
" Kenapa kamu masih belum tidur? Ini sudah hampir tengah malam. Memangnya besok tidak ada pemotretan? "
Biru bertanya pada Jingga ketika dia memasuki rumah dan melihat adiknya masih menonton tv.
" Aku menunggu mu. Terimakasih tadi siang telah mengirimkan bala bantuan untukku. Jika tidak, aku tidak punya kesempatan untuk melarikan diri dari mereka berdua " Ji berkata tanpa menatap mata Bi. Dia hanya sesekali saja menoleh pada Bi yang sekarang sedang duduk di sebelahnya
" Sudah ku katakan sebelumnya. Kalau si Sella, menejer tidak berguna itu tidak perlu dipertahankan disisimu. Akan sangat berbahaya jika kamu bekerja dengan orang seperti dia! " Bi berkata acuh tak acuh namun jelas ada perhatian di dalamnya
" Aku mengerti. Aku akan mengurusnya! Sekarang aku sudah memiliki kartu asnya. Kamu tidak perlu khawatir. Aku bukan orang yang mudah ditindas. Bagaimana dengan pak Malik itu? Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang dia? "
" Dia hanya pengusaha biasa. Pria mata keranjang seperti dia begitu mudah ditipu. Kamu bisa memanfaatkan kelemahannya itu untuk menjatuhkannya! "
" Aku sudah memiliki rekaman CCTV mereka di hotel. Ini akan jadi senjata ku untuk melawan mereka! "
" Hmn,, sudahlah. Ini sudah terlalu malam. Sebaiknya kita tidur. Besok aku masih harus ke kantor "
Bi beranjak dari sofa dan melewati Ji
" Besok aku harus keluar kota untuk pemotretan " Ji juga beranjak dari duduknya mengikuti Bi di belakang
" Berapa lama? Kamu pergi bersama siapa? apa perlu membawa pengawal? "
" Hanya beberapa hari saja. Sepertinya tidak perlu membawa pengawal. Karena aku masih belum membereskan Sella untuk sekarang ini. Jadi aku masih membawa dia sebagai menejer ku. Masalah pengawal,,, sepertinya papi dan mami meminta orang untuk mengawasi kita. Aku selalu merasa ada seseorang yang mengikuti ku kemana pun! "
" Itu hanya perasaan mu saja. Cepat tidur "
__ADS_1
" Baiklah "
Mereka akhirnya beepisah dan menuju kamar masing - masing.
" Apa iya, mami dan papi meminta orang memata matai kami? Aku tahu mereka selalu memantau kami . Akan ku tanyakan nanti! " Gumam Bi seraya berpikir di dalam kamarnya
Keesokan harinya Ji berangkat pagi - pagi untuk keluar kota menuju lokasi pemotretan. Ji sudah mulai sibuk dengan beberapa tawaran iklan. Sebelumnya dia pergi ke agensinya terlebih dahulu. Disana sudah ada Sella yang menunggunya di ruangannya dengan wajah dipenuhi amarah.
" Ji, akhirnya kamu datang juga. Kamu harus menjelaskan apa yang terjadi padaku kemarin " Sella langsung bertanya dengan nada sinis kepada Ji
" Apa yang harus aku jelaskan? Kamu minum dan mabuk. Aku meninggalkan mu di hotel setelah dokter mengatakan kamu butuh istirahat " Ji menjawab dengan begitu tenangnya
" Kenapa? apa ada sesuatu yang terjadi? " sambungnya lagi sambil duduk di kursi dan melipat kedua tangannya di dada
" Kamu jangan pura - pura Ji. Aku tidak minum alkohol kemarin. Bagaimana bisa aku mabuk? "
" Siapa yang mencoba menjebakmu? Jangan memfitnah orang sembarangan Ji. Bisa saja pak Malik yang berusaha menjebakmu! "
Sella berkata dengan wajah yang mulai panik
" Sella, kamu kira kamu ini siapa? Kamu ingin aku melakukan apa padamu? Kurasa aku sudah cukup baik mempekerjakan kamu disampingku. Kalau kamu tidak ingin bekerja dengan ku, kamu bisa berhenti kapan saja. Aku akan dengan mudah mencari manajer pengganti mu disampingku! "
Ji berkata dengan tenang namun penuh ketegasan
" Ji, aku tidak melakukan apa - apa padamu. Aku tidak pernah berusaha menjebakmu! "
__ADS_1
Sella berkata dengan serius
" Jika aku kehilangan perkejaan sebagai manajer sekarang. Maka aku tidak dapat membalas atas kesialanku kemarin. Jadi aku akan bertahan untuk bisa membalasmu Ji. Lihat saja nanti " Sambungnya dalam hati
" Baiklah. Aku percaya padamu. kamu tidak akan bertindak terlalu 'bodoh' untuk mencelakai ku, kan? " Ji berkata dengan tegas menekankan pada kata bodoh dalam perkataannya
" Aku ingin melihat trik apa lagi yang akan kamu gunakan padaku! " sambung Ji dalam hati
" Sudahlah, kita harus bersiap untuk berangkat ke luar kota " Ji mengakhiri percakapannya dengan Sella
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Biru sudah tiba di kantor, dari wajahnya terlihat dia dalam suasana hati yang baik
Tok tok tok
" Masuk "
Bi menuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk, tanpa memalingkan wajahnya dari dokumen yang dia pegang.
" Saya membawa dokumen yang butuh tanda tangan bapak dengan segera! " Bina mendekat dan meletakkan dokumen di atas meja Biru. Biru mengambilnya dan mulai membaca dokumen itu. kemudian dia memberikannya lagi kepada Bina
" Dia tampan sekali, ternyata ada pria di dunia ini yang lebih tampan dari Hardi "
Bina yang terpesona oleh ketampanan Biru sedikit melamun
__ADS_1
" Apakah aku begitu tampan? Sampai kapan kamu akan terus memandangi wajahku? " Kata Biru tanpa menatap wajah Bina