
Keesokan harinya dirumah sakit
" Bagaimana perkembangannya? "
Ji sedang menghubungi Adel dengan Ed berada disebelahnya
" Tuan Sukmajaya sudah menjadikan rumahnya sebagai jaminan di kasino itu, dan Clair, kita sudah memiliki bukti photo kedekatan dia dengan Rey. Kita hanya tinggal mengatur kegagalan proyek Hardi saja! "
Terang Adel dari ujung telepon
" Bagus, mulai sabotase proyek Hardi. Aku ingin segera melihat kehancurannya! "
Perkataan Ji begitu dingin dengan tatapan yang sangat tajam. Seperti binatang buas yang menemukan hewan buruannya
" Akan segera saya laksanakan! "
Adel mengakhiri panggilan teleponnya dengan Ji
" Apa semua berjalan sesuai rencanamu? "
Tanya Ed yang terlihat penasaran
" Hei tuan Jendral bagaimana kamu bisa tertarik dengan urusan bisnis? Apalagi sepertinya yang aku lakukan ini adalah sebuah kejahatan "
Ji memicingkan mata bertanya pada Ed
" Apa salahnya?
Toh dia sendiri yang cari mati! "
Jawab Ed dengan mengangkat kedua bahu
" Ed, kenapa kamu tidak menjadi pebisnis saja? Tentu kamu bisa membantu Ji dalam mengelola bisnis kami! "
Kata Yudha menyarankan sambil meminum kopi yang dibuatkan Gina
" Tidak om, nanti saja. Kalau waktunya tiba aku pasti akan membantu Ji mengelola bisnisnya " Ed memberi jeda sejenak dalam perkataannya
" Om, aku berencana akan membawa Ji pulang ke negara A untuk bertemu keluargaku setelah Mili selesai operasi dan juga setelah semua urusan Ji disini sekesai " Ed berkata dengan ramah
" Tentu saja. Om senang jika dia bisa pulang. Sudah lama sekali dia tidak pulang kesana. Nenek Gadis pasti akan sangat senang bertemu dengannya juga"
Tok tok tok
" Masuk! "
Ceklek
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka. Mereka serempak menoleh ke arah pintu dan dilihatnya dokter Rudi yanh dayang bersama suster membawa sebuah dokumen. Diperkirakan itu adslah hasil dari pemeriksaan Mili sebelumnya
__ADS_1
Dokter Rudi masuk perlahan dengan kaki gemetar dan bicaranya terbata - bata
" Per mi si tu an, sa ya mem ba wakan ha sil pe me rik saan pa sien sebelum nya "
" Katakan bagaimana hasilnya? "Yudha berkata dengan nada datar dan dinginnya
"Per kembangan nya ba ik. Jadi No na Mili bisa melakukan operasi secepatnya! "Kata Dokter Rudi sambil mengehapus keringatnya yang bercucuran
" Baiklah, persiapkan secepatnya! "
Kata Yudha dengan sikap tegasnya
" Baik tuan, akan segera dipersiapkan. Permisi! "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Pah, bagaimana bisa papa menjadikan rumah kita sebagai jaminan dalam perjudian papa? Nanti kalian akan tinggal dimana? "
Teriak Clarisa kepada pak Sukmajaya karena kalah dalam perjudian
" Papa juga tidak tahu kalau papa bisa kalah begitu saja. Kalau kita menang, tentu kita bisa memulai bisnis baru. Itu yang papa pikirkan! "
Pa Sukmajaya membela diri
" Sekarang papa hubungi Bina, bilang kalau papa tertipu dan menggadaikan rumah kita ke bank sebagai jaminan. Jadi dia bisa membawa papa dan mama untuk tinggal bersanya sementara waktu ini " Kata Clarisa dengan senyum licik
" Apa kamu gila? Bagaimana bisa kita menghubungi dia. Tidak usah papa bisa menyewa rumah kecil "
Pak Sukmajaya beserta istrinya akhirnya ikut kerumah Hardi bersama Clarisa.
" Sayang "
Sapa Clarisa kepada Hardi yang sedang duduk sambil meminum kopi bersama dengan ayahnya
" Kenapa ayah dan ibumu ikut kemari? "
Kata Hardi dengan mengerutkan kening
" Sayang, aku ingin meminta mu mengizinkan ayah dan ibuku tinggal bersama dengan kita untuk sementara waktu. Aku yakin tidak akan lama, hanya beberapa hari saja, bolehkan? " Clarisa memohon dengan sungguh - sungguh
" Kenapa dengan rumah kalian? " Tanya ayah Hardi dengan nada dingin
" Kami tertipu, karena itu kami kehilangan rumah kami. Tapi kami pasti bisa mendapatkannya kembali dalam beberapa hari " pak Sukmajaya menjelaskan dengan datar
Sementara itu Adel mulai menyabotase proyek perusahaan Hardi. Bahan yang mereka gunakan diganti dengan bahan murahan. Orang terpercaya mereka membawa lari uang untuk pembelian bahan itu. Sedangkan jangka waktu yang dijanjikan untuk proyek ini dilaksanakan akan segera mencapai batas waktu. Dengan kata lain, jika mereka tidak segera mulai dengan proyek baru mereka maka para investor akan menyangka bahwa mereka telah ditipu dan akan meminta ganti rugi dalam jumlah besar
" Hallo "
Hardi mengangkat telepon dari asisten pribadinya
__ADS_1
" Bagaimana bisa? Bukankah proyek itu siap dilaksanakan? " Kata Hardi dengan nada kesal dan panik
" Orang yang bertanggung jawab untuk pengadaan barang, membawa kabur semua uangnya. Dia hanya membelikan setengah bahan yang diperlukan, itupun dengan kwalitas jauh dibawah rata - rata " Asisten Hardi menjelaskan
" Cari orang itu sampai dapat! Janhan biarkan dia lolos begitu saja! "
Hardi kesal dan memijat sendiri pelipisnya
" Kami sudah mengerahkan otang untik mencainya. Tapi belum menemukan hasil apapun "
" Bren*sek! Bagaimana bisa semua jadi kacau seperti ini? Bukankah dia sudah sangat lama sekali bekerja dengan kita? "
" Iya pak. Dia sebelumnya bekerja dengan ayah anda. Ayah anda juga sangat mempercayainya "
" Apa yang harus kulakukan sekarang? Para investor pasti akan bertanya karena sebentar lagi proyeknya sudah harus dilaksanakan "
" Pak, bagaimana kalau anda mengulur waktu bila investor bertanya. Kita bisa mencarinorang itu secepatnya! "
" Kamu benar. Aku harus bisa menunda waktu dimulainya proyek. Kamu harus menemukan orang itu dengan segera! "
" Baik pak, akan saya laksanakan "
Hardi menutup panggilan dari asistennya
Aku tidak bisa kehilangan mukaku di depan Bina. Sebagai investor, tentu dia akan merasa puas jika melihat ku gagal dalam proyek ini. Aku harus mencari cara agar proyek ini tidak gagal. Bagaimana aku menyelesaikan ini semua? Aku harus mencari investor yang lebih besar lagi untuk menutupi kerugian investor kali ini. Tapi perusahaan mana? Aku tidak bisa menyerah begitu saja! JB Companies, tapi tidak, Jingga sangat membenciku. Dia tidak akan mau membantuku. Tamatlah aku kali ini...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Adel :
Ji, perusahaan Hardi sudah mulai goyah. Orang yang mereka percaya mwmbawa lari uang proyek dalam jumlah besar. Mereka sangat membutuhkan suntikan dana lain kali ini. Jika tifak mereka sudsh pasti akan dituntut oleh para investor mereka
Ji membaca pesan singkat yang dikirim Adel. Dia tersenyum puas saat membacanya
Jingga
Kirimkan juga photo Clarisa sebagai hadiah untuknya. Dia akan bertembah kesal dengan apa yang dia terima
Adel
Bagaimana kalau dia menemukan investor baru untuk menutupi kerugian sebelumnya dan mengulur waktu dimulainya proyek tersebut
Jingga
Tidak akan ada yang bisa membantunya. Kecuali JB Companies. Tapi dia tidak akan mungkin meminta bantuanku. Karena dia tahu kalau aku membencinya
Adel
Bagaimana kalau dia menghubungi mu?
__ADS_1
Jingga
Tentu saja tidak akan aku bantu. Karena aku ingin melihat dia dan keluarganya merasa malu dihadapan Bina yang selama ini telah mereka sakiti. Itu akan jadi pukulan berat untuk keluarga mereka. Terlebih lagi sekarang keluarga Sukmajaya juga tinggal dirumah itu. Aku akan sangat puas melihat reaksi mereka semua. Mereka semua akan tahu siapa Jingga Riani Putri Kusuma yang sebenarnya