
Leo dan Vio sama - sama merasa bingung.
" Vio ini ingin belajar dari bawah seperti kedua kakaknya. Dia ingin belajar sendiri sebelum nantinya masuk ke perusahaan Kusuma atau Sanjaya. Lagipula itu bagus, jika semua orang tahu kalau dia putriku, mereka pasti akan menggunakan topeng orang baik. Jadi aku membiarkan dia melakukan apa kemauannya "
Yudha menjelaskan dengan tenang
" Jadi kak Leo adalah..... "
Kata Vio dengan suara bergetar
" Dia putraku yang sudah lama menghilang. Kalian berbincanglah berdua. Ayah juga mau berbincang dengan tuan Yudha. Mari tuan sebelah sini! "
Fabian berkata pada Leo, kemudian dia mengajak Yudha pergi dan meninggalkan mereka berdua
Vio tertunduk tak mengatakan apapun
" Ayo kita cari tempat untuk bicara berdua! "
Kata Leo sambil meraih tangan Vio dan membawanya menjauh dari keramaian mencari tempat sepi
" Vi? Vio? "
Vio masih tertunduk tanpa mengatakan apapun meskipun mereka kini hanya berdua saja
" Vio, kenapa kamu hanya diam saja? Katakan sesuatu! Jika kamu marah, marahi saja aku, tapi jangan diam seperti ini! "
Leo mulai panik melihat Vio yang terus menunduk tanpa mengatakan apapun, tak lama dia mengangkat kepala dengan air mata yang sudah berlinang
" Kak Leoooo.. Bagaimana bisa kamu berbohong padaku? bagaimana bisa kamu memendam luka itu sendiri? Bagaimana bisa kamu pura - pura kuat seperti itu ? hiks.... hiks... "
Vio menangis histeris sambil mencaci dan memukul dada Leo
" Pasti berat untukmu hidup dengan bayang - bayang masa lalu sendirian.. hiks... hiks... hikss... "
Vio terus memukul dada Leo... Leo hanya tersenyum melihat Vio yang sedang bertingkah seperti itu, kemudian dia memegang kedua tangan Vio
" Vio, gadis kecil. Dengarkan aku! Aku tidak papa, memang berat untukku karena selalu mengingat masa lalu. Tapi aku tidak bermaksud bohong padamu, hanya saja kita belum lama kenal dan tidak pernah membahas masalah pribadi, bagaimana bisa aku menceritakan kisah menyedihkan itu padamu? " Leo berusaha menenangkan Vio yang masih terisak
" Sudahlah, jangan menangis lagi! Aku tidak sanggup melihatmu menangis seperti ini "
Katanya yang kini memeluk Vio dalam pelukannya
" Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku mengalami kejadian buruk dimasa lalu, hemn? "
Katanya sambil mengusap punggung Vio dan menenangkannya
" Hiks... hiks.... papi yang menceritakannya padaku hiks.. hiks.. hiks.. Kata papi pesta ini diselenggarakan untuk menyambut putra tuan Fabian yang telah lama hilang. Tapi aku tidak menyangka kalau itu kak Leo,, hiks hiks hiks,,, "
__ADS_1
Vio berkata disela isak tangisnya
" Aku juga tidak menyangka kalau kamu sebenarnya putri dari seorang konglomerat. Pantas saja sikapmu tidak mencerminkan sekertaris yang takut kehilangan pekerjaan "
Katanya dengan tersenyum lembut sambil melerai pelukannya dengan Vio
" Maafkan aku kak, aku tidak bermaksud membohongimu. Aku hanya ingin mencoba hidup seperti orang biasa dan punya banyak teman yang tulus denganku "
Kata Vio setelah tangisannya mulai reda namun matanya masih menyisakan air mata
" Aku mengerti. Kamu tidak usah memikirkan itu! Apa kamu sudah merasa lebih baik?
Lihatlah riasanmu jadi berantakan! "
Kata Leo dengan senyum lembut sambil menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipinya
" Jangan meledekku. Ini semua karena kak Leo! "
Jawab Vio dengan sinis tapi manja
" Sudahlah, kita masuk lagi ke dalam. Kamu pasti belum makan sesuatu, iya kan? Jangan marah lagi "
Leo menggandeng Vio dan membawanya masuk kedalam.
Yudha dan Fabian sedang berbincang bersama.
" Ternyata anak kita saling mengenal. Aku tidak menyangka ada kebetulan seperti ini! "
" Benar, ku kira saat dia mengatakan sedang dekat dengan gadis bernama Violeta Indriani Putri, dia bukanlah putri tuan Yudha. Dunia ini begitu sempit. Hahaha "
" Aku senang jika mereka bersama. Tapi itu tergantung pada mereka "
" Tentu saja tuan Yudha. Aku tidak akan memaksa anakku menikahi gadis yang bukan pilihannya. Terlebih lagi, dia baru saja kembali kerumah ini. Aku tidak ingin mengambil resiko akan kehilangannya lagi "
Dari kejauhan Sandi memperhatikan Yudha dan Fabian yang tengah asyik berbincang
" Rupanya mereka saling mengenal? Aku harus lebih waspada dalam bertindak. Aku tidak boleh membiarkan Yudha ikut campur dalam urusanku. Akan jadi bumerang bagiku jika sampai Yudha ikut bertindak! Aku harus merencanakannya dengan lebih baik! "
Vio sedang menikmati cemilan bersama Leo sambil berbincang. Tiba - tiba terdengar suara seseorang dari belakang mereka
" Apa anda putra om Fabian? "
Dua orang gadis cantik dengan senyum manis mendekati mereka berdua
" Benar, ada perlu apa? "
Wajah Leo yang tadi terlihat lembut ketika bersama Vio, seketika berubah serius ketika dia berbalik menatap gadis itu. Vio masih tetap santai dan menikmati kue yang ada ditangannya
__ADS_1
" Aku Melia, keponakan kak Leo dan ini temanku Yasmin "
Katanya dengan antusias dan ramah memperkenalkan temannya
" Jadi kamu putri paman Sandi? Maaf aku tidak mengenalimu! "
Leo berkata dengan senyum yang dipaksakan
" Kak Leo bisakah kakak berdansa dengan temanku? Satu lagu saja! "
Leo dan Vio saling menatap heran
" Tentu saja aku bisa berdansa... "
Kata Leo dengan sinis. Kedua gadis saling menatap dengan senyum
" Tapi tidak dengan temanmu, melainkan dengan kekasihku. Gadis kecilku, maunkah kamu berdansa dengan ku? "
Sambung Leo kemudian dia mengulurkan tangan dengan badan sedikit membungkuk pada Vio
" Tentu saja, My hero! "
Vio meletakkan kuenya di atas meja kemudian menerima uluran tangan Leo. Mereka berdua ikut bergabung berdansa dengan tamu - tamu lain yang telah lebih dulu berdansa. Melia dan Yasmin menatap mereka kesal
" Mel, kamu bilang dia belum punya kekasih dan baru pulang kemari? Tapi nyatanya, gadis yang bersamanya adalah kekasihnya, bukan gadis yang sedang berusaha mendekatinya "
Kata Yasmin dengan wajah menahan amarah
" Entahlah. Papaku bilang kalau dia baru pulang dari luar negri, dan disana dia hanya seorang asisten biasa. Mana mungkin dia langsung mendapat pacar! "
" Gadis itu... wajahnya seperti tidak asing. Sepertinya aku sering melihatnya, tapi dimana? Aku yakin dia bukan gadis sembarangan? "
Yasmin seperti berfikir dan berusaha mengingat wajah Vio
Vio dan Leo selesai berdansa mereka kemudian berjalan mendekati Yudha dan Fabian
" Papih! "
" Ayah! "
Barulah yasmin ingat begitu melihat Vio dan Leo mendekati orang tuanya
" Benar, dia adalah Violeta Indriani Putri Kusuma. Putri bungsu dari tuan Yudha Arya Kusuma! Beruntung kita tidak melakukan apapun padanya tadi. Jika sampai kita macam - macam padanya dan sesuatu terjadi pada putri Yudha. Habislah kita, dia tidak akan membiarkan orang yang mengusiknya hidup tenang. Apapun akan dia lakukan untuk membalas dendamnya. Gigi untuk gigi, mata untuk mata! "
Kata Yasmin menjelaskan pada Melia
" Benarkah? Aku tidak pernah mendengar tentang dia "
__ADS_1
Jawab Melia acuh tak acuh
" Kamu tidak pernah mendengarnya? Tuan Yudha sangat terkenal sebagai raja bisnis yang berhati dingin. Jangan berani mengusik keluarga Kusuma jika kamu tidak ingin keluarga mu hancur ! "