
Braaaakkkk!!!?
Fraaaannggg!!!!
"Brengsek, dasar wanita ****** tak tahu malu! Berani - beraninya kamu merebut Ed dariku! Ed harus jadi milikku, tidak boleh ada wanita lain di sampingnya selain aku! "
Laura yang kesal setelah melihat kemesraan Ji dan Ed, mulai melampiaskan semua amarahnya yang dia pendam hari ini begitu tiba dirumah.
Dia melempar semua barang yang ada di atas meja riasnya, juga melempar hampir semua guci, pajangan dan merobek photo Ed yang selama ini dia ambil secara diam - diam. Bantal, guling, seprei, semuanya berserakan di lantai. Kamarnya yang rapi kini telah berubah layaknya sebuah kapal yang terkena bom. Hancur berantakan
" Ada apa sayang? Kenapa ribut sekali? apa yang terjadi denganmu? Guci bernilai puluhan juta, Kenapa kamu menghancurkan semuanya? " Ayah Laura datang menghampiri ketika mendengar suara keributan. Dia begitu terkejut ketika melihat kamar Laura yang berantakan. Pecahan kaca, guci yang mahal, make up, bantal, guling. Semua berserakan di lantai
" Ayaaahhh, aku kesal. Ed sudah pulang kemari. Tapi dia membawa seorang gadis bersamanya " Laura merengek dengan sifat manjanya
" Mungkin dia temannya saja. Kamu tidak boleh langsung mengira seperti itu! "
Bram, ayah Laura berkata dengan tenang sambil mendekati putrinya
" Ayah, jika mereka hanya berteman saja, tidak mungkin mereka akan bersikap mesra dihadapan ku? Lagi pula perempuan itu menunjukkan sebuah cincin berlian yang dia kenakan. Dia bilang cincin itu pemberian Ed "
Laura berkata dengan begitu manja
" Sayaang.. apa kamu yakin cincin itu diberikan langsung oleh Ed? Setahu ayah, dia itu selalu bersikap dingin terhadap wanita. Sangat jarang sekali dia bersikap lembut pada wanita manapun. Bahkan ayah sama sekali tidak pernah melihat dia bersikap baik terjadap wanita selain ibunya, termasuk padamu. Sekarang, bagaimana bisa tiba - tiba dia membawa seseorang sebagai kekasihnya? " Bram bicara dengan senyum licik dibibirnya
" Ayah, aku tidak mau tahu. Jika Ed tidak jadi milikku, maka ayah harus bisa mengeluarkan dia dari militer agar dia memohon dan bertekuk lutut padaku! " Kata Laura yang kesal
" Kamu tenang saja sayang. Ayah sudah berjanji pada mendiang ibumu, kalau ayah akan membahagiakanmu, ayah akan melakukan apapun untukmu " Bram berkata sambil mengelus lembut punggung putrinya
*****
Di negara F, Vio sedang bersiap menunggu gilirannya untuk melakukan interview di perusahaan Sanggara
" Ah aku gemetar. Aku gugup sekali. Bagaimana proses interviewnya ya? Apa akan susah? " Terlihat Vio yang sedang duduk bersama 4 orang pelamar lainnya
Satu persatu pelamar dipanggil keruangan untuk melakukan interview. Hingga tibalah giliran Vio.
" Violeta Indriani Putri.. "
Panggil salah seorang staf yang membantu untuk tes ini. Vio berdiri dan berjalan masuk menuju ruang interview
" Silahkan duduk nona Vio "
Kata salah seorang staf HRD sambil meberikan isyarat tangan untuk mempersilahkan Vio duduk dan membaca CV milik Vio
" Terimakasih "
Viopun duduk di kursi yang telah disediakan
"Nona kenapa anda memilih untuk bekerja di perusahaan kami? "
__ADS_1
" Saya butuh pekerjaan jadi saya hampir memasukkan surat lamaran kerja ke setiap perusahaan " Kata Vio yang menjawab dengan sangat tenang
" Posisi yang kosong di perusahaan ini adalah sekertaris direktur. Apa anda tidak keberatan jika anda harus selalu menemani direktur untuk bepergian dinas? "
" Saya tidak masalah "
" Apa anda juga siap kehilangan privasi anda setelah menjadi sekertaris direktur? Seperti yang anda tahu, waktu anda akan dihabiskan lebih banyak bersama direktur "
" Baik, saya siap "
" Kalau begitu, bisakah anda mulai bekerja hari ini juga? Karena direktur kami baru mengambil alih perusahaan ini, dia belum memiliki sekertaris. Sekertaris sebelumnya berhenti karena dia akan menikah. Jika anda bersedia, saya akan menghubungi asisten Leo agar dia kemari dan membawamu menuju ruang direktur! "
Tanya staf HRD
" Jadi saya diterima? "
Vio masih merasa belum yakin
" Baiklah! saya setuju jika harus mulai kerja hari ini juga "
Vio terlihat antusias dan bahagia
" Baiklah, saya akan menghubungi asisten Leo. Anda bisa membaca dulu kontrak keeja dan menandtanganinya" Staf HRD memberikan kontrak kerja kepada Vio dan langsung menghubungi Leo
Tuuutt tuuuttt tuuutt
" Baiklah saya akan kesana. terimakasih "
Panggilan telepon pun terputus
" Vio. kamu bisa menunggu asisten Leo diluar"
Kata staf HRD sambil mengambil kontrak keeja yang sudah ditanda tangani Vio
" Terimakasih "
Vio berdiri dan meninggalkan ruangan interview dan kembali menunggu di kursi tunggu ruang interview
Tak berselang lama, datanglah seorang pria bersetelan jas yang tiba - tiba berdiri dihadapan Vio
" Apa anda Violeta yang akan jadi sekertaris baru direktur? "
Vio memgangkat kepala dan melihat wajah pria dihadapannya " Oh gantengnya,,, " batin Vio bersorak ria
" Iya, saya Violeta "
" Saya Leo, asisten direktur. Anda bisa ikut saya keruang direktur "
Leo berkata dengan sopan dan lembut. Meskipun wajahnya cukup serius tapi cara bicaranya sopan dan hangat
__ADS_1
Leo dan Vio berjalan bersama memasuki lift menuju ruang direktur yang berada di lantai 10.
" Kita akan bekerja sama kedepannya. Mohon bantuan kedepannya " Kata Leo dengan sopan dan senyum lembut
" Iya, mohon bantuannya juga. Ini pengalaman pertama saya. Saya harap anda bisa membatu saya " Vio juga berkata sangat sopan
" Tidak perlu terlalu formal bicara denganku. Kita ini rekan kerja jadi bersikap santai saja " Leo kembali tersenyum lembut
" Kak Leo, apa waktu itu kamu yang menghubungi ku? " Vio sedikit ragu - ragu saat bertanya
" Benar, aku yang menghubungi mu langsung. Pak direktur yang memintanya "
" Orang seperti apa direktur kita? Apa dia merepotkan? "
" Entahlah, aku juga baru menjadi asisten direktur yang sekarang. Aku cukup lama jadi asisten direktur yang sebelumnya. Karena dia pensiun, jadi dia memintaku menjadi asisten anaknya. Direktur yang sekarang juga lama diluar negeri. Kami jarang berinteraksi sebelumnya "
" Ooh begitu ya "
Leo melihat Vio yang gugup hingga menggigit bibir bagian bawahnya
" Tidak perlu cemas begitu. Aku pasti akan membantumu "
Leo kembali tersenyum lembut. Akhirnya mereka tiba dilantai 10 dan dengan segera berjalan menuju ruang direktur
Tok tok tok
Leo mengetuk pintu sebelum masuk, setelah terdengar kata " Masuk " dari dalam barulah dia membuka pintu dan mengangguk kepada Vio sebagai instruksi untuknya masuk bersama
" Permisi pak, sekertaris baru anda sudah ada disini " kata Leo kepada direktur yang sedang duduk menghadap ke jendela luar sehingga membelakangi pintu masuk. Setelah itu barulah dia memutar kursi duduknya menghadap Vio
" Kamu!!! "
Vio yang terkejut langsung berteriak. Direktur itu hanya tersenyum
" Oh my God, bagaimana bisa aku malah melamar pekerjaan di perusahaan pria tak tahu diri ini? " Gerutu Vio dalam hati kemudian dia menoleh kepada Leo sambil mengernyitkan alis seperti mengisyaratkan pertanyaan padanya " Kenapa bisa dia "
Leo hanya diam dan menggelengkan kepala, karena tidak mengerti apa yang sebelumnya terjadi diantara mereka
" Hai sekertaris Vio, senang bisa bertemu dengan mu. Kuharap kamu bisa bekerja dengan baik sebagai sekretaris ku! " Rian tersenyum menggoda Vio sambil mengangkat kedua alisnya serempak
" Kak Rian direktur di perusahaan ini? pasti kak Rian sengaja ya mengundangku interview di perusahaan ini? "
Vio bicara dengan nada sinis
" Ini perusahan Sanggara, perusahaan keluargaku. Dan kamu yang melamar pekerjaan disini! Lagi pula perusahaan ini hanya membuka lowongan pekerjaan sebagai sekretaris direktur, jadi wajar kalau aku sebagai direktur menyeleksi sendiri calon sekretarisku "
" ****** deh aku, kenapa harus dia yang jadi atasanku. Bagaimana juga aku tidak tahu nama lengkapnya? "
__ADS_1