. Hingga Rian meninggalkan Vio dan kembali keruangannya.


Vio kembali teringat pada Leo


" Apa sekarang kak Leo sudah tiba di tempat tujuannya ya? Sebenarnya dia pergi kemana? "

__ADS_1


*****


Dinegara A, Leo baru saja tiba setelah menempuh perjalanan menggunakan pesawat jet pribadi milik keluarga ayahnya


Dia mulai melangkahkan kaki turun dari mobil dengan ragu - ragu.


Air matanya tanpa terasa menetes, membasahi pipinya. Leo teringat kejadian pahit yang menimpa ibunya beberapa tahun silam


Falsh back on


Malam itu hujan turun dengan begitu derasnya dilengkapi dengan petir yang menyambar - nyambar


Jdeeer jderrr


Gludug gludug gludug


Leo dan ibunya berada didalam rumah sedang menonton acara televisi dengan beberapa pengawal berjaga diluar. Ayah Leo sedang pergi untuk menyelesaikan masalah di luar kota.


Tep


Lampu tiba - tiba saja padam dan semua beruabh menjadi gelap gulita hanya cahaya dari oetir yang menyambar yang kadang menerangi


" Ibu kenapa lampunya padam? Ini sangat gelap, aku tidak bisa melihat apa - apa. Ibu.. ibu... "


Kata Leo yang saat itu masih remaja


" Tunggu, ibu sedang mencati lilin, mungkin mati lampu karena petir "


Kata Ibu Leo yang tidak jauh dari sama


" Nyonya? Tuan muda? Apa kalian baik - baik saja? sepertinya ada pemadaman listrik yang terjadi "


" Kami baik - baik saja. Tapi kami sama sekali tidak menemukan lilin di sekitar sini! " Suara ibu Leo terdengar lemah lembut


" Saya akan bantu cari di dapur dan tempat penyimpanan! "


Kata pengawal lagi


" Baik terima kasih! "


Ibu Leo kembali berjalan mendekat kearah putranya


" Kita tunggu pengawal mengambilkan lilin saja ya! "


" Baik bu! "


Ibu Leo terlihat tersenyum dan Leo menjawab dengan sopan dan ramah


Dor dor dor


Jdeeerrr Jedeer


Gludug gludug


Terdengar suara tembakan berkali - kali dari luar rumah dan ruangan lain. malam terasa semakin mencekam dengan suara petir yang menyambat


" Ibu, apa itu suara tembakan?

__ADS_1


Apa yang terjadi? "


Ibu Leo memeluknya erat


" Kita harus segera pergi dan mencari tempat aman! Ayo bangun nak! "


Ibunya berdiri dan berjalan dengan sedikit berlari memegang tangan Leo. Mereka mengendap di dalam rumah sambil melihat kondisi disekitar. Para pengawal mereka semua tergeletak di lantai dengan luka tembak dan genangan darah yang ada di sekitar mereka


" Ibu, aku telah belajar beladiri dan menembak, kenapa kita tidak melawan mereka saja? "


" Ini bukan saatnya sayang. Kita harus segera pergi dari sini. Semua pengawal telah tewas, tidak ada yang bisa melindungi kita. Kamu bawa ini! "


Ibu Leo memberikan pistol yang di ambil dari tubuh pengawal yang tewas dan berlari keluar rumah bersama Leo


Dor dor dor


Ibu Leo dan Leo yang kini memgang senjata mulai membalas tembakan mereka. Mereka telah dilatih oleh ayahnya untuk menggunakan senjata untuk berjaga - jaga karena khawatir akan terjadi sesuatu.


Keluarga Leo merupakan keluarga terpandang di negara A bagian selatan. Karena memeperebutkan kekuasaan, paman Leo memberontak dan berusaha menyingkirkan keluarganya. Agar memiliki kuasa sepenuhnya atas perkebunan anggur dan kelapa sawit turun temurun dari leluhurnya..


Dor


" Ach! "


" Ibu!


Apa ibu tidak papa? Bangun bu, ayo berdiri! mereka semakin dekat! "


Kata Leo dengan air mata yang mulai mengalir setelah melihat ibunya tertembak dan berlumuran darah


" Lari! Kamu harus selamat! pergi jauh dari sini! Ibu tidak mau terjadi apapun padamu! Cepat lari sejauh mungkin. Tinggalkan negara ini, cari tempat yang aman. Pamanmu akan terus berusaha membunuhmu. Kamu tidak boleh kembali sebelum kamu siap melawan mereka! "


Kata Ibu Leo dengan napas yang semakin berat


" Aku tidak akan meninggalkan ibu! Kita pergi sama - sama. Ayah pasti akam mencari kita ketika dia kembali hiks.. hiks.. hiks.. "


Air mata Leo sudah tak terbendung lagi


" Kamu harus pergi. Demi ibu. Kamu harus selamat! Cepat pergi! Jangan biarkan mereka menangkap dan juga membunuhmu. Kamu harus tumbuh menjadi pria yang kuat untuk bisa membantu ayahmu! Cepat pergi! Ibu menyayangimu! "


" Ibuuuuuu! "


Leo berteriak dengan sangat kencang dibawah guruyan hujan setelah tangan ibunya yang dari tadi menggenggam erat tangannya kini lepas, dan lunglai tak bergerak


" Itu dia! cepat tangkap anak kecil itu! "


Teriak orang yang menyerang Leo.


Leo terus memandang jasad ibunya yang penuh lumuran darah dan tersiram hujan


" Aku akan tumbuh menjadi pria kuat bu, aku akan kembali pada ayah ketika aku sudah siap. Aku berjanji pada ibu, kalau aku tidsk akan mengecewakan ibu. hiks.. hik.. hik.. "


Leo berdiri dan menghapus air matanya. Matanya yang masih dibasahi oelh air mata menatap tajam kearah orang - orang itu


" Aku akan kembali dan membalas kalian semua. itu janjiku! "


Kata Leo sambil berlari meninggalkan jenazah sang ibu dan sesekali menoleh kembali kebelakangnya hingga tak terlihat lagi oleh kegelapan yang menyelimuti

__ADS_1


Flash back off


__ADS_2