Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Aku pulang. My queen


__ADS_3

Pagi harinya Bi sudah bangun dan terus memperhatikan Mili


" Sayang,, kapan kamu akan sadar? "


Katanya dengan wajah yang suram


" Tenanglah Bi, sebentar lagi dia pasti akan segera sadar. Kamu jangan terlalu lelah berfikir. Nanti kondisi mu malah drop lagi. Setelah Mili sadar, papi akan mencarikan dokter bedah plastik terbaik untuk menyembuhkan wajah Mili "


Kata Jingga berusaha menghibur saudara kembarnya ini..


" Aku mau ke coffe shop dekat sini terlebih dahulu. Apa kamu mau ku belikan sesuatu? Makanan atau kue mungkin? "


Ji menawarkan pada Biru


" Tidak terimakasih. Ji,,, apa Mili akan baik - baik saja? " Tanya Biru penuh harap


" Tentu, dia akan baik - baik saja. Kamu tidak perlu khawatir "


" Baiklah. Pergi sana! Kamu bilang mau pergi ke coffe shop? "


" Iya. Aku tinggal dulu " Ji berjalan menuju pintu dan meninggalkan Biru sendiri. Tak lama setelah Ji meninggalkan rumah sakit. Seseorang yang sudah lama tidak muncul akhirnya datang kerumah sakit untuk menjenguk Biru


Ceklek


krieett


Terlihat seorang pria dengan perawakan tinggi dan gagah memasuki ruangan Biru dengan masih menggunakan seragam tentaranya dan membawa seikat mawar merah ditangannya


" Hai Bi, bagaimana keadaan mu? Maaf aku baru datang karena baru selesai bertugas "


Katanya dengan sedikit senyum


" Tidak apa. Bagaimana kabar mu Ed? Cukup lama aku tidak mendengar kabar darimu. Pantas saja Ji selalu terlihat murung "


Jawab Bi dengan nada dingin


" Iya, 2 minggu ini aku sama sekali tidak dapat memainkan ponselku, jadi aku tidak berhubungan dengannya. Pergi kemana Ji? aku ingin memberikan kejutan padanya "


" Dia sedang pergi ke coffee shop yang berada tidak jauh dari sini. Mungkin dia masih disana! "


" Baiklah aku akan menemuinya. Semoga kamu lekas sembuh! "


Kata Ed sambil berbalik hendak meninggalkan ruang rawat Bi


" Hei Ed, Kenapa kamu bawa kembali karangan bunga itu? Bukannya itu untuk diberikan padaku yang sedang sakit ini? "


Kata Bi yang langsung menghentikan langkah kaki Ed tanpa berbalik menghadap Bi


" Tidak, ini bukan untukmu, aku membelinya untuk Ji. Daaah! "

__ADS_1


Jawab Ed datar kemudian dia melambaikan tangan tanpa menoleh pada Bi yang ada dibelakangnya


" Hei dasar kamu. Menjenguk ku dengan tangan kosong. Huh! "


Ed tidak menghiraukannya dan tetap berjalan meninggalkan ruangan Bi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di sebuah Coffee shop, Ji sedang duduk termenung menatap ponselnya dengan segelas caramel machiato dihadapannya


Kenapa dia sama sekali tidak menghubungi ku? Apa dia sangat sibuk? Dia tidak memberikan kabar padaku sama sekali. Kapan dia akan kembali kesini? Aku merasa kesepian. Aku sangat merindukannya


Ji tertunduk dengan pikiran yang berkecamuk. Tiba - tiba


Seet


Seikat karangan bunga mawar merah berada tepat dihadapannya. Ji sangat terkejut, kemudian dia membalikkan badan ke arah orang yang memberikan karangan bunga itu yang berada tepat dibelakangnya.


Ji mendongak, menatap pria itu. tanpa terasa air mata menetes dari kedua mata indahnya kala melihat sang pria tersenyum manis


" Aku pulang, my queen! "


Ji langsung berdiri dan memeluk Ed dengan sangat erat


" Akhirnya kamu pulang . ku kira kamu tidak akan pernah kembali ke sisiku. Hiks hiks hiks" Ji mencurahkan segala kerinduan yang selama ini terpendam dengan menangis di dalam dekapan Ed


" Aku pasti kembali. Aku sudah berjanji padamu, kalau aku akan kembali kesisimu. Aku tidak akan mengingkari setiap janji yang aku ucapkan padamu! "


" Benarkah? "


Ji mendongak manatap Ed dengan sisa air mata yang masih menempel di pipinya. Ed tersenyum dengan menghapus lembut air mata Ji dengan sebelah ibu jarinya


" Ini bunga untukmu. Anggap saja sebagai permintaan maaf dan bukti cintaku padamu "


Ed mengyodorkan bunga yang ada ditangannya sambil tersenyum manis


" Kamu sudah membuatku menunggu dan terus khawatir selama 2 minggu ini. Kamu juga tidak menemaniku selama aku sedih atas kecelakaan yang menimpa Biru. Bagaimana caramu akan menebus semua kesalahan yang kamu lakukan padaku? "


Kata Ji dengan nada sinis dan manja


" Aku akan menebusnya dengan selalu berada disisi mu selama sisa hidupku. Aku akan jadi budak cinta hanya untuk mu! "


Kata Ed dengan nada dan senyum penuh menggoda. Kata - kata Ed berhasil membuat Ji tersipu malu dan merah merona


" Sudahlah. hentikan bualanmu itu! "


Ji yang merasa malu kemudian berbalik dan kembali duduk dikursinya. Ed tersenyum penuh kemenangan dan duduk bersebrangan dengan Ji. Kemudian dia memanggil pelayan coffe shop dengan melambaikan tangan untuk memesan minuman untuknya


" Selamat pagi, anda mau pesan apa pak? "

__ADS_1


Tanya sang waiter wanita dengan lembut dan sopan kepada Ed. Matanya berbinar penuh kekaguman kala dia bertanya pada Ed. Sikap pekerja itu membuat Ji kesal dan memalingkan wajah dari Ed


" Saya mau secangkir kopi "


Jawab Ed dengan wajah datar


" Baik, mohon tunggu sebentar "


Jawabnya dan pelayan itu berbalik meninggalkan mereka berdua


" Sunshine. Apa kamu merindukanku selama aku tidak ada? "


" Tidak, aku sama sekali tidak merindukanmu! "


Jawab Ji tanpa menatap langsung pada Ed. Sikapnya yang seketika berubah membuat Ed mengerutkan dahi heran..


Ada apa dengan Ji? Kenapa dia tiba - tiba merubah sikapnya? Apa yang salah?


Ed bergumam sambil memicingkan mata seakan berpikir.


" My queen. apa yang ingin kamu lakukan hari ini? Apa kamu mau pergi jalan - jalan denganku? "


Ed berusaha membujuk Ji agar tidak marah


" Mau pergi kemana? "


Ji yang penasaran mulai kembali menatap Ed. Ed pun tersenyum dengan sikap Ji yang kembali sedikit peduli terhadapnya


" Terserah padamu!


Kemana pun kamu pergi aku akan selalu mengikutimu! "


" Bagaimana kalau kita ke mall saja?


Dari sini mall tidak terlalu jauh dan aku tidak ingin bersenang - senang saat keadaan Bi masih belum membaik "


Ji seketika menjadi murung mengingat Bi. Ed meraih dagu Ji dan sedikit mengangkatnya agar menatap mata Ed


" Sunshine, dengarkan aku. Bi pasti baik - baik saja. Dia akan kembali pulih seperti sedia kala "


Mata Ji kembali berkaca - kaca


" Tapi dokter mengatakan kalau tulang kakinya retak. Dia harus menggunakan kursi roda.. Hiks hiks hiks "


" Itu hanya sementara saja. Aku yakin Bi pasti kuat. Kamu harus memberinya dukungan dan semangat agar dia juga merasa optimis.. Apalagi Mili masih belum sadar sama sekali. Dia sangat butuh dukungan darimu. Kamu saudara kembarnya, aku yakin kamu paling mengerti dia. My queen, jangan menangis lagi. Hatiku seperti ikut teriris jika melihat air mata mengalir terus mambasahi pipi mu yang lembut ini "


Ed tersenyum sambil kembali menghapus sisa air mata Ji.


Waiter yang membawa kopi Ed mematung penuh kekaguman, mendengar setiap kata yang keluar dari mulut manis Ed

__ADS_1


So sweetnya. Aku tidak akan menolak jika ada tentara tampan seperti dia yang mendekatiku


__ADS_2