
" Besok kamu bisa datang ke kantor ku. JB Companies. Kamu akan jadi sekertarisku! "
Kata Ji setelah mengantarkan Bina kembali apartemennya
" JB Companies? Bukankah itu,,, perusahaan pak Biru? "
Kat Bina dengan penuh tanda tanya
" Oh, kamu belum tahu siapa aku?
Aku Jingga Riani Putri. Adik kembarnya Biru "
Jingga bicara dengan sangat tenang dan ada senyum misterius di dalamnya
" Saudara kembar pak Biru. Lalu kenapa kamu mau membantuku untuk ini? "
" Urusanmu dan Biru, aku tidak akan ikut campur, selama itu tidak melukai saudaraku"
" Aku meminta mu bekerja denganku, karena aku tahu masa lalumu. Aku tidak suka melihat orang ditindas. Dan jika kamu bekerja sama denganku, kurasa,, itu akan sangat menyenangkan ketika Hardi tahu kalau orang yang menghancurkannya adalah orang yang dulu pernah dia hancurkan! "
" Kenapa kamu begitu membenci Hardi? Apa kalian pernah punya hubungan? "
" Cuih,, aku tidak sudi punya hubungan dengan orang seperti dia. Jika dia tidak memprovokasi ku lebih dulu, mungkin dia tidak akan terlibat masalah dan akan terus mencari wanita untuk memuaskan nafsunya.
" Sayangnya kali ini dia tidak beruntung karena telah mengusikku. Meskipun aku tidak bertindak. Orang tuaku yang akan bertindak. Aku yakin mereka akan segera mendengar apa yang dilakukannya padaku "
Ji berdecih dengan nada sinis dan senyum liciknya
" Sudahlah, sampai jumpa besok! "
Ji melajukan mobilnya lagi meninggalkan Bina yang masih berdiri menatap Ji dari sana.
\=\=\=\=\=\=\=
" Sayang,, kamu ada dimana? "
Kata Mili yang saat ini sedang menghubungi Biru setelah dia pulang dari rumah Sandra
" Aku sedang makan siang bersama Vio, Rian dan Alex? Apa kamu sudah makan siang? Bagaimana dengan urusanmu? "
__ADS_1
Tanya Biru dengan nada yang lembut
" Iya. Aku sudah selesai. Aku dan Bi Marni sedang dalam perjalanan pulang. Aku sudah mendapatkan semua jawaban dari setiap pertanyaan ku "
" Bi,, Terimakasih berkatmu aku sudah mengetahui semua tentang orang tuaku secara langsung dari mulut mama sendiri. Tidak.. Dia bukan lagi mamaku. Hubunganku dengannya benar - benar sudah berakhir "
Mili berkata dengan tenang meskipun terdengar sendu
" Sayang kamu kesini saja. Ajak bi Marni bersama mu! "
" Baik Bi aku akan kesana! "
Mi memutuskan teleponnya dan kembali berkendara menuju restoran tempat Biru berada.
" Bi kita ke tempat Biru ya? "
Suasana canggung terasa diantara Mili dan bi Marni, sepanjang jalan mereka hanya diam saja tanpa mengatakan apapun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di restoran,, Biru dan yang lainnya sedang berbincang
" Memangnya kak Alex siapa? Sampai harus memberi laporan. Vio dan papi, mami saja dikasih tahunya mendadak. Satu hari sebelumnya "
Vio berkata acuh tak acuh sambil memandang Alex sinis
" Hei Violeta, kamu ya kalau bicara bisa tidak mementingkan sedikit saja perasaan orang lain? Aku ini teman baik Biru, kita sudah berteman lama. Mana mungkin dia tidak menganggap ku teman baiknya. Iya kan Bi? "
Alex meminta dukungan dari Biru. Tapi mengejutkan jawaban Biru adalah
" Kamu memang bukan siapa - siapa ku. Tidak penting bagiku untuk melaporkan padamu setiap hal yang terjadi "
Katanya dengan sikap acuh tak acuh dan itu membuat Rian yang sedari tadi diam saja memperhatikan vio menjadi terbahak
" Hahaha,,,
Sabar bro. Itulah nasibnya berhadapan dengan keluarga es. Hati mereka dingin dan tidak peduli pada perasaan orang lain "
Rian berkata sambil melirik Vio, tapi dia sama sekali tidak memperhatikan Rian
__ADS_1
Mereka terus bercengkrama dan tak lama Mili datang ditemani bi Marni. Dia berjalan dengan anggun mendekati meja Biru, Biru yang menyadari kedatangan istrinya berdiri menyambut sang istri setelah Mili sudah mulai mendekat.
" Hai sayang! "
Biru tersenyum menyapa Mili dan mendaratkan sebuah kecupan manis di kening Mili. Rian dan Alex terkejut hingga menganga, melihat kelembutan yang diperlihatkan Biru. Dan Rian lebih terkejut lagi ketika gadis itu berbalik hingga dia berteriak " Emili! "
Mili membalasnya dengan senyuman
" Hai Rian apa kabar? "
" Kamu,, kamu,, jadi kamu istrinya Biru? Waah dunia ini sungguh sempit. Ternyata istri dari temanku adalah teman masa kecilku. Hadooh benar - benar tak dapat dipercaya "
Rian terus saja mengoceh tak percaya sambil menggelengkan kepala
" Kamu ini laki - laki tapi sungguh berisik sekali! "
Protes Vio dengan sinis
" Hei,, kamu. Kamu itu harusnya jadi komentator acara gosip. Kamu selalu saja mengomentari setiap hal. Dasar bocah! "
Kata Rian membela diri
" Eh kamu dan kak Bi pasti seumuran kan? paling kita hanya beda 5 tahun saja. Apanya yang bocah? Seperti kamu sudah tua saja! "
" Kenapa kalian terus saja berdebat? Padahal kalian baru bertemu hari ini "
Kata Alex dengan mengernyitkan dahi karena bingung
" Kak Alex, kemarin aku bertemu dia di mall dengan pacarnya, dan gadis itu sungguh menyebalkan dan sombong. Kalau aku bertemu dia lagi dan dia masih membuat masalah denganku. Aku pasti akan membuatnya lenyap dari daftar keluarga bangsawan "
" Dia itu bukan pacarku. Aku hanya menemaninya belanja! "
" Aku tidak peduli. Tidak ada hubungannya juga dengan ku! "
" Sudahlah selesaikan makan kalian! "
Biru berusaha menengasi perdebatan antara Vio dan Rian.
Mereka semua akhirnya menikmati makan siang dengan saling bercengkrama
__ADS_1